Lewati ke konten
26 Agustus 2026 Dari Budaya Kita, Untuk Dunia.
Budayantara TV Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Kabar Terkini
Sang Drupadi, Wanito Pinilih: Ketika Dalang Tunanetra Menghidupkan Kembali Denyut Wayang NusantaraBuceng Porak Sedekah Bumi, Tradisi Gotong Royong Warnai HUT ke-80 RI di Desa MaronWARTAWAN PROFETIKJelang Aksi 27 Agustus, IKB Jabodetabek Serukan Warga Tak Mudah Terprovokasi
Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Gedung Perfilman H.Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22 Setiabudi Setiabudi Jakarta Selatan.
Beranda/Adisurya Abdy: Ketika Komedi Indonesia Kehilangan Kepercayaan Diri
Artikel Film News

Adisurya Abdy: Ketika Komedi Indonesia Kehilangan Kepercayaan Diri

geraijenderal@gmail.comPenulis:geraijenderal@gmail.comUtama3 April 20262 menit baca📍 Jakarta
Adisurya Abdy: Ketika Komedi Indonesia Kehilangan Kepercayaan Diri - Budayantara TV

Jakarta – Budayantara.tv Industri film Indonesia tengah menghadapi sebuah ironi besar. Di saat genre horor melesat menjadi primadona dan merajai layar lebar, komedi justru tampak kehilangan arah bahkan kepercayaan dirinya sendiri.

Fenomena ini bukan tanpa sebab. Kesuksesan film-film seperti KKN di Desa Penari dan Sewu Dino telah membentuk pola baru dalam kebiasaan menonton masyarakat. Penonton kini berbondong-bondong ke bioskop untuk merasakan ketegangan kolektif menjerit, tegang, dan larut dalam rasa takut yang instan namun memuaskan. Bagi industri, formula ini terasa aman, terukur, dan menguntungkan.

Namun di sisi lain, komedi seperti terjebak dalam pemahaman yang dangkal: bahwa cukup menjadi lucu. Padahal, kelucuan semata tidak cukup menopang sebuah film berdurasi panjang. Tanpa konteks, cerita, dan kedalaman, humor hanya bertahan sesaatlalu menguap tanpa bekas.

Indonesia sejatinya pernah memiliki standar komedi yang kuat. Film Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1 membuktikan bahwa komedi bisa menjadi fenomena besar ketika dibangun dengan karakter yang solid, ritme yang tepat, dan identitas yang jelas. Sementara itu, film seperti Agak Laen memberi harapan baru menunjukkan bahwa komedi masih relevan, asalkan mampu beradaptasi dengan zaman. Menariknya, adaptasi tersebut tidak datang dengan melawan horor, melainkan berdamai dan berkolaborasi dengannya.

Menurut Adisurya Abdy, persoalan utama komedi Indonesia saat ini bukan terletak pada penonton, melainkan pada keberanian para kreatornya. Banyak film komedi disusun layaknya kumpulan sketsa yang terpisah, bukan sebagai cerita utuh. Humor sering dijadikan tujuan akhir, bukan alat untuk menyampaikan gagasan. Akibatnya, film kehilangan jiwa, dan penonton kehilangan alasan untuk peduli.

“Horor menang karena disiplin ia tahu apa yang dijual. Komedi kalah karena belum tahu ingin menjadi apa,” tulis Adisurya.Jumat (3/4/2026).

Padahal, jika ditelaah lebih dalam, komedi adalah salah satu genre paling jujur. Ia mampu mengkritik kekuasaan, membongkar kemunafikan sosial, hingga menyentuh luka kolektif dengan cara yang ringan namun mengena. Namun, untuk mencapai itu semua, dibutuhkan sesuatu yang kini terasa langka di industri: keberanian untuk tidak instan.

Jika tren ini terus berlanjut, komedi kemungkinan tetap akan bertahan namun hanya sebagai pelengkap. Ia hadir sekadar sebagai penyeimbang di tengah dominasi horor, bukan sebagai kekuatan utama yang berdiri sendiri.

Dan mungkin, di situlah letak persoalannya. Komedi Indonesia bukan benar-benar kalah dari horor. Ia sedang kalah dari bayangannya sendiri dari masa ketika ia pernah tampil berani, tajam, dan tidak hanya membuat penonton tertawa, tetapi juga berpikir.**

Adisurya Abdy Film Komedi
📍 Jakarta
WhatsAppFacebookX
Kolaborasi

Penulis artikel

geraijenderal@gmail.com
Penulis utama

geraijenderal@gmail.com

Etalase Seni Budaya

Baca Juga

WARTAWAN PROFETIK - Budayantara TV
Artikel

WARTAWAN PROFETIK

25 Agustus 20263 menit baca

Refleksi untuk Khidmat DPW SWI JAYA Sekber Wartawan Indoensia Oleh: M.Guntur Alting Pembina DPW SWI JAYA, Sekber Wartawan…

Jelang Aksi 27 Agustus, IKB Jabodetabek Serukan Warga Tak Mudah Terprovokasi - Budayantara TV
News

Jelang Aksi 27 Agustus, IKB Jabodetabek Serukan Warga Tak Mudah Terprovokasi

25 Agustus 20262 menit baca

Jakarta,— Budayantara.tv Menjelang rencana aksi penyampaian aspirasi yang akan berlangsung pada 27 Agustus 2026, Ikatan Keluarga Besar Betawi…

Wanam di Tengah Arus Pembangunan, MPSI Dorong Adat Jadi Fondasi dan Ekonomi Warga Naik Kelas - Budayantara TV
News

Wanam di Tengah Arus Pembangunan, MPSI Dorong Adat Jadi Fondasi dan Ekonomi Warga Naik Kelas

25 Agustus 20264 menit baca

Merauke — Budayantara.tv Pembangunan yang terus bergerak di wilayah Wanam dinilai tidak boleh meninggalkan masyarakat adat sebagai penonton.…

Tinggalkan tanggapan Batalkan balasan

Ikut dalam percakapan. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

Lagi Hangat

  1. Puspita Sakanti Buka Resepsi Kenegaraan HUT RI ke-81 Temanggung dengan Bangilun Geol Kenes18 Agustus 2026
  2. Tiga Tahun Betslow, Merawat Budaya Betawi Lewat Kebersamaan dan Kepedulian23 Agustus 2026
  3. In Memoriam Syahrizal (1967-2026)24 Agustus 2026
  4. MEMBANGUN SWI JAYA BERBASIS PENGETAHUAN22 Agustus 2026
  5. IKB Jabodetabek Meriahkan HUT RI ke-81 Lewat Lomba Karaoke Bernuansa Merah Putih15 Agustus 2026

Rekomendasi untuk Anda

Adisurya Abdy: Ketika Komedi Indonesia Kehilangan Kepercayaan Diri - Budayantara TVSang Drupadi, Wanito Pinilih: Ketika Dalang Tunanetra Menghidupkan Kembali Denyut Wayang Nusantara
Adisurya Abdy: Ketika Komedi Indonesia Kehilangan Kepercayaan Diri - Budayantara TVBuceng Porak Sedekah Bumi, Tradisi Gotong Royong Warnai HUT ke-80 RI di Desa Maron
Adisurya Abdy: Ketika Komedi Indonesia Kehilangan Kepercayaan Diri - Budayantara TVWARTAWAN PROFETIK
Adisurya Abdy: Ketika Komedi Indonesia Kehilangan Kepercayaan Diri - Budayantara TVJelang Aksi 27 Agustus, IKB Jabodetabek Serukan Warga Tak Mudah Terprovokasi
Adisurya Abdy: Ketika Komedi Indonesia Kehilangan Kepercayaan Diri - Budayantara TVWanam di Tengah Arus Pembangunan, MPSI Dorong Adat Jadi Fondasi dan Ekonomi Warga Naik Kelas

Lokasi

📍 Jakarta 254📍 Bogor 18📍 Bekasi 13📍 Purwokerto 11📍 Pasuruan 11

Tetap Terhubung

Isi URL media sosial di Customizer atau tetapkan Menu Sosial.

Logo Budayantara TV
Mengangkat Budaya, Menginspirasi Nusantara
Gedung Perfilman H. Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22, Setiabudi, Jakarta Selatan

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber

Media Jaringan

favicon Klikternak.com favicon Kabarlagi.id
favicon Visioneernews.com favicon Heyrizki.my.id

Alamat Redaksi

© 2026 Budayantara TV. Theme by Rasmrq

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber