ADEGAN MAKAN YANG CANGGUNG DALAM FILM INDONESIA(Ketika Realitas Tidak Pernah Benar-Benar Duduk di Kursinya)

ADEGAN MAKAN YANG CANGGUNG DALAM FILM INDONESIA(Ketika Realitas Tidak Pernah Benar-Benar Duduk di Kursinya)

Oleh: Karsono Hadi (Sutradara)

Jakarta – Budayantara.tv Ada sesuatu yang sering terasa janggal dalam banyak film Indonesia, tapi jarang kita sadari secara sadar.
Bukan ledakan yang kurang besar, bukan dialog yang terlalu lemah melainkan momen paling sederhana: adegan makan.

Kita melihatnya berkali-kali.
Karakter duduk rapi di meja makan, piring tersusun, makanan tersaji. Semua tampak “benar”. Tapi entah kenapa, terasa… tidak hidup.

Seolah-olah mereka tidak benar-benar lapar.
Seolah-olah makanan itu hanya sedang berpura-pura dimakan.

Dan mungkin, masalahnya memang bukan di aktor.
Bukan juga semata soal teknis penyutradaraan.

Ada sesuatu yang lebih dalam yaitu ketidaksinkronan antara budaya yang kita jalani, dan budaya yang kita tampilkan.

Dalam keseharian, makan bagi banyak orang Indonesia bukanlah ritual formal. Ia cair, berpindah-pindah kadang di lantai, kadang di ruang tengah sering kali ditemani suara televisi atau obrolan yang saling tumpang tindih. Ada tangan yang langsung menyentuh nasi, ada bunyi piring yang beradu, ada jeda kecil ketika seseorang berhenti bicara hanya untuk mengunyah dengan nikmat.

Itu bukan sekadar kebiasaan.
Itu adalah memori tubuh.

Namun ketika masuk ke dalam film, ruang itu tiba-tiba berubah.
Kita dipaksa duduk tegak. Meja makan menjadi pusat komposisi. Gerakan dibatasi. Suara diredam. Makan berubah menjadi koreografi yang harus “rapi”.

Di titik itu, sesuatu yang jujur mulai menghilang.

Tubuh para aktor seperti kehilangan ingatan kecilnya.
Tangan ragu-ragu. Sendok hanya berputar-putar. Makanan disentuh, tapi tidak benar-benar dihadapi. Yang tersisa hanyalah gestur tanpa rasa.

Kamera pun sering memperparah jarak itu.
Kebutuhan blocking, komposisi, dan aturan seperti 180-degree rule membuat posisi duduk menjadi tidak wajar. Orang-orang yang seharusnya saling berhadapan justru terasa seperti sedang dipajang. Seperti bukan sedang makan bersama, tapi sedang menunggu giliran bicara.

Dan di tengah semua itu, ada satu hal yang pelan-pelan menghilang:
keintiman.

Padahal, makan adalah salah satu momen paling jujur dalam hidup manusia.
Di sana ada kelelahan yang dilepas, ada cerita yang tidak selesai, ada diam yang tidak canggung. Bahkan konflik sering kali terasa lebih nyata justru ketika seseorang tetap mengunyah di tengah ketegangan.
Makan bukan sekadar aktivitas.
Ia adalah ruang emosi.

Mungkin sudah saatnya kita tidak lagi terlalu takut pada “ketidakteraturan” itu.
Membiarkan adegan makan menjadi sedikit berantakan. Membiarkan karakter berbicara sambil mengunyah. Membiarkan posisi duduk tidak selalu simetris. Membiarkan makanan benar-benar disentuh, diacak, bahkan dihabiskan.

Karena justru di situlah kehidupan berada.
Ketika nasi tidak lagi sekadar properti, tapi menjadi bagian dari pengalaman.
Ketika bunyi kecil di meja tidak dianggap gangguan, tapi menjadi tekstur.
Ketika aktor tidak lagi “memerankan makan”, tapi benar-benar makan.

Barangkali, yang kita cari selama ini bukanlah adegan yang lebih sempurna.
Tapi adegan yang lebih jujur.

Dan mungkin, dari sesuatu yang sesederhana makan,
kita bisa mulai belajar lagi bagaimana menghadirkan manusia di dalam film bukan sebagai gambar yang rapi, tapi sebagai makhluk yang hidup.

Karena pada akhirnya,
penonton tidak selalu ingat dialog yang besar.

Tapi mereka akan selalu ingat momen kecil yang terasa nyata.
Termasuk
cara seseorang mengambil suapan terakhirnya.**

About Author

Budayantara TV

Budayantara TV adalah platform media digital yang berdedikasi untuk melestarikan dan mempromosikan kekayaan budaya Indonesia. Kami hadir sebagai jembatan antara nilai-nilai luhur budaya tradisional dengan dinamika kehidupan modern. 🎭 Visi Kami: Menjadi etalase budaya Indonesia yang terpercaya, menginspirasi generasi muda untuk mencintai dan melestarikan warisan budaya bangsa. 📰 Fokus Liputan: • Seni & Budaya Nusantara • Event & Festival Budaya • Kuliner Tradisional Indonesia • Tokoh & Maestro Budaya • Pelestarian Warisan Leluhur • Inovasi Budaya Kontemporer ✨ Komitmen Kami: Menyajikan konten berkualitas, informatif, dan inspiratif tentang kekayaan budaya Indonesia untuk audiens lokal dan global. 📧 Kontak: Email: admin@budayantara.tv Website: https://budayantara.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *