Jakarta, — Budayantara.id Upaya memperkuat pelestarian dan pengembangan budaya Betawi terus mendapat ruang melalui kolaborasi antara masyarakat, organisasi kebudayaan, dan pemerintah daerah. Hal itu mengemuka dalam audiensi Ikatan Keluarga Besar Betawi (IKB) Jabodetabek dengan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat, Kamis (13/8/2026).
Audiensi yang berlangsung mulai pukul 13.30 WIB hingga selesai tersebut digelar di Ruang Rapat Wakil Wali Kota, Blok A Lantai 2, Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Barat. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk membangun komunikasi sekaligus membahas penguatan budaya Betawi, termasuk rencana kegiatan Budayantara Fest 2026.
Wali Kota Administrasi Jakarta Barat Hj. Iin Mutmainnah diwakili Asisten Pemerintahan (Aspem) Sekretariat Kota Administrasi Jakarta Barat, Holi Susanto.
Audiensi tersebut merupakan tindak lanjut atas surat Ketua Umum IKB Jabodetabek tertanggal 14 Juli 2026 terkait permohonan audiensi. Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat kemudian mengundang sejumlah unsur terkait untuk hadir dan mengikuti pembahasan.
Dari jajaran IKB Jabodetabek hadir Ketua Umum H. Jayadih, HR, SE., bersama jajaran pengurus DPP IKB Jabodetabek. Turut hadir Ketua Umum DPP KNPI Saad Budiman Lubis, CEO AVR Performa Renee Partina, Founder BMDN Masdjo Arifin, serta Yoyok Abidin.
Pertemuan ini juga melibatkan unsur lintas sektor, termasuk Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta, khususnya bidang kehutanan, serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut memperlihatkan bahwa audiensi tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi. Forum ini menjadi ruang strategis untuk membicarakan potensi kolaborasi di bidang kebudayaan, pemanfaatan ruang publik, pemberdayaan masyarakat, ekonomi kreatif, pariwisata, hingga penguatan identitas Betawi di tengah perkembangan Jakarta.
Budayantara Fest 2026 Jadi Ruang Kolaborasi
Salah satu agenda yang menjadi perhatian adalah Budayantara Fest 2026, yang digagas sebagai ruang pertemuan berbagai ekspresi seni dan budaya Nusantara dengan akar budaya Betawi sebagai salah satu kekuatan utama.
Bagi IKB Jabodetabek, kegiatan budaya tidak cukup hanya menghadirkan pertunjukan. Festival juga harus mampu membuka ruang edukasi, kreativitas generasi muda, pemberdayaan pelaku UMKM dan ekonomi kreatif, sekaligus mempertemukan komunitas dengan pemerintah.
Karena itu, pembahasan bersama Pemkot Jakarta Barat menjadi penting untuk memastikan kegiatan budaya dapat berjalan secara terarah, memiliki manfaat bagi masyarakat, serta memanfaatkan ruang publik secara positif.
Budaya Betawi sendiri tidak hanya berbicara tentang seni pertunjukan, kuliner, bahasa, busana, dan tradisi. Budaya merupakan bagian dari identitas Jakarta yang terus hidup melalui masyarakatnya.
Di tengah perubahan wajah Jakarta yang semakin modern, keberadaan budaya lokal justru semakin penting. Generasi muda perlu diberikan ruang untuk mengenal, mengembangkan, sekaligus menghadirkan budaya Betawi dalam bentuk yang relevan dengan perkembangan zaman.
Menjaga Akar, Menyambut Masa Depan
Audiensi IKB Jabodetabek dengan Pemkot Jakarta Barat diharapkan menjadi awal dari komunikasi yang lebih konkret dan kolaborasi berkelanjutan.
IKB Jabodetabek juga memiliki ruang strategis untuk menyampaikan aspirasi masyarakat Betawi sekaligus ikut mengambil bagian dalam pembangunan Jakarta yang tetap berpijak pada nilai sejarah dan kebudayaan.
Kolaborasi antara pemerintah, organisasi masyarakat, komunitas budaya, pelaku seni, generasi muda, dan sektor kreatif menjadi kunci agar budaya tidak berhenti sebagai warisan masa lalu, tetapi tumbuh menjadi kekuatan sosial dan ekonomi bagi masa depan.
Audiensi ini pun menegaskan satu pesan penting: pembangunan kota dan pelestarian budaya bukan dua hal yang harus dipertentangkan.
Jakarta boleh terus bergerak menuju masa depan, tetapi identitasnya tetap tumbuh dari akar budaya yang dijaga dan dikembangkan bersama.




