Ponorogo — Budayantara.tv Tradisi Buceng Porak Sedekah Bumi menjadi salah satu wujud kebersamaan masyarakat Desa Maron, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo, dalam memperingati HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus menjaga tradisi dan nilai budaya yang hidup di tengah masyarakat.
Kegiatan tersebut menjadi momentum kebersamaan warga dalam melestarikan tradisi yang sarat dengan nilai gotong royong, rasa syukur, doa, dan harapan. Dalam pelaksanaannya, terlihat sebuah tumpeng berukuran besar yang dibuat dan dibawa secara bersama-sama oleh warga, tetangga, serta kerabat.
Tumpeng dalam tradisi Buceng Porak tidak hanya menjadi sajian makanan. Lebih dari itu, keberadaannya menjadi simbol doa, harapan, rasa syukur, serta semangat kebersamaan masyarakat.
Kegiatan ini juga turut diramaikan oleh para pemuda dan pemudi Sebulus Maron Wetan. Sejumlah generasi muda ikut ambil bagian dalam memeriahkan kegiatan tersebut, di antaranya Ahmad Ramadani dan Ilham Nur Abidin, bersama pemuda-pemudi lainnya.
Keterlibatan generasi muda dalam kegiatan Buceng Porak Sedekah Bumi menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan tradisi. Kehadiran mereka tidak hanya menambah semarak perayaan, tetapi juga menunjukkan bahwa nilai-nilai budaya dan gotong royong masih terus diwariskan kepada generasi berikutnya.
Proses pembuatan hingga pelaksanaan tradisi melibatkan masyarakat secara bersama-sama. Dengan demikian, Buceng Porak tidak hanya menjadi sebuah ritual budaya, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat hubungan sosial dan memperkuat kebersamaan antarwarga.
Semangat Sedekah Bumi yang tercermin dalam kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa pelestarian tradisi dapat berjalan beriringan dengan peringatan hari besar nasional. Di tengah perayaan kemerdekaan, masyarakat tidak hanya mengenang perjuangan bangsa, tetapi juga memperkuat identitas budaya dan nilai kebersamaan yang diwariskan secara turun-temurun.
Buceng Porak Sedekah Bumi di Desa Maron, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo menjadi gambaran bagaimana tradisi lokal tetap memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat. Melalui kebersamaan, gotong royong, doa, dan rasa syukur, tradisi tersebut terus menjadi bagian dari upaya menjaga warisan budaya sekaligus memperkuat persatuan warga.




