Lewati ke konten
15 Oktober 2026 Dari Budaya Kita, Untuk Dunia.
Budayantara TV Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Kabar Terkini
FFI Hanya Jadi Barometer Atau Penggerak Sinema NasionalKonflik Saudi – Houthi Memanas, KNPI Minta Tunda Sementara Keberangkatan Umrah Ke Tanah SuciDuta Besar Palestina Ajak Masyarakat Jakarta Hadiri Budayantara Fest 2026KALIMANTAN, PULAU SEMAR INDAH NUSANTARA: Menyingkap Makna Alam, Budaya, dan Kesadaran Kehidupan
Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Gedung Perfilman H.Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22 Setiabudi Setiabudi Jakarta Selatan.
Beranda/Inilah Dasar Ilmu Pengetahuan Sains dan Pengetahuan Ilmu Spiritual Etnobio(hidup)sistem Guntur Bisowarno
Artikel Budaya

Inilah Dasar Ilmu Pengetahuan Sains dan Pengetahuan Ilmu Spiritual Etnobio(hidup)sistem Guntur Bisowarno

geraijenderal@gmail.comPenulis:geraijenderal@gmail.comUtama15 Mei 20264 menit baca
Inilah Dasar Ilmu Pengetahuan Sains dan Pengetahuan Ilmu Spiritual Etnobio(hidup)sistem Guntur Bisowarno - Budayantara TV

Oleh: Guntur Bisowarno
Ketua Bamboo Spirit Nusantara Support System

Purwosari, Pasuruan, – Budayantara.tv Ketika Sains Bertemu Spiritualitas Nusantara
Di tengah derasnya arus modernisasi dan perkembangan teknologi global, lahirlah sebuah gagasan yang berusaha menjembatani antara ilmu pengetahuan, spiritualitas, budaya lokal, dan kesadaran kehidupan. Gagasan tersebut diberi nama Etnobio(hidup)sistem, sebuah konsep yang dirumuskan oleh Guntur Bisowarno sebagai bentuk pengabdian masyarakat berbasis kearifan lokal Nusantara.

Kelahiran konsep ini bukan sekadar muncul dari ruang pemikiran akademik, tetapi tumbuh dari perjalanan sosial, budaya, dan spiritual yang berlangsung selama puluhan hari. Sebuah proses yang dimulai sejak 30 April 2026 hingga 14 Mei 2026, sebagai momentum pengendapan makna, pengalaman, dan peristiwa kehidupan.

Bagi Guntur Bisowarno, setiap ilmu memiliki waktunya sendiri untuk hadir. Ada wayahe, ada momentum semesta yang mempertemukan pengetahuan dengan kesadaran manusia.

Lahir dari Pengabdian untuk Desa dan Mata Air Kehidupan

Konsep Etnobio(hidup)sistem lahir dalam rangka kegiatan Pengabdian Masyarakat Mandiri dan Berdikari di Desa Ngadirejo, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Program tersebut bertujuan membentuk Satgas Peduli Mata Air Nusantara Ngadirejo yang berbasis:

Etnosains
Etnosistem
Etnobio(hidup)sistem

Kegiatan ini melibatkan pemetaan dan identifikasi:

Nama lima dusun di Desa Ngadirejo
62 titik mata air
Flora dan fauna lokal
Potensi sumber daya manusia
Kearifan lokal masyarakat Tengger Bromo

Melalui pendekatan ini, masyarakat diajak memahami bahwa alam bukan sekadar sumber ekonomi, tetapi bagian dari kesadaran hidup yang harus dijaga bersama.

Dari Etnoscience Menuju Etnobio(hidup)sistem

Cikal bakal lahirnya istilah Etnobio(hidup)sistem bermula pada sebuah sarasehan di rumah Pak Atemo, pimpinan LMDH Cemoro Indah, pada Jumat, 28 Maret 2026.

Dalam forum tersebut, Benito Lopulalan seorang penulis, jurnalis, editor, organisator, dan peneliti independen menyampaikan istilah Etnosistem setelah konsep Etnoscience.

Dari percikan pemikiran itulah, Guntur Bisowarno kemudian merumuskan istilah baru:

Etnobio(hidup)sistem

Sebuah konsep yang memadukan:

ilmu pengetahuan sains,spiritualitas,budaya Nusantara,kesadaran hidup,dan mekanisme keberadaan manusia.

“Pada Mulanya Adalah Bunyi”

Dalam pandangan Etnobio(hidup)sistem, kehidupan dimulai dari bunyi. Bunyi dipahami bukan hanya sebagai suara, tetapi getaran awal yang melahirkan gerak, irama, dan kesadaran.

Konsep ini memiliki akar pada tradisi Jawa, Jawanologi, serta ajaran Kaweruh Batin Tulis Tanpa Papan Kasunyatan (KBTTPK) yang berkembang di Pasuruan.

Bunyi kemudian berkembang menjadi bahasa, irama gamelan, nada pelog-slendro, hingga simbol angka dan aksara yang dipercaya memiliki makna filosofis mendalam dalam perjalanan hidup manusia.

Sistem Mekanisme Berpikir dalam Etnobio(hidup)sistem

  1. Esensi Hidup dan Realita

Menurut konsep ini, seluruh ciptaan hadir karena Tuhan ingin mengalami kehidupan bersama ciptaan-Nya. Semua diletakkan dalam ruang dan waktu.

Dasar kehidupan adalah sel unit kehidupan yang terus berkembang melalui proses pembelahan dan transformasi.

  1. Sel Sebagai Dasar Kehidupan

Sel dianggap sebagai fondasi seluruh makhluk hidup. Dari satu sel berkembang menjadi jaringan, organ, hingga tubuh yang utuh.

Tubuh manusia dipahami sebagai jejaring kehidupan yang saling terhubung dan bekerja secara harmonis.

  1. Indera dan Persepsi

Manusia dibekali panca indera untuk mengenali dunia. Selain itu, manusia juga memiliki kemampuan bergerak, berbicara, bekerja, dan berinteraksi.

Seluruh pengalaman hidup tersimpan dalam memori otak dan menjadi bahan pembelajaran bagi kehidupan selanjutnya.

  1. Pikiran Sebagai Komando

Dalam Etnobio(hidup)sistem, pikiran diposisikan sebagai pusat komando kehidupan sadar manusia.

Pikiran mengatur:
ucapan,
tindakan,
keputusan,

serta arah kehidupan manusia.

  1. Akal Sebagai Mesin Pencari

Akal dipahami sebagai alat untuk mengakses data dan pengalaman yang tersimpan dalam otak.

Melalui akal, manusia belajar, memahami, dan mengambil keputusan berdasarkan pengalaman hidup.

  1. Nafsu Sebagai Energi Kehidupan

Nafsu tidak dipandang semata sebagai hal negatif, tetapi sebagai tenaga penggerak kehidupan.

Karena nafsu:

manusia memiliki keinginan,

bekerja,belajar,membangun peradaban,hingga mengejar cita-cita.

  1. Ego dan Kehendak Bebas

Ego dipahami sebagai mekanisme mempertahankan eksistensi diri.

Melalui ego, manusia memiliki kehendak bebas yang menjadikan kehidupan penuh warna, dinamika, dan perbedaan.

Namun ego tanpa norma dapat melahirkan ketidakharmonisan.

  1. Jiwa (Spirit)

Jiwa disebut sebagai bagian Ilahi yang membawa “big data” kehidupan.

Jiwa hadir dalam tubuh fisik untuk menjalani pengalaman kehidupan sekaligus membawa nilai-nilai ketuhanan.

  1. Rasa Sebagai Jembatan Spiritual

Dalam konsep ini, rasa memiliki kedudukan penting.

Rasa dianggap sebagai:

penghubung manusia dengan jiwa,

alat memahami kebenaran,

dan sumber kecerdasan sejati.

“Mampu merasakan disebut cerdas, sedangkan mampu mengelola rasa disebut kecerdasan.”

  1. Mekanisme Berpikir

Setiap ucapan dan tindakan manusia diawali oleh proses berpikir.

Karena itu, kualitas kehidupan seseorang sangat ditentukan oleh kualitas pikirannya.

  1. “Akunya Aku”

Konsep “akunya aku” menjelaskan tentang kesadaran manusia.

Saat sadar, pusat diri berada pada pikiran.

Saat tidur, tubuh mengambil alih kesadaran.

Saat meditasi, manusia mendekati kesadaran Ilahi.

  1. Spiritualitas dan Kesadaran Rasa

Etnobio(hidup)sistem menempatkan rasa sebagai sumber kebenaran yang paling dalam.

Rasa menjadi sarana manusia memahami harmoni antara:

tubuh,
pikiran,
jiwa,
dan Tuhan.

Harmoni Sains, Budaya, dan Spiritualitas

Etnobio(hidup)sistem bukan hanya sebuah teori, melainkan upaya membangun kembali hubungan manusia dengan alam, budaya, dan kesadaran spiritualnya.

Di tengah krisis lingkungan dan krisis identitas modern, konsep ini hadir sebagai ajakan untuk kembali memahami kehidupan secara utuh bahwa manusia bukan sekadar makhluk biologis, tetapi juga makhluk budaya dan spiritual.

Melalui pendekatan etnosains dan kearifan lokal Nusantara, gagasan ini menjadi bentuk ikhtiar membangun peradaban yang harmonis antara ilmu pengetahuan, kemanusiaan, dan alam semesta.

Diarsipkan di Perpustakaan Baru Kuno Modern HORAIZO Klasik Kawasan Gunung Arjuno, Kamis Pahing, 30 April 2026.

Guntur Bisowarno
WhatsAppFacebookX
Kolaborasi

Penulis artikel

geraijenderal@gmail.com
Penulis utama

geraijenderal@gmail.com

Etalase Seni Budaya

Baca Juga

FFI Hanya Jadi Barometer Atau Penggerak Sinema Nasional - Budayantara TV
Artikel Film

FFI Hanya Jadi Barometer Atau Penggerak Sinema Nasional

15 Oktober 20265 menit baca

Oleh : Karsono Hadi-Persatuan Karyawan Film dan Televisi Indonesia-(KFT Indonesia) KFT Dorong Festival Film Indonesia Memiliki Visi Jangka…

PJLP: Penjaga Jakarta yang Terancam Rentan di Hari Tua, Pemprov DKI Didorong Segera Evaluasi Perlindungan Sosial - Budayantara TV
Artikel

PJLP: Penjaga Jakarta yang Terancam Rentan di Hari Tua, Pemprov DKI Didorong Segera Evaluasi Perlindungan Sosial

12 Oktober 20262 menit baca

Oleh: Syahrudin AkbarWakil Ketua Sekretariat Bersama Wartawan Indonesia (SWI JAYA) Jakarta — Budayantara.tv Di balik jalan yang bersih,…

Dialog Spiritual Budaya di Pondok Budaya Rorotan: Meneladani Gus Dur, Merawat Persaudaraan, Menanam Harapan - Budayantara TV
Budaya News

Dialog Spiritual Budaya di Pondok Budaya Rorotan: Meneladani Gus Dur, Merawat Persaudaraan, Menanam Harapan

12 Oktober 20264 menit baca

Jakarta, — Budayantara.tv Pondok Budaya Rorotan, Jakarta Utara, menjadi ruang perjumpaan gagasan, spiritualitas, dan persaudaraan kebangsaan melalui kegiatan…

Tinggalkan tanggapan Batalkan balasan

Ikut dalam percakapan. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

Logo Budayantara TV
Mengangkat Budaya, Menginspirasi Nusantara
Gedung Perfilman H. Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22, Setiabudi, Jakarta Selatan

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber

Media Jaringan

favicon Klikternak.com favicon Kabarlagi.id
favicon Visioneernews.com favicon Heyrizki.my.id

Alamat Redaksi

© 2026 Budayantara TV. Theme by Rasmrq

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber