Semarak Tahun Baru Islam 1448 H, Warga Pondok Udik Gelar Sedekah Bumi dan Karnaval Budaya

Semarak Tahun Baru Islam 1448 H, Warga Pondok Udik Gelar Sedekah Bumi dan Karnaval Budaya

Bogor – Budayantara.tv Antusiasme masyarakat dalam menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah tampak begitu semarak di berbagai daerah. Beragam kegiatan digelar sebagai bentuk rasa syukur dan harapan menyongsong tahun baru Islam, mulai dari pawai obor, istigasah, hingga sedekah bumi.

Di Kampung Pondok Udik, RW 03, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, masyarakat merayakan 1 Muharam 1448 H dengan menggelar kegiatan Sedekah Bumi yang berlangsung meriah dan penuh nuansa budaya. Acara diawali dengan karnaval budaya yang menampilkan iringan lengser serta peserta yang mengenakan pakaian adat Sunda.

Kemeriahan semakin terasa dengan hadirnya sejumlah budayawan dan komunitas budaya, di antaranya Komunitas Galuh Pakuan Nusantara, Laskar Wayang Sejati, serta Komunitas Budaya Betawi yang turut memeriahkan perayaan tahun baru Islam tersebut.

Setelah karnaval, kegiatan dilanjutkan dengan pertunjukan pencak silat dan tarian tradisional Sunda yang dipersembahkan oleh para mojang setempat. Penampilan tersebut mendapat sambutan hangat dari warga yang memadati lokasi acara.

Ketua panitia kegiatan, Jaini Mustofa yang akrab disapa Yudistira, dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan Tahun Baru Islam hendaknya menjadi momentum refleksi bagi seluruh masyarakat.

“Antusiasme masyarakat yang begitu besar dalam menyambut 1 Muharam 1448 H harus mampu menjadi momen untuk menjadikan kehidupan lebih bermakna. Semoga tahun ini kita dapat memberikan lebih banyak nilai kebaikan bagi lingkungan dengan menjaga ukhuwah basyariyah, ukhuwah islamiyah, dan ukhuwah wathaniyah,” ujarnya.

Pada acara inti, tokoh agama Kyai Ahmad Suhadi, pimpinan Pesantren Taswirul Afkar 26 yang bersama Uci Wijaya menjadi penggagas kegiatan tersebut, menyampaikan ceramah tentang pentingnya menjaga harmoni antara agama dan budaya.

Menurutnya, agama dan budaya tidak seharusnya dipertentangkan karena keduanya dapat saling melengkapi dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.

“Ulama Nusantara pada masa lalu berhasil menyebarkan Islam melalui pendekatan budaya yang bijaksana. Kearifan lokal yang diwarnai nilai-nilai Islam menjadikan dakwah diterima dengan baik oleh masyarakat. Karena itu, jangan sampai agama dibenturkan dengan budaya,” ungkap Kyai Suhadi.

Ia mencontohkan bagaimana Nabi Muhammad SAW dalam berdakwah tidak serta-merta menghapus seluruh tradisi yang hidup di tengah masyarakat Arab saat itu, melainkan melakukan penyempurnaan terhadap tradisi yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam.

Menurutnya, pendekatan dakwah yang mengedepankan kebijaksanaan dan penghargaan terhadap budaya lokal merupakan salah satu teladan yang diwariskan oleh para ulama Nusantara.

Perayaan Tahun Baru Islam 1448 H di Pondok Udik berlangsung dengan penuh kegembiraan, kebersamaan, dan semangat persaudaraan. Melalui kegiatan ini, masyarakat berharap hadirnya tahun baru Islam dapat menjadi momentum perubahan menuju kehidupan yang lebih baik, baik bagi lingkungan sekitar maupun bagi bangsa Indonesia secara keseluruhan.**

About Author

Budayantara TV

Budayantara TV adalah platform media digital yang berdedikasi untuk melestarikan dan mempromosikan kekayaan budaya Indonesia. Kami hadir sebagai jembatan antara nilai-nilai luhur budaya tradisional dengan dinamika kehidupan modern.🎭 Visi Kami: Menjadi etalase budaya Indonesia yang terpercaya, menginspirasi generasi muda untuk mencintai dan melestarikan warisan budaya bangsa.📰 Fokus Liputan: • Seni & Budaya Nusantara • Event & Festival Budaya • Kuliner Tradisional Indonesia • Tokoh & Maestro Budaya • Pelestarian Warisan Leluhur • Inovasi Budaya Kontemporer✨ Komitmen Kami: Menyajikan konten berkualitas, informatif, dan inspiratif tentang kekayaan budaya Indonesia untuk audiens lokal dan global.📧 Kontak: Email: admin@budayantara.tv Website: https://budayantara.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *