Kategori: Artikel
-

SASARAN KUANTITAS vs DAMPAK BUDAYA
Ke Mana Arah Film Kita Menuju? Oleh: Karsono Hadi (Sutradara) Jakarta – Budayantara.tv Di tengah geliat industri film Indonesia yang semakin riuh, ada dua arus besar yang terus bergerak berdampingan namun jarang benar-benar sejalan: pendekatan output-driven dan outcome-driven. Keduanya sama-sama penting, tetapi perbedaan cara pandang di antara keduanya diam-diam menentukan wajah perfilman kita hari ini…
-

Dunia Film Indonesia: Bukan Sekadar Nafkah, Tapi Pencarian Arti
Oleh : Adisurya Abdy – Pegiat Perfilman Jakarta – Budayantara.tv Ada sesuatu yang terasa ganjil, namun terus dianggap biasa dalam dunia film Indonesia. Orang-orang datang berbondong-bondong: aktor, kru, penulis, hingga pekerja teknis lainnya. Mereka masuk ke industri ini dengan kesadaran penuh bahwa penghasilan tak selalu pasti, kontrak kerap abu-abu, dan masa depan lebih sering bergantung…
-

Ilusi Penting di Era Media Sosial
Oleh: Adisurya Abdy (Ketum Perkumpulan Tenaga Ahli Televisi dan Film Indonesia, PATFI ) Jakarta — Budayantara.tv Di tengah derasnya arus informasi digital, muncul sebuah ironi yang kian terasa nyata: rasa penting sering kali hadir lebih dulu dibandingkan bukti nyata. Jika dahulu pengakuan lahir dari karya dan proses panjang, kini media sosial menyediakan panggung instan tanpa…
-

FILM & TV: Dua Wajah Diplomasi Budaya
(Dengan Strategi Berbeda) Oleh: Karsono Hadi (Sutradara) Jakarta – Budayantara.tv Sering kita dengar: film adalah ujung tombak diplomasi budaya, sementara TV disebut sebagai benteng terakhir dari penetrasi budaya asing. Kedengarannya seperti jargon kosong, padahal sebenarnya ini adalah blueprint strategi hanya saja jarang dibahas dengan serius. Film bekerja dengan cara yang halus. Ia menyusup tanpa terasa…
-

Jalan Sunyi : R.M. Panji Sosrokartono“Sugih tanpa bondo, digdaya tanpa aji-aji.”(Kaya tanpa harta, sakti tanpa kesaktian)
Jakarta – Budayantara.tv Setiap tanggal 21 April, nama R.A. Kartini kembali menggema. Sosoknya menjadi simbol emansipasi perempuan, cahaya yang menerangi jalan bagi kesetaraan. Namun di balik terang itu, ada sosok lain yang sering luput dari sorotan seorang kakak, seorang jenius, seorang manusia yang memilih jalan sunyi: R.M. Panji Sosrokartono. Sosok yang Mendahului Zaman Lahir pada…
-

Krisis Kepercayaan di Balik Gemerlap Promosi Film Indonesia: “Yang Runtuh Bukan Hanya Satu Film”
Jakarta – Budayantara.tv Industri perfilman Indonesia tengah menghadapi sorotan tajam terkait praktik promosi yang dinilai semakin menjauh dari esensi kejujuran. Pegiat perfilman, Adisurya Abdy, mengungkapkan bahwa persoalan utama bukan sekadar kreativitas promosi, melainkan ketidakjujuran dalam membangun ekspektasi publik. “Masalahnya bukan lagi soal menarik atau tidak menarik. Yang terjadi adalah manipulasi ekspektasi,” ujar Adisurya dalam pernyataannya.…
-

ADEGAN MAKAN YANG CANGGUNG DALAM FILM INDONESIA(Ketika Realitas Tidak Pernah Benar-Benar Duduk di Kursinya)
Oleh: Karsono Hadi (Sutradara) Jakarta – Budayantara.tv Ada sesuatu yang sering terasa janggal dalam banyak film Indonesia, tapi jarang kita sadari secara sadar.Bukan ledakan yang kurang besar, bukan dialog yang terlalu lemah melainkan momen paling sederhana: adegan makan. Kita melihatnya berkali-kali.Karakter duduk rapi di meja makan, piring tersusun, makanan tersaji. Semua tampak “benar”. Tapi entah…
-

Korupsi dan Budaya Malu
Oleh: Swary Utami Dewi Jakarta – Budayantara.tv Siang itu, terik terasa menyengat. Dari balik jendela rumah, tampak seorang lelaki tua mendorong gerobak sederhana. Pakaiannya lusuh, sandal jepit menjadi alas kakinya, dan selembar handuk kecil melindungi kepala dari panas yang seolah membakar. Dengan suara lirih namun penuh harap, ia berteriak, “Kelapa muda, kelapa muda.” Di dalam…
-

Jejak Pengabdian Seorang Jenderal: Mengenang Letjen TNI Mar (Purn) Suharto
Oleh : Masdjo Arifin (Founder Budayantara Network). Jakarta – Budayantara.tv Kepergian Letjen TNI Marinir (Purn) Suharto meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga besar Korps Marinir, tetapi juga bagi bangsa Indonesia. Sosoknya bukan sekadar perwira tinggi militer, melainkan juga saksi hidup perjalanan bangsa di salah satu fase paling genting: masa transisi menuju Reformasi 1998. Bagi…
-

Festival Film Daerah Dinilai “Meriah di Poster, Rapuh di Akar”
Jakarta – Budayantara.tv Seorang pegiat perfilman, Adisurya Abdy, menyoroti fenomena maraknya festival film di berbagai daerah yang dinilai belum memiliki fondasi kuat sebagai bagian dari ekosistem sinema nasional. Dalam pernyataannya, ia menggambarkan kondisi tersebut dengan ungkapan tajam: “meriah di poster, rapuh di akar.” dalam sebuah keterangannya.Sabtu (18/4/2026). Menurut Adisurya, festival film di luar Jakarta kini…