Lewati ke konten
14 Oktober 2026 Dari Budaya Kita, Untuk Dunia.
Budayantara TV Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Kabar Terkini
Duta Besar Palestina Ajak Masyarakat Jakarta Hadiri Budayantara Fest 2026KALIMANTAN, PULAU SEMAR INDAH NUSANTARA: Menyingkap Makna Alam, Budaya, dan Kesadaran KehidupanUniversitas Darunnajah Jakarta Kenalkan Pencak Silat Beksi ke Jepang, Budaya Betawi Menembus Batas NegaraPJLP: Penjaga Jakarta yang Terancam Rentan di Hari Tua, Pemprov DKI Didorong Segera Evaluasi Perlindungan Sosial
Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Gedung Perfilman H.Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22 Setiabudi Setiabudi Jakarta Selatan.
Beranda/Sandhi Sastra “Saloka Jati” Guntur Bisowarno: Perpaduan Budaya, Spiritualitas, dan Kesadaran Modern
Budaya Event News

Sandhi Sastra “Saloka Jati” Guntur Bisowarno: Perpaduan Budaya, Spiritualitas, dan Kesadaran Modern

geraijenderal@gmail.comPenulis:geraijenderal@gmail.comUtama24 April 20263 menit baca
Sandhi Sastra “Saloka Jati” Guntur Bisowarno: Perpaduan Budaya, Spiritualitas, dan Kesadaran Modern - Budayantara TV

Purwosari, – Budayantara.tv Jejak pertemuan dua tokoh budaya Jawa, Budayawan Guntur Bisowarno dan Ki Dalang Winarno Sabda, melahirkan sebuah karya sastra spiritual yang sarat makna dan refleksi kehidupan. Keduanya sebelumnya terlibat dalam Pagelaran Kirab Budaya Pasoeroean Tempo Doeloe pada Sabtu, 4 April 2026, yang menjadi titik awal lahirnya gagasan mendalam tentang manusia, budaya, dan kesadaran.

Dua puluh hari setelah pertemuan tersebut, lahirlah sebuah karya bertajuk “Sandhi Sastra Saloka Jati Guntur Bisowarno”, yang disusun dalam bentuk saloka puisi filosofis khas Jawa yang mengandung ajaran hidup. Karya ini menekankan pentingnya perjalanan manusia dalam menemukan jati diri melalui laku, usaha, dan keteguhan batin.

Isi “Saloka Jati” menggambarkan perjalanan hidup manusia yang tidak hanya berorientasi pada diri pribadi, tetapi juga pada harmoni dengan sesama dan alam semesta. Nilai-nilai seperti ketekunan, kebenaran, kesabaran, serta spiritualitas menjadi benang merah dalam setiap baitnya.

Pagelaran Wayang sebagai Landasan Filosofi

Karya ini tidak lahir dari ruang kosong. Ia berakar dari pagelaran Wayang Kulit Ringgit Purwo Klasik yang digelar di kawasan Gua Semar, Dusun Kletak, Desa Ngadirejo, Kecamatan Tutur, Pasuruan. Pagelaran tersebut mengangkat tiga lakon utama:

Semar Babad Tanah Jawa

Semar Mbangun Kahyangan

Semar Babar Jati Diri

Ketiga lakon ini memperkuat pesan tentang asal-usul, pembangunan kesadaran, hingga pencapaian jati diri manusia.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari dokumentasi budaya yang diarsipkan dalam konsep Perpustakaan Baru Kuno Modern HORAIZO di kawasan Gunung Arjuno, yang digagas sebagai pusat peradaban dan pelestarian warisan leluhur.

Konsep “3 Laku Tobe(La)”: Intisari Kehidupan

Dalam saresehan antara Guntur Bisowarno dan Ki Suwarno, lahirlah konsep penting bernama “TRIOPSI TRIOKSI – TRIAKSI”, yang dirangkum dalam tiga laku utama:

  1. Tobe Lajar (Sinau) belajar sepanjang hayat
  2. Tobe Langkah berani melangkah dalam kehidupan
  3. Tobe Laku menjalani praktik spiritual secara nyata

Ketiga konsep ini diarahkan untuk mencapai harmoni dalam tiga dimensi kehidupan:

Memayu hayuning diri (memperbaiki diri pribadi)

Memayu hayuning sesama (menjaga hubungan sosial)

Memayu hayuning bawana (merawat alam semesta)

Jejak Bahasa sebagai Rekam Kecerdasan Leluhur

Salah satu bagian menarik dari gagasan ini adalah penekanan pada “aran” atau penamaan. Menurut pemikiran yang diangkat, setiap nama, sebutan, dan istilah merupakan jejak rekam kesadaran manusia yang mengandung makna mendalam.

Bahasa tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga warisan spiritual dan intelektual leluhur Nusantara yang menyimpan pesan tersembunyi (sansekreta) dan nilai kebijaksanaan.

“Asma Kinaryo Jopo”: Nama adalah Doa

Konsep lain yang menguat dalam karya ini adalah filosofi Jawa bahwa nama adalah doa. Setiap nama diyakini mengandung harapan, energi, dan makna yang lahir dari kesadaran batin sang pemberi nama.

Melalui proses olah rasa, pikir, dan batin, manusia dianggap mampu menangkap “sabda alam”yakni kebijaksanaan ilahiah yang terhubung dengan Tuhan Yang Maha Esa.

Penutup

“Sandhi Sastra Saloka Jati” bukan sekadar karya sastra, melainkan refleksi perjalanan spiritual manusia Jawa yang relevan dengan kehidupan modern. Ia menjadi jembatan antara tradisi dan kesadaran masa kini mengajak manusia untuk kembali memahami diri, sesama, dan alam dalam satu kesatuan harmoni.

Karya ini disampaikan oleh Mbah Openi, praktisi manusia sastra budaya canggih, sebagai bagian dari upaya merawat dan menghidupkan kembali nilai-nilai luhur budaya Nusantara di tengah perkembangan zaman.

Saloka Jati
WhatsAppFacebookX
Kolaborasi

Penulis artikel

geraijenderal@gmail.com
Penulis utama

geraijenderal@gmail.com

Etalase Seni Budaya

Baca Juga

Duta Besar Palestina Ajak Masyarakat Jakarta Hadiri Budayantara Fest 2026 - Budayantara TV
Event News

Duta Besar Palestina Ajak Masyarakat Jakarta Hadiri Budayantara Fest 2026

13 Oktober 20262 menit baca

Milad ke-25 IKB Jabodetabek dan Budayantara ke-2, Satukan Budaya dalam Semangat Kemanusiaan Jakarta,— Budayantara.tv Duta Besar Palestina untuk…

KALIMANTAN, PULAU SEMAR INDAH NUSANTARA: Menyingkap Makna Alam, Budaya, dan Kesadaran Kehidupan - Budayantara TV
News

KALIMANTAN, PULAU SEMAR INDAH NUSANTARA: Menyingkap Makna Alam, Budaya, dan Kesadaran Kehidupan

13 Oktober 20267 menit baca

Ki Guntur Bisowarno Menggagas Sloka Sastra Realita, Menghubungkan Simbol Budaya dengan Tanggung Jawab Merawat Alam Pasuruan,Jawa Timur —…

Universitas Darunnajah Jakarta Kenalkan Pencak Silat Beksi ke Jepang, Budaya Betawi Menembus Batas Negara - Budayantara TV
News

Universitas Darunnajah Jakarta Kenalkan Pencak Silat Beksi ke Jepang, Budaya Betawi Menembus Batas Negara

12 Oktober 20263 menit baca

Jakarta — Budayantara.tv Upaya memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara ke panggung internasional terus dilakukan Universitas Darunnajah Jakarta. Melalui program…

Tinggalkan tanggapan Batalkan balasan

Ikut dalam percakapan. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

Logo Budayantara TV
Mengangkat Budaya, Menginspirasi Nusantara
Gedung Perfilman H. Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22, Setiabudi, Jakarta Selatan

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber

Media Jaringan

favicon Klikternak.com favicon Kabarlagi.id
favicon Visioneernews.com favicon Heyrizki.my.id

Alamat Redaksi

© 2026 Budayantara TV. Theme by Rasmrq

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber