Ilusi Penting di Era Media Sosial

Ilusi Penting di Era Media Sosial

Oleh: Adisurya Abdy (Ketum Perkumpulan Tenaga Ahli Televisi dan Film Indonesia, PATFI )

Jakarta — Budayantara.tv Di tengah derasnya arus informasi digital, muncul sebuah ironi yang kian terasa nyata: rasa penting sering kali hadir lebih dulu dibandingkan bukti nyata. Jika dahulu pengakuan lahir dari karya dan proses panjang, kini media sosial menyediakan panggung instan tanpa kurasi. Siapa pun bisa tampil, berbicara, bahkan membangun citra tanpa harus terlebih dahulu menunjukkan apa yang benar-benar telah dihasilkan.

Fenomena ini bukan semata persoalan narsisme, melainkan bentuk kompensasi yang halus. Ketika pengakuan belum datang dari dunia nyata karena karya belum teruji, belum hadir, atau belum relevan sebagian orang memilih jalur alternatif: membangun persepsi. Narasi dikemas seolah otoritatif, visual dipenuhi simbol prestise, dan interaksi dirancang agar tampak seperti pusat perhatian. Yang diperdagangkan bukan substansi, melainkan impresi.

Namun publik hari ini tidak sepenuhnya mudah diyakinkan. Mereka mungkin tidak langsung mengoreksi, tetapi diam-diam mengamati dan menilai. Ada jarak yang kerap terlihat antara apa yang ditampilkan dan apa yang benar-benar bisa diverifikasi. Ketika jarak itu melebar, kepercayaan pun perlahan terkikis. Panggung yang semula tampak megah berubah menjadi ruang gema ramai, tetapi kosong makna.

Lebih dari itu, pola ini menyimpan risiko yang lebih dalam bagi pelakunya sendiri. Terlalu lama hidup dalam konstruksi citra dapat mengikis dorongan untuk benar-benar berkarya. Energi habis untuk menjaga kesan, bukan membangun isi. Padahal, hukum yang berlaku di dunia nyata tidak pernah berubah: reputasi yang bertahan selalu bertumpu pada sesuatu yang konkret.

Pada akhirnya, menjadi penting bukanlah hasil dari klaim, melainkan konsekuensi dari kontribusi. Pengakuan tidak lahir dari algoritma semata, tetapi dari proses panjang yang sering kali sunyi dan tidak instan. Media sosial memang mampu memperluas gema, tetapi tidak pernah bisa menggantikan sumber bunyinya.

Di titik itulah garis batas menjadi jelas: apakah kita sedang membangun karya yang bermakna, atau sekadar merawat ilusi tentang diri sendiri.

About Author

Budayantara TV

Budayantara TV adalah platform media digital yang berdedikasi untuk melestarikan dan mempromosikan kekayaan budaya Indonesia. Kami hadir sebagai jembatan antara nilai-nilai luhur budaya tradisional dengan dinamika kehidupan modern. 🎭 Visi Kami: Menjadi etalase budaya Indonesia yang terpercaya, menginspirasi generasi muda untuk mencintai dan melestarikan warisan budaya bangsa. 📰 Fokus Liputan: • Seni & Budaya Nusantara • Event & Festival Budaya • Kuliner Tradisional Indonesia • Tokoh & Maestro Budaya • Pelestarian Warisan Leluhur • Inovasi Budaya Kontemporer ✨ Komitmen Kami: Menyajikan konten berkualitas, informatif, dan inspiratif tentang kekayaan budaya Indonesia untuk audiens lokal dan global. 📧 Kontak: Email: admin@budayantara.tv Website: https://budayantara.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *