Sanggar Si Jantuk Binaan Sudinbud Jakbar Meriahkan BTN JAKIM 2026 dengan Atraksi Ondel-Ondel Dinamis

Jakarta, – Budayantara.tv Kemeriahan ajang BTN Jakarta International Marathon (JAKIM) 2026 tidak hanya dirasakan para pelari yang memadati rute lomba, tetapi juga masyarakat yang turut menyaksikan perhelatan olahraga bertaraf internasional tersebut. Salah satu daya tarik yang mencuri perhatian adalah penampilan Ondel-Ondel Dinamis dari Sanggar Seni Si Jantuk, binaan Suku Dinas Kebudayaan Kota Administrasi Jakarta Barat, yang tampil memukau di kawasan Shell Dr. Satrio, Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (14/6).
Kehadiran boneka raksasa khas Betawi itu menjadi magnet tersendiri di sepanjang rute marathon. Dengan iringan musik tradisional yang enerjik, para seniman muda Sanggar Si Jantuk sukses menghadirkan suasana meriah sekaligus membangkitkan semangat ribuan peserta yang melintas.
Pimpinan Sanggar Seni Si Jantuk, Raindbown, mengaku bangga karena sanggarnya dipercaya menjadi salah satu perwakilan sanggar seni binaan Sudin Kebudayaan Jakarta Barat untuk memeriahkan BTN JAKIM 2026.
“Kami sangat senang dan bangga bisa turut menghibur serta memberikan semangat kepada seluruh peserta Jakarta International Marathon melalui pertunjukan Ondel-Ondel Dinamis yang dipadukan dengan tarian dan jurus pencak silat,” ujarnya.
Menurut Raindbown, momentum ini juga menjadi sarana untuk mengajak generasi muda agar lebih aktif dalam membina, mengembangkan, melestarikan, dan memanfaatkan khazanah budaya bangsa, khususnya seni Ondel-Ondel Betawi.
Sebagai salah satu anggota sanggar, Kezia, yang bertugas membawa kembang kelapa dalam pertunjukan tersebut, mengaku menikmati pengalaman tampil di tengah euforia marathon internasional.
“Kegiatannya sangat menyenangkan. Banyak pelari yang berhenti untuk memvideokan, memotret, bahkan ikut berinteraksi dan tampil bersama kami. Mereka tidak hanya mendapatkan semangat dari kami, tetapi juga ikut menyemangati kami yang sedang tampil,” tuturnya antusias.
Sementara itu, Septiyan, seniman muda Betawi sekaligus anggota sanggar, menilai kolaborasi antara olahraga dan budaya dalam BTN JAKIM 2026 menjadi langkah positif untuk mengajak masyarakat menerapkan pola hidup sehat sekaligus mencintai budaya lokal.
“Ini kegiatan yang sangat bagus. Kami mengapresiasi panitia Jakarta International Marathon yang telah memberikan ruang bagi sanggar-sanggar seni di Jakarta untuk ikut berpartisipasi. Semoga kegiatan ini terus menjadi agenda rutin di Provinsi DKI Jakarta,” katanya.
Penampilan Sanggar Si Jantuk menjadi bukti bahwa budaya Betawi tetap memiliki tempat istimewa di tengah berbagai kegiatan modern dan internasional. Melalui perpaduan olahraga, seni, dan budaya, BTN JAKIM 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi lari, tetapi juga panggung yang memperkenalkan kekayaan budaya Jakarta kepada masyarakat luas dan peserta dari berbagai daerah maupun negara.
(ziz)


