Sumedang,– Budayantara.tv Kunjungan Keluarga Masyarakat Langsa (KEMALA) Jabodetabek ke Yayasan Mitra Istiqomah, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Minggu (23/8/2026), menghadirkan pengalaman yang tak biasa bagi rombongan.
Agenda santunan yang dilakukan puluhan anggota KEMALA tersebut diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh anak-anak binaan yayasan. Namun, ada pemandangan yang membuat Ketua Umum KEMALA Jabodetabek, Panglima Langit, terkesan.
Anak-anak yatim-piatu itu membacakan Surah Al-Waqi’ah dengan lancar tanpa membuka atau membaca mushaf. Mereka mengandalkan hafalan dan mampu melantunkannya secara bersama-sama.
Panglima Langit mengaku terharu menyaksikan kemampuan tersebut secara langsung. Ia menilai apa yang ditampilkan anak-anak Yayasan Mitra Istiqomah merupakan hasil pembinaan yang dilakukan secara konsisten.
“Baru kali ini saya melihat secara langsung anak panti membaca ayat suci yang panjang tanpa membaca Al-Qur’an, tapi hafal di luar kepala. Bacaannya juga benar. Ini yang membuat saya merinding,” kata Panglima Langit.
Menurutnya, kemampuan menghafal saja sudah merupakan sesuatu yang membanggakan. Namun, anak-anak tersebut juga mampu memperhatikan tajwid dan pelafalan ketika membaca ayat-ayat Al-Qur’an.
“Mereka bukan sekadar hafal, tetapi bacaan tajwidnya juga benar. Ini menunjukkan anak-anak di Yayasan Mitra Istiqomah benar-benar mendapatkan pembinaan yang serius. Saya memberikan apresiasi kepada para pengasuhnya,” ujarnya.
Panglima Langit juga menemukan hal lain yang membuatnya semakin salut. Setelah rangkaian santunan selesai, anak-anak yayasan tidak langsung meninggalkan lokasi.
Mereka justru berinisiatif membantu merapikan perlengkapan acara, termasuk banner KEMALA yang digunakan selama kegiatan. Banner tersebut dilipat dengan rapi sebelum diberikan kembali kepada rombongan.
“Biasanya setelah acara selesai anak-anak langsung bubar. Tetapi di sini mereka justru berinisiatif membereskan banner KEMALA, melipatnya dengan rapi, kemudian menyerahkannya kepada kami. Ini menunjukkan sikap disiplin dan rasa tanggung jawab,” tutur Panglima Langit.
Bagi KEMALA Jabodetabek, kunjungan tersebut akhirnya memberikan makna lebih dari sekadar kegiatan sosial. Selain berbagi dengan anak-anak yatim-piatu, rombongan juga mendapat pelajaran tentang pentingnya pendidikan agama, kedisiplinan, dan pembentukan karakter sejak usia dini.
Panglima Langit berharap pola pembinaan yang dilakukan Yayasan Mitra Istiqomah dapat terus dipertahankan sehingga anak-anak binaannya tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga bekal agama dan karakter yang kuat untuk menghadapi masa depan. (Byl)




