Lewati ke konten
3 November 2026 Dari Budaya Kita, Untuk Dunia.
Budayantara TV Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Kabar Terkini
BUDAYANTARA Siapkan Lompatan Besar, Renee Partina Dorong Ekosistem Budaya Terintegrasi.KAN Silaut Desak BPN Sumbar Transparan Identifikasi HGU Nomor 08, Jaya DT Sukorami: Masyarakat Adat Harus Dilibatkan!Kolonel Kav Edward Sitorus Genap 58 Tahun, Akhiri Pengabdian Aktif di TNI AD Setelah 36 Tahun: Hidup Bernilai, Hidup BerdampakLewat Sagu Sep, Mahasiswa dan Pelajar Kalai Anim Bangun Kemandirian Organisasi
Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Gedung Perfilman H.Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22 Setiabudi Setiabudi Jakarta Selatan.
Beranda/Kolonel Kav Edward Sitorus Genap 58 Tahun, Akhiri Pengabdian Aktif di TNI AD Setelah 36 Tahun: Hidup Bernilai, Hidup Berdampak
Kebangsaan Tokoh

Kolonel Kav Edward Sitorus Genap 58 Tahun, Akhiri Pengabdian Aktif di TNI AD Setelah 36 Tahun: Hidup Bernilai, Hidup Berdampak

geraijenderal@gmail.comPenulis:geraijenderal@gmail.comUtama2 November 20262 menit baca
Kolonel Kav Edward Sitorus Genap 58 Tahun, Akhiri Pengabdian Aktif di TNI AD Setelah 36 Tahun: Hidup Bernilai, Hidup Berdampak - Budayantara TV

Jakarta,— Budayantara.tv Usia 58 tahun menjadi momentum istimewa bagi Kolonel Kav Edward Sitorus. Bertepatan dengan hari ulang tahunnya, Senin (2/11/2026), ia menandai babak baru kehidupannya setelah mengakhiri masa dinas aktif sebagai prajurit Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD), dengan rekam jejak pengabdian lebih dari 36 tahun kepada bangsa dan negara.

Bagi Edward, perjalanan panjang sebagai prajurit bukan sekadar tentang pangkat, jabatan, maupun penugasan. Lebih dari tiga dekade mengenakan seragam loreng telah membentuk karakter, mengajarkan arti disiplin, tanggung jawab, keberanian, loyalitas, serta keteguhan dalam menghadapi berbagai tantangan.

Sebagai abituren 1990, Edward telah melewati perjalanan panjang dalam dunia kemiliteran. Berbagai pengalaman dan dinamika penugasan menjadi bagian dari proses pengabdian yang membentuk dirinya hingga mencapai penghujung masa tugas aktif.

Namun, berakhirnya masa dinas bukan berarti berhentinya semangat untuk mengabdi.

Mengusung semangat “Hidup Bernilai, Hidup Berdampak”, Edward ingin menjadikan fase kehidupan berikutnya sebagai kesempatan lebih luas untuk berbagi pengalaman, menebarkan inspirasi, dan memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.

Di luar kehidupan militernya, Edward juga dikenal sebagai penggiat media sosial dengan ratusan ribu pengikut. Ia berupaya memanfaatkan platform digital bukan sekadar untuk membangun popularitas, melainkan sebagai ruang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan nilai-nilai kehidupan.

Baginya, pengalaman puluhan tahun dalam dunia militer akan jauh lebih bermakna apabila dapat diwariskan kepada generasi muda. Nilai kedisiplinan, integritas, semangat pantang menyerah, dan kecintaan terhadap bangsa merupakan pelajaran yang perlu terus hidup di tengah masyarakat.

Apresiasi untuk Keluarga dan Babak Baru Kehidupan

Di balik perjalanan panjang pengabdiannya, Edward memberikan penghargaan khusus kepada istri tercinta yang selama ini setia mendampingi.

Ia menyampaikan terima kasih atas kesabaran, dukungan, dan doa yang tidak pernah putus. Kehadiran sang istri menjadi kekuatan tersendiri, terutama ketika menghadapi masa-masa sulit dan melelahkan selama menjalankan tugas sebagai prajurit.

Memasuki usia 58 tahun, Edward berharap Tuhan senantiasa menganugerahkan kesehatan, kebijaksanaan, serta kekuatan untuk terus menjadi berkat bagi sesama.

Ia ingin menjalani kehidupan selanjutnya dengan lebih banyak mengasihi, melayani, dan berbagi. Sebuah komitmen bahwa kehidupan tidak berhenti pada pencapaian pribadi, tetapi juga tentang seberapa besar manfaat yang dapat diberikan kepada orang lain.

Perjalanan Edward menjadi pengingat bahwa pengabdian tidak selalu harus berlangsung di dalam institusi atau di balik seragam kebesaran.

Pangkat dapat berakhir, jabatan dapat berganti, dan masa dinas memiliki batas. Namun, nilai-nilai perjuangan, keteladanan, serta semangat untuk memberikan manfaat bagi bangsa dan sesama seharusnya tidak pernah pensiun.***

WhatsAppFacebookX
Kolaborasi

Penulis artikel

geraijenderal@gmail.com
Penulis utama

geraijenderal@gmail.com

Etalase Seni Budaya

Baca Juga

AKBP Netty Rosdiana Siagian: Ketika Pengabdian, Integritas, dan Suara Hati Nurani Menjadi Pilihan - Budayantara TV
News Tokoh

AKBP Netty Rosdiana Siagian: Ketika Pengabdian, Integritas, dan Suara Hati Nurani Menjadi Pilihan

1 November 20264 menit baca

Jakarta — Budayantara.tv Tidak semua perjalanan pengabdian berakhir dengan mempertahankan jabatan. Ada kalanya seseorang harus mengambil keputusan besar,…

JEJAK YANG BELUM SELESAI: MENGENANG SYAMSIR SIREGAR - Budayantara TV
Artikel Tokoh

JEJAK YANG BELUM SELESAI: MENGENANG SYAMSIR SIREGAR

27 Agustus 20264 menit baca

Oleh: M.Guntur AltingDewan Pembina DPW SWI JAYA Sekber Wartawan Indonesia “Pahlawan yang sebenarnya adalah yang berjuang dalam diam,…

Polemik Vespa Dahnil Anzar, Ketum KNPI Serukan Etika Bermedia Sosial, Kritis pada Kebijakan, Bukan Menyerang Pribadi - Budayantara TV
News Tokoh

Polemik Vespa Dahnil Anzar, Ketum KNPI Serukan Etika Bermedia Sosial, Kritis pada Kebijakan, Bukan Menyerang Pribadi

25 Agustus 20262 menit baca

Jakarta,- Budayantara.tv Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI), Saad Budiman Lubis, S.Pd.I., M.M.,…

Tinggalkan tanggapan Batalkan balasan

Ikut dalam percakapan. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

Logo Budayantara TV
Mengangkat Budaya, Menginspirasi Nusantara
Gedung Perfilman H. Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22, Setiabudi, Jakarta Selatan

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber

Media Jaringan

favicon Klikternak.com favicon Kabarlagi.id
favicon Visioneernews.com favicon Heyrizki.my.id

Alamat Redaksi

© 2026 Budayantara TV. Theme by Rasmrq

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber