Lewati ke konten
4 November 2026 Dari Budaya Kita, Untuk Dunia.
Budayantara TV Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Kabar Terkini
Peran Intelijen : Siapa Mengintip SiapaBUDAYANTARA Siapkan Lompatan Besar, Renee Partina Dorong Ekosistem Budaya Terintegrasi.KAN Silaut Desak BPN Sumbar Transparan Identifikasi HGU Nomor 08, Jaya DT Sukorami: Masyarakat Adat Harus Dilibatkan!Kolonel Kav Edward Sitorus Genap 58 Tahun, Akhiri Pengabdian Aktif di TNI AD Setelah 36 Tahun: Hidup Bernilai, Hidup Berdampak
Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Gedung Perfilman H.Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22 Setiabudi Setiabudi Jakarta Selatan.
Beranda/Peran Intelijen : Siapa Mengintip Siapa
Artikel

Peran Intelijen : Siapa Mengintip Siapa

geraijenderal@gmail.comPenulis:geraijenderal@gmail.comUtama4 November 20263 menit baca
Peran Intelijen : Siapa Mengintip Siapa - Budayantara TV

Oleh: M.Guntur Alting.

Dewan Pembina DPW SWI Jaya

(Sember Wartawan Indonesia)


​NEGERI kita ini memang tidak pernah kehabisan cerita drakor politik. Belum reda urusan ekonomi, tiba-tiba kita dikejutkan oleh sebuah skandal tingkat dewa :

“Istana disadap !”

​Bukan oleh agen CIA, bukan pula oleh hacker Korea Utara.​Yang menyadap justru “orang dalam”.

Manusia-manusia berseragam yang digaji dari uang pajak rakyat, yang seharusnya menjaga rumah tangga presiden, malah asyik mengintip dari lubang kunci !

“Menyeramkan.”

​Nama-nama besar langsung terseret. Dari mantan orang nomor satu Polri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Irjen Ahrie Sonta, hingga perwira-perwira lain yang dulu memegang kendali strategis.

Tanggal 3 November 2026 malam, Bareskrim akhirnya mengetok palu: tiga tersangka resmi diumumkan denganinisial LSP, ASN, dan EH.

​Targetnya siapa?

​Tidak tanggung-tanggung: Presiden Prabowo Subianto sendiri!

*​Kotak Pandora Bernama Listyo dan Jokowi

​Begitu nama Jenderal Listyo Sigit muncul, radar politik langsung berbunyi

​Kenapa?

Karena semua orang langsung menarik garis lurus ke masa lalu, ke era pemerintahan Presiden Joko Widodo. Listyo adalah anak emas di era itu.

​Pertanyaannya langsung liar di kepala publik:

“​Apakah ini operasi sisa-sisa rezim lama?”

“​Apakah ini jaringan gelap yang masih setia pada bos lamanya?”

“​Atau ini cuma akal-akalan kelompok tertentu untuk membenturkan Pak Prabowo dengan Pak Jokowi?”

​Tunggu dulu.. Kita tidak boleh buru-buru menuduh Pak Jokowi. Belum ada satu pun bukti sahih yang bilang beliau tahu atau ikut merestui permainan kotor ini.

​Tapi di dunia politik, persepsi itu lebih kejam daripada fakta.

​Begitu isu ini bergulir, musuh-musuh politik langsung menari di atas panggung.

Mereka ingin publik percaya bahwa di balik punggung Prabowo, bayang-bayang Jokowi masih “gentayangan.”

​Dua Matahari dalam Satu Langit?

​Ini soal kenyamanan kekuasaan.
​Pemerintahan baru tidak mungkin berjalan mulus kalau di dalam rumahnya sendiri ada “mata-mata” yang rajin merekam suara presiden.

Prabowo butuh loyalitas penuh. Bukan loyalitas setengah hati ke masa lalu.

​Tapi, kita juga jangan gampang terjebak paranoid !

​Tidak semua orang yang pernah bekerja di era Jokowi otomatis jadi “agen rahasia.”

Kalau cara berpikir kita begitu, republik ini bakal mirip kantor intel era Perang Dingin: semua orang saling curiga, semua rekan kerja dikira musuh dalam selimut.

​Nama Ahrie Sonta ikut tersebut. Ironisnya, ia dulu juga berada di ring 1 pengamanan Prabowo.

Di sinilah letak ruwetnya. Ketika kekuasaan, teknologi sadap canggih, dan syahwat politik dicampur aduk dalam satu mangkok, kesetiaan bisa luntur seketika. Loyalitas mendadak punya harga tawar.

“​Siapa yang Sedang Memainkan Siapa?”

​Pepih Nugraha benar dalam catatannya. Perkara ini punya tiga ujung:

  1. Bersih-bersih total institusi kepolisian dari oknum mafia sadap.
  2. Krisis kepercayaan akut di lingkaran elite pemerintahan.
  3. Bahan bakar pertarungan politik jangka panjang

​Nah, kemungkinan ketiganya ini yang paling berbahaya.

​Bisa jadi, ada pihak yang sedang tersenyum lebar di pojokan. Minum kopi sambil menonton dua matahari ini saling curiga.

“Siapa yang paling diuntungkan dari pertengkaran elit?”

Tentu saja bukan rakyat jelata yang tiap hari pusing memikirkan harga minyak goreng. Yang untung ya para pemburu renintah kekuasaan!

​Sebab, bahaya terbesar sebuah negara bukan datang dari serangan meriam musuh di perbatasan.

​Bahaya terbesar adalah ketika presidennya sibuk mencurigai menterinya, menterinya curiga pada ajudannya, dan negaranya terlalu sibuk mencari hantu di dalam rumah sendiri.

​Ayo, selesaikan sampai tuntas!

Jangan biarkan kasus sadap-menyadap ini cuma jadi panggung ganti baju kekuasaan.

Bongkar jaringannya, seret pelakunya ke pengadilan, dan kembalikan kewarasan republik ini! (**)

Oleh: M.Guntur Alting
WhatsAppFacebookX
Kolaborasi

Penulis artikel

geraijenderal@gmail.com
Penulis utama

geraijenderal@gmail.com

Etalase Seni Budaya

Baca Juga

Di Balik Gurihnya Kremesan: Menjaga Kekuatan Merek dari Ketangguhan Sang Legenda, Hj. Suharti - Budayantara TV
Artikel

Di Balik Gurihnya Kremesan: Menjaga Kekuatan Merek dari Ketangguhan Sang Legenda, Hj. Suharti

2 November 20263 menit baca

Oleh : Syamsul Arifin (Masdjo) Dunia kuliner Indonesia berduka atas berpulangnya Hj. Suharti (86), maestro kuliner sekaligus pendiri…

MERAJUT ASA DI UJUNG SENJA - Budayantara TV
Artikel

MERAJUT ASA DI UJUNG SENJA

1 November 20263 menit baca

​Oleh: M.Guntur Alting Dewan Pembina SWI DPW DKI Jakarta Ia tidak melupakan Ibu Ani. Ia merawat kenangan itu…

MENGANTAR PULANG SANG SINGA PODIUM - Budayantara TV
Artikel

MENGANTAR PULANG SANG SINGA PODIUM

18 Oktober 20265 menit baca

Oleh: M.Guntur Alting Dewan Pembina SWI Jaya PUKUL, 10.20 di group Pengurus DPC PRI DKI Jakarta-Selatan, saya dikejutkan…

Tinggalkan tanggapan Batalkan balasan

Ikut dalam percakapan. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

Logo Budayantara TV
Mengangkat Budaya, Menginspirasi Nusantara
Gedung Perfilman H. Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22, Setiabudi, Jakarta Selatan

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber

Media Jaringan

favicon Klikternak.com favicon Kabarlagi.id
favicon Visioneernews.com favicon Heyrizki.my.id

Alamat Redaksi

© 2026 Budayantara TV. Theme by Rasmrq

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber