Pasuruan –Budayantara.tv Sebuah gagasan budaya dan spiritual bertajuk Sinkronasi Enerjologi Pasopati Arjuno – Untung Suropati mengemuka di kawasan Purwosari, Pasuruan, Jawa Timur. Gagasan ini menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif dalam membaca kembali makna energi budaya Nusantara melalui pendekatan “enerjologi”.yakni perpaduan energi, keberuntungan (bejo/untung), dan logika makna.

Inisiatif ini digagas oleh Guntur Bisowarno bersama sejumlah pegiat budaya, dengan menitikberatkan pada keterhubungan nilai simbolik antara Gunung Arjuno, khususnya Puncak Indrokilo, dengan sosok pahlawan nasional Untung Suropati.

Momentum Pencerahan Budaya Nusantara

Gerakan ini disebut sebagai bagian dari “Pencerahan Timur Raya”, sebuah upaya pemulihan dan pemuliaan budaya peradaban Nusantara. Fokus utamanya adalah menggali kembali ilmu kaweruh kebijaksanaan leluhur yang terkandung dalam nama-nama tokoh, wilayah, hingga simbol-simbol budaya.

Pasuruan dipilih sebagai titik awal karena memiliki jejak historis kuat, termasuk melalui peristiwa budaya seperti Kirab Budaya Pasoeroean Tempo Doeloe yang digelar pada 4 April 2026.

Dua Peristiwa Kunci

Dari rangkaian kegiatan tersebut, muncul dua peristiwa penting:

Penetapan Gagasan “Pasuruan Kota Suropati”
Pasca kirab budaya, terjadi pertemuan antara Bopo Robani dan Guntur Bisowarno yang melahirkan gagasan transformasi identitas Pasuruan sebagai “Kota Suropati” pada Minggu Legi, 19 April 2026.

Keterhubungan Pasopati dan Suropati
Bersama Joko Pasopati, dirumuskan hubungan simbolik antara “Pasopati” dan “Suropati” sebagai satu kesatuan makna energi dan sejarah.

Makna “PATI” dalam Sastra Realita

Dalam kajian yang disebut Sloka Sastra Realita, ditemukan kesamaan makna pada kata “PATI”, yang dimaknai sebagai:

Inti sari / saripati
Purwo sari (asal mula)
Transformasi makna dalam bahasa dan budaya

Konsep ini menjadi jembatan simbolik antara Pasopati (senjata Arjuna) dan Suropati (tokoh sejarah), yang keduanya dianggap memiliki “inti kekuatan” dalam konteks berbeda.

Pasopati: Simbol Ketepatan dan Kekuatan

Dalam wiracarita Mahabharata, Panah Pasopati adalah senjata sakti milik Arjuna yang dianugerahkan oleh Dewa Siwa. Senjata ini dikenal melambangkan ketepatan, fokus, dan kekuatan yang tak meleset dari sasaran.

Dalam konteks modern, simbol ini bahkan digunakan dalam aplikasi perpajakan daerah sebagai akronim ketepatan dan akurasi layanan publik.

Untung Suropati: Simbol Perlawanan dan Keberuntungan

Sementara itu, Untung Suropati dikenal sebagai tokoh perlawanan terhadap VOC yang memiliki perjalanan hidup penuh transformasi—dari seorang budak menjadi adipati di Pasuruan.

Ia menjadi simbol keberanian, kecerdikan, dan keberuntungan yang berpihak pada kebenaran, hingga akhirnya gugur dalam pertempuran di Bangil pada 1706.

Refleksi Filosofis: “PAsuruan SejaTi”

Gagasan ini juga melahirkan refleksi filosofis mengenai makna “Pasuruan” sebagai simbol ketaatan dan petunjuk Ilahi. Dalam narasi spiritualnya, disebutkan bahwa keberuntungan sejati adalah ketika manusia senantiasa berada dalam petunjuk Tuhan.

Nilai ini diperkuat dengan kutipan ayat Al-Qur’an yang menegaskan bahwa orang yang mendapat petunjuk adalah mereka yang beruntung.

Kolaborasi Budaya ke Depan

Gerakan ini diharapkan menjadi awal dari kolaborasi kreatif, inovatif, dan transformatif dalam membangun kembali identitas budaya lokal yang berakar kuat namun relevan dengan zaman.

Dengan menghubungkan simbol, sejarah, dan makna, Pasuruan diharapkan mampu menjadi pusat kebangkitan nilai-nilai budaya Nusantara yang hidup dan berkesadaran.

Penulis: Mbah Openi
Praktisi Manusia Sastra Budaya Canggih

Budayantara TV
Budayantara TV — platform digital yang melestarikan dan mempromosikan budaya Indonesia. Fokus: seni, event, kuliner, tokoh budaya, pelestarian, inovasi

Sukses Gelar Haflah III YGMQ, Kankemenag Kab. Bogor Berikan Apresiasi

Previous article

Jejak Sejarah Batu Raden, Hidup Kembali Lewat Tarian MAN 1 Banyumas

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Budaya