Lewati ke konten
27 September 2026 Dari Budaya Kita, Untuk Dunia.
Budayantara TV Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Kabar Terkini
PENJARA KASTA​-Yang Kaya Ber-AC, Yang MiskinBerdesakanMenolak Padam: Menjaga Mata Rantai Kesejarahan Melalui Dokumentasi Naskah Wayang Orang Karya MaestroIn-MemoriamSelamat Jalan Mas Guruh, Putra Bung Karno yang Mengabdikan Hidupnya untuk Seni dan Kebudayaan
Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Gedung Perfilman H.Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22 Setiabudi Setiabudi Jakarta Selatan.
Beranda/MPSI Perkuat Ketahanan Sosial Masyarakat Adat Papua, Peserta PKBM Wasur Dibekali Advokasi Non Litigasi dan Bantuan Pangan
Budaya News

MPSI Perkuat Ketahanan Sosial Masyarakat Adat Papua, Peserta PKBM Wasur Dibekali Advokasi Non Litigasi dan Bantuan Pangan

geraijenderal@gmail.comPenulis:geraijenderal@gmail.comUtama26 Juli 20263 menit baca📍 Merauke
MPSI Perkuat Ketahanan Sosial Masyarakat Adat Papua, Peserta PKBM Wasur Dibekali Advokasi Non Litigasi dan Bantuan Pangan - Budayantara TV

Merauke – Budayantara.tv Yayasan Merah Pusaka Stratejik Indonesia (MPSI) terus memperkuat komitmennya dalam membangun ketahanan sosial masyarakat adat Papua melalui pendekatan pendidikan, pemberdayaan, dan advokasi. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi advokasi non litigasi dan penyaluran bantuan bahan makanan kepada peserta didik PKBM Kanajeraf Kum Niyenggeuw Kyerku Wasur, Distrik Wasur, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, Minggu (26/7/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Koordinator Kajian Kebijakan MPSI, Annas Fitrah Akbar, dan diikuti oleh anak-anak serta peserta didik yang berasal dari kawasan masyarakat adat di sekitar Wasur, termasuk wilayah yang tengah mengalami dinamika pembangunan akibat hadirnya proyek-proyek strategis berskala besar.

Annas mengatakan, pembangunan tidak hanya diukur dari tersedianya infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan masyarakat untuk memahami hak-haknya, berpartisipasi dalam proses pembangunan, serta menjaga kohesi sosial di tengah perubahan yang terjadi.

“Pembangunan yang berkualitas harus diiringi dengan penguatan kapasitas masyarakat. Karena itu, kami hadir untuk memperkenalkan advokasi non litigasi sebagai instrumen penyelesaian persoalan yang mengedepankan dialog, musyawarah, partisipasi, dan pendekatan yang sesuai dengan nilai-nilai demokrasi serta hukum yang berlaku,” ujar Annas.

Menurutnya, advokasi non litigasi menjadi instrumen penting bagi masyarakat, khususnya generasi muda, agar mampu menyampaikan aspirasi secara konstitusional tanpa harus mengedepankan konflik.

“Melalui pemahaman tersebut, masyarakat didorong menjadi subjek pembangunan yang aktif, kritis, sekaligus bertanggung jawab”, ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa masyarakat adat yang memiliki literasi hukum dan pemahaman terhadap mekanisme advokasi akan lebih siap menghadapi berbagai perubahan sosial maupun kebijakan publik. Dengan demikian, setiap aspirasi dapat disampaikan melalui jalur dialog, mediasi, konsultasi publik, hingga mekanisme administratif yang tersedia.

“Kami ingin membangun kesadaran bahwa setiap warga negara memiliki hak untuk didengar sekaligus memiliki tanggung jawab menjaga persatuan. Advokasi non litigasi mengajarkan masyarakat untuk menyelesaikan persoalan secara bermartabat, mengedepankan musyawarah, serta membangun komunikasi yang produktif dengan seluruh pemangku kepentingan,” katanya.

Annas menilai penguatan literasi hukum sejak usia dini merupakan investasi jangka panjang dalam membangun masyarakat yang tangguh.

“Anak-anak yang memahami nilai-nilai kebangsaan, hak konstitusional, dan pentingnya penyelesaian masalah secara damai akan tumbuh menjadi generasi yang mampu menjaga stabilitas sosial sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan daerahnya”, jelasnya.

Selain memberikan materi advokasi, MPSI juga menyerahkan bantuan bahan makanan kepada para peserta PKBM sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan pendidikan anak-anak di wilayah Wasur.

Annas menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan. Anak-anak yang memperoleh kecukupan pangan akan memiliki kondisi fisik dan psikologis yang lebih baik sehingga mampu mengikuti proses belajar secara optimal.

“Bantuan bahan makanan ini bukan sekadar bantuan sosial. Ini adalah bentuk investasi kemanusiaan. Kami ingin memastikan anak-anak tetap memiliki semangat belajar, tumbuh sehat, dan tidak kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan yang layak hanya karena keterbatasan ekonomi. Pendidikan dan pemenuhan kebutuhan dasar harus berjalan beriringan agar mampu melahirkan sumber daya manusia Papua yang unggul,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa keberadaan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) memiliki peran strategis dalam memperluas akses pendidikan bagi kelompok masyarakat yang berada di wilayah terpencil maupun yang menghadapi berbagai keterbatasan.

“Oleh karena itu, penguatan PKBM merupakan investasi sosial yang akan memberikan manfaat besar bagi pembangunan sumber daya manusia Papua”, tegasnya.

MPSI berharap kegiatan ini dapat memperkuat ketahanan sosial masyarakat adat melalui peningkatan literasi hukum, penguatan partisipasi publik, serta tumbuhnya budaya dialog dalam menyelesaikan berbagai persoalan.

“Di sisi lain, dukungan terhadap pemenuhan kebutuhan dasar peserta didik diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik dan mendorong lahirnya generasi Papua yang sehat, cerdas, berkarakter, serta mampu menjadi pelaku utama pembangunan di tanah kelahirannya”, harapnya.

Bagi MPSI, pembangunan yang berkelanjutan tidak hanya membangun jalan, gedung, atau kawasan ekonomi, tetapi juga membangun manusia.

“Ketika masyarakat memiliki pengetahuan, ruang berpartisipasi, dan terpenuhi kebutuhan dasarnya, maka di situlah fondasi ketahanan sosial dan masa depan Papua yang lebih maju dapat diwujudkan,” tutup Annas.

#Papua Yayasan Merah Pusaka Stratejik Indonesia (MPSI)
📍 Merauke
WhatsAppFacebookX
Kolaborasi

Penulis artikel

geraijenderal@gmail.com
Penulis utama

geraijenderal@gmail.com

Etalase Seni Budaya

Baca Juga

Menolak Padam: Menjaga Mata Rantai Kesejarahan Melalui Dokumentasi Naskah Wayang Orang Karya Maestro - Budayantara TV
News

Menolak Padam: Menjaga Mata Rantai Kesejarahan Melalui Dokumentasi Naskah Wayang Orang Karya Maestro

26 September 20265 menit baca

Solo,– Budayantara.tv Penerbitan naskah wayang orang dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkokoh struktur identitas kultural bangsa Indonesia. Melalui…

Selamat Jalan Mas Guruh, Putra Bung Karno yang Mengabdikan Hidupnya untuk Seni dan Kebudayaan - Budayantara TV
News

Selamat Jalan Mas Guruh, Putra Bung Karno yang Mengabdikan Hidupnya untuk Seni dan Kebudayaan

26 September 20263 menit baca

Jakarta — Budayantara.tv Indonesia kembali kehilangan salah satu tokoh yang perjalanan hidupnya lekat dengan seni, musik dan kebudayaan.…

PJBW Pekan Ke -94 di Cilincing, Kolaborasi Bersama MADAS Nusantara Berbagi Ratusan Paket Nasi ke Warga - Budayantara TV
News

PJBW Pekan Ke -94 di Cilincing, Kolaborasi Bersama MADAS Nusantara Berbagi Ratusan Paket Nasi ke Warga

25 September 20264 menit baca

Jakarta – Budayantara.tv Barengan bikin Jumat Berkah di Jalan Raya Cilincing, Jakarta Utara, Masyarakat Madura Asli (MADAS) Nusantara…

Tinggalkan tanggapan Batalkan balasan

Ikut dalam percakapan. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

Logo Budayantara TV
Mengangkat Budaya, Menginspirasi Nusantara
Gedung Perfilman H. Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22, Setiabudi, Jakarta Selatan

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber

Media Jaringan

favicon Klikternak.com favicon Kabarlagi.id
favicon Visioneernews.com favicon Heyrizki.my.id

Alamat Redaksi

© 2026 Budayantara TV. Theme by Rasmrq

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber