Lewati ke konten
16 Oktober 2026 Dari Budaya Kita, Untuk Dunia.
Budayantara TV Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Kabar Terkini
BETSLOW Gelar Jumat Berkah dan Santunan Anak Yatim, Perkuat Kepedulian Sosial di PetukanganMenebar Kebaikan di Tanjung Barat Jaksel, PJBW & GPIB Berbagi Ratusan Paket Nasi Siap Saji ke Para Penerima ManfaatREPUBLIK STRESStaf Khusus Menteri Agama Terima Budayantara di Masjid Istiqlal, Dorong Diplomasi Budaya Indonesia–Palestina
Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Gedung Perfilman H.Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22 Setiabudi Setiabudi Jakarta Selatan.
Beranda/Polemik Vespa Dahnil Anzar, Ketum KNPI Serukan Etika Bermedia Sosial, Kritis pada Kebijakan, Bukan Menyerang Pribadi
News Tokoh

Polemik Vespa Dahnil Anzar, Ketum KNPI Serukan Etika Bermedia Sosial, Kritis pada Kebijakan, Bukan Menyerang Pribadi

geraijenderal@gmail.comPenulis:geraijenderal@gmail.comUtama25 Agustus 20262 menit baca
Polemik Vespa Dahnil Anzar, Ketum KNPI Serukan Etika Bermedia Sosial, Kritis pada Kebijakan, Bukan Menyerang Pribadi - Budayantara TV

Jakarta,- Budayantara.tv Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI), Saad Budiman Lubis, S.Pd.I., M.M., menyampaikan keprihatinan terhadap berkembangnya polemik di media sosial yang menyeret nama Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, terkait kendaraan Vespa miliknya.Jakarta, (25/8/2026).

Polemik tersebut bermula dari komentar di media sosial yang menyebut kendaraan Vespa dengan nomor polisi B 6008 DAS sebagai kendaraan dengan pelat “bodong”. Dahnil kemudian membantah tudingan tersebut dan memberikan penjelasan bahwa Vespa tersebut merupakan kendaraan tua bekas yang baru dibelinya dan proses kelengkapan surat-surat serta kewajiban pajaknya sedang dilakukan.

Saad Budiman Lubis menyampaikan
“Saya kira kita perlu menempatkan persoalan ini secara proporsional. Sebagai pejabat publik, Pak Dahnil tentu sangat terbuka untuk dikritik. Bahkan menurut saya, pejabat publik memang harus siap menerima kritik dari masyarakat karena kritik merupakan bagian penting dari demokrasi dan mekanisme pengawasan terhadap pemerintah.”

Namun demikian, lanjut Saad, kritik harus dibangun berdasarkan data, fakta dan itikad baik, bukan dengan membangun tuduhan personal yang belum terverifikasi.
“Kalau ada persoalan administrasi kendaraan, silakan dikritisi. Kalau ada dugaan pelanggaran, silakan diuji dan dikonfirmasi kepada institusi yang memiliki kewenangan. Jangan sampai kesimpulan hukum atau tuduhan dibuat hanya berdasarkan tangkapan layar, potongan informasi atau asumsi di media sosial,” tegasnya.

Menurut Saad, persoalan Vespa tersebut seharusnya menjadi momentum untuk mengingatkan seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, agar semakin dewasa dalam menggunakan media sosial.
“Kita harus membangun budaya digital yang sehat. Jangan karena berbeda pilihan, berbeda pandangan politik, atau tidak menyukai seorang pejabat, kemudian setiap persoalan pribadi dijadikan bahan untuk menyerang dan merendahkan martabat seseorang,” ujarnya.

Ketua Umum DPP KNPI tersebut menegaskan bahwa membela pejabat pemerintah bukan berarti membenarkan seluruh kebijakannya.
“DPP KNPI tetap berada pada posisi kritis dan konstruktif. Pemerintah harus diawasi. Kebijakan pemerintah harus dikritisi. Anggaran negara harus diawasi. Pelayanan publik harus dievaluasi. Bahkan ketika pemerintah keliru, masyarakat harus berani menyampaikan kritik,” kata Saad.

Tetapi, menurutnya, objek kritik harus diarahkan pada kebijakan, keputusan, kinerja dan tindakan yang memang dapat dipertanggungjawabkan secara fakta, bukan menyerang kehidupan pribadi, keluarga, kehormatan atau martabat seseorang.

“Jangan sampai fungsi kontrol sosial berubah menjadi budaya penghukuman di media sosial. Jangan sampai ruang demokrasi berubah menjadi ruang persekusi digital,” lanjutnya.

Saad juga mengingatkan bahwa kebebasan berpendapat selalu memiliki konsekuensi berupa tanggung jawab.
“Kebebasan berbicara bukan berarti bebas menuduh. Kebebasan berpendapat bukan berarti bebas memfitnah. Kritik boleh tajam, tetapi harus tetap beretika. Kita boleh berbeda pendapat, tetapi jangan kehilangan adab,” tegas Saad.

Ia mengajak masyarakat untuk menerapkan prinsip sederhana sebelum mengunggah atau menyebarkan informasi di media sosial. Periksa faktanya, pahami konteksnya, dengarkan klarifikasinya, baru kemudian berikan penilaian. Kata Saad, DPP KNPI mendorong generasi muda Indonesia untuk menjadi generasi yang kritis sekaligus beradab.**

KNPI Saad Budiman Lubis
WhatsAppFacebookX
Kolaborasi

Penulis artikel

geraijenderal@gmail.com
Penulis utama

geraijenderal@gmail.com

Etalase Seni Budaya

Baca Juga

BETSLOW Gelar Jumat Berkah dan Santunan Anak Yatim, Perkuat Kepedulian Sosial di Petukangan - Budayantara TV
News

BETSLOW Gelar Jumat Berkah dan Santunan Anak Yatim, Perkuat Kepedulian Sosial di Petukangan

16 Oktober 20262 menit baca

Jakarta,— Budayantara.tv Semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama kembali diwujudkan melalui kegiatan Jumat Berkah dan santunan anak yatim…

Menebar Kebaikan di Tanjung Barat Jaksel, PJBW & GPIB Berbagi Ratusan Paket Nasi Siap Saji ke Para Penerima Manfaat - Budayantara TV
Event News

Menebar Kebaikan di Tanjung Barat Jaksel, PJBW & GPIB Berbagi Ratusan Paket Nasi Siap Saji ke Para Penerima Manfaat

16 Oktober 20263 menit baca

Jakarta – Budayantara.tv Dengan mengusung tagline ‘Bersama Berbagi Kebaikan & Menebar Kepedulian‘, Komunitas Program Jumat Berkah Wartawan (PJBW)…

Staf Khusus Menteri Agama Terima Budayantara di Masjid Istiqlal, Dorong Diplomasi Budaya Indonesia–Palestina - Budayantara TV
News Uncategorized

Staf Khusus Menteri Agama Terima Budayantara di Masjid Istiqlal, Dorong Diplomasi Budaya Indonesia–Palestina

15 Oktober 20263 menit baca

Jakarta,– Budayantara.tv Upaya memperkuat diplomasi budaya melalui kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu agenda dalam pertemuan Staf Khusus…

Tinggalkan tanggapan Batalkan balasan

Ikut dalam percakapan. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

Logo Budayantara TV
Mengangkat Budaya, Menginspirasi Nusantara
Gedung Perfilman H. Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22, Setiabudi, Jakarta Selatan

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber

Media Jaringan

favicon Klikternak.com favicon Kabarlagi.id
favicon Visioneernews.com favicon Heyrizki.my.id

Alamat Redaksi

© 2026 Budayantara TV. Theme by Rasmrq

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber