Lewati ke konten
27 September 2026 Dari Budaya Kita, Untuk Dunia.
Budayantara TV Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Kabar Terkini
Kampung Silat Petukangan Kenalkan Sastra Betawi kepada Gen-Z Lewat FPK 2026Palestina dan Media: Siapa yang Bersuara, Siapa yang Didengar?Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat BeksiPENJARA KASTA​-Yang Kaya Ber-AC, Yang MiskinBerdesakan
Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Gedung Perfilman H.Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22 Setiabudi Setiabudi Jakarta Selatan.
Beranda/Sinergi Intelektual dan Spiritual Menggema di Bromo: Pagelaran Wayang “Pandu Swarga” Hidupkan Nilai Leluhur Tengger
Budaya Event News

Sinergi Intelektual dan Spiritual Menggema di Bromo: Pagelaran Wayang “Pandu Swarga” Hidupkan Nilai Leluhur Tengger

geraijenderal@gmail.comPenulis:geraijenderal@gmail.comUtama6 April 20262 menit baca
Sinergi Intelektual dan Spiritual Menggema di Bromo: Pagelaran Wayang “Pandu Swarga” Hidupkan Nilai Leluhur Tengger - Budayantara TV

Pasuruan, — Budayantara.tv Harmoni antara pemikiran akademik dan kearifan spiritual lokal terwujud dalam rangkaian kegiatan budaya dan intelektual yang berlangsung di kawasan Tengger, Bromo. Momentum ini ditandai dengan Saresehan Ekonomi Hijau dan Inisiasi Dana Abadi Pendidikan di Desa Ngadirejo, yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari kalangan akademisi, lembaga kehutanan, komunitas adat, hingga jurnalis etnosistem.

Kegiatan yang digelar pada 28 Maret 2026 tersebut menghadirkan sinergi antara Universitas Airlangga, Perhutani, LMDH Cemara Indah, serta jaringan jurnalis dan pegiat lingkungan Nusantara. Diskusi menyoroti pentingnya ekonomi hijau berbasis kearifan lokal serta keberlanjutan pendidikan bagi masyarakat desa penyangga kawasan Bromo.

Namun, puncak kekuatan nilai budaya justru terasa pada malam harinya. Di Desa Wonokitri, digelar pagelaran wayang kulit Ringgit Purwo klasik dengan lakon Pandu Swarga, yang dibawakan oleh Ki Winarno Sabda dari Sanggar NWB Ngesti Wedharing Budaya, Pasuruan.

Wayang sebagai “Kitab Kehidupan”

Dalam narasinya, Ki Winarno Sabda menegaskan bahwa wayang bukan sekadar tontonan, melainkan tuntunan. Ia menyebut wayang sebagai “bukunya manusia Jawa”—manifestasi kesadaran kolektif dalam memahami makna hidup, tujuan eksistensi, hingga perjalanan batin manusia menuju kesadaran sejati.

Lakon Pandu Swarga sendiri mengisahkan perjuangan Raden Werkudara (Bratasena) yang melakukan tapa brata demi membebaskan roh ayahnya, Prabu Pandu, dan ibunya Dewi Madrim dari alam penderitaan menuju Swarga Loka. Perjalanan spiritual ini sarat dengan ujian, keteguhan, serta bakti seorang anak kepada orang tuanya—nilai yang tetap relevan lintas zaman.

Resonansi dengan Tradisi Tengger

Menariknya, kisah dalam lakon tersebut memiliki keselarasan kuat dengan tradisi masyarakat Tengger, khususnya ritual Entas-Entas. Tradisi ini merupakan upaya spiritual untuk “mengentaskan” arwah leluhur menuju alam langgeng, melalui rangkaian yadnya atau persembahan suci.

Prosesi ini dipimpin oleh dukun adat yang membacakan mantra-mantra suci, sebagai bentuk permohonan ampun dan kemuliaan bagi leluhur. Filosofinya selaras dengan perjuangan Bratasena dalam Pandu Swarga—yakni bakti dan cinta anak kepada orang tua, bahkan melampaui batas kehidupan dunia.

Selain itu, tradisi Tugel Kuncung juga menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Tengger. Ritual ini diperuntukkan bagi anak yang beranjak dewasa, sebagai simbol pembersihan diri dari energi negatif sekaligus doa agar kehidupannya kelak penuh ketentraman.

Jembatan Nilai Masa Lalu dan Masa Depan

Rangkaian kegiatan ini menunjukkan bahwa pembangunan tidak harus meninggalkan akar budaya. Justru, ketika intelektualitas akademik bertemu dengan spiritualitas lokal, lahirlah pendekatan yang lebih utuh dan berkelanjutan.

Pagelaran wayang di Bromo bukan sekadar pelestarian seni tradisi, tetapi juga medium refleksi kolektif—mengajak manusia modern untuk kembali memahami jati diri, menghormati leluhur, serta menjaga harmoni dengan alam dan Sang Pencipta.

Sebagaimana pesan yang mengalir dalam lakon Pandu Swarga, perjalanan hidup bukan hanya tentang dunia yang kasat mata, melainkan juga tentang kesadaran batin dan bakti yang tulus.

Oleh : Guntur Bisowarno Praktisi Manusia Sastra Budaya Canggih.

Pagelaran Wayang “Pandu Swarga
WhatsAppFacebookX
Kolaborasi

Penulis artikel

geraijenderal@gmail.com
Penulis utama

geraijenderal@gmail.com

Etalase Seni Budaya

Baca Juga

Kampung Silat Petukangan Kenalkan Sastra Betawi kepada Gen-Z Lewat FPK 2026 - Budayantara TV
Budaya News

Kampung Silat Petukangan Kenalkan Sastra Betawi kepada Gen-Z Lewat FPK 2026

27 September 20264 menit baca

Jakarta — Budayantara.tv Sastra Betawi terus didorong agar tidak hanya menjadi warisan masa lalu, tetapi juga hadir dan…

Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat Beksi - Budayantara TV
News

Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat Beksi

27 September 20261 menit baca

Jakarta – Budayantara.tv “Observasi dan wawancara hari ini, membuka wawasan baru mengenai keadaan esksisting wisata di Kampung Wisata…

Menolak Padam: Menjaga Mata Rantai Kesejarahan Melalui Dokumentasi Naskah Wayang Orang Karya Maestro - Budayantara TV
News

Menolak Padam: Menjaga Mata Rantai Kesejarahan Melalui Dokumentasi Naskah Wayang Orang Karya Maestro

26 September 20265 menit baca

Solo,– Budayantara.tv Penerbitan naskah wayang orang dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkokoh struktur identitas kultural bangsa Indonesia. Melalui…

Tinggalkan tanggapan Batalkan balasan

Ikut dalam percakapan. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

Logo Budayantara TV
Mengangkat Budaya, Menginspirasi Nusantara
Gedung Perfilman H. Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22, Setiabudi, Jakarta Selatan

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber

Media Jaringan

favicon Klikternak.com favicon Kabarlagi.id
favicon Visioneernews.com favicon Heyrizki.my.id

Alamat Redaksi

© 2026 Budayantara TV. Theme by Rasmrq

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber