Lewati ke konten
24 Agustus 2026 Dari Budaya Kita, Untuk Dunia.
Budayantara TV Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Kabar Terkini
Spirit Maulid Nabi, Momentum Merawat Kemanusiaan dan Persatuan BangsaTiga Tahun Betslow, Merawat Budaya Betawi Lewat Kebersamaan dan KepedulianASAP, WAKTU, DAN INGATANBukan Sekadar Hura-hura, Ini Makna HUT RI ke-81 bagi Warga RW 18 Duta Mekar Asri
Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Gedung Perfilman H.Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22 Setiabudi Setiabudi Jakarta Selatan.
Beranda/Republik Proposal, Dana Abadi, dan Masa Depan Dewan Kesenian
News

Republik Proposal, Dana Abadi, dan Masa Depan Dewan Kesenian

geraijenderal@gmail.comPenulis:geraijenderal@gmail.comUtama17 Februari 20263 menit baca
Republik Proposal, Dana Abadi, dan Masa Depan Dewan Kesenian - Budayantara TV

Dari UU Pemajuan Kebudayaan hingga Rekomendasi Ancol

Oleh: Adipatilawe
Sutradara Teater Jiwa Jakarta dan Praktisi Hukum

Jakarta,- Budayantara.tv Pengesahan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan adalah tonggak penting. Untuk pertama kalinya, kebudayaan ditempatkan sebagai arus utama pembangunan nasional. Kehadiran Dana Abadi Kebudayaan melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan mempertegas komitmen fiskal negara terhadap sektor ini.
Namun sebagai praktisi hukum, saya melihat bahwa kemajuan normatif tidak otomatis menjamin kepastian kelembagaan. Justru di sinilah problemnya: desain regulasi kebudayaan kita masih menyisakan ruang abu-abu yang berdampak langsung pada dewan kesenian di seluruh Indonesia.

Dewan Kesenian: Ada, Tetapi Tidak Tegas Diatur

Model dewan kesenian—yang salah satu embrionya lahir melalui Dewan Kesenian Jakarta—menjadi rujukan pembentukan dewan kesenian daerah. Ia dibayangkan sebagai lembaga independen berbasis komunitas, mitra strategis pemerintah daerah.
Tetapi hingga kini, tidak ada satu pun regulasi nasional yang secara eksplisit mengatur status hukum, kewenangan, maupun mekanisme akuntabilitas dewan kesenian secara seragam.
Sebagian dibentuk melalui SK kepala daerah. Sebagian melalui akta perkumpulan. Sebagian lagi hidup tanpa bentuk hukum yang jelas.
Dalam perspektif hukum tata kelola, ini problem serius. Lembaga yang memegang fungsi representasi publik tidak boleh berdiri di atas dasar legalitas yang rapuh.

Rekomendasi Ancol dan Tuntutan Penguatan Kelembagaan

Dalam Musyawarah Nasional Dewan Kesenian se-Indonesia di Taman Impian Jaya Ancol, lahir Rekomendasi Ancol yang menegaskan perlunya:

  • Penguatan independensi dewan kesenian.
  • Payung hukum yang lebih jelas.
  • Keterlibatan formal dalam perumusan kebijakan kebudayaan daerah.
  • Tata kelola yang transparan dan akuntabel.

Rekomendasi itu bukan sekadar aspirasi, melainkan refleksi atas kekosongan regulasi yang selama ini dirasakan di lapangan.
Sebagai praktisi hukum, saya melihat bahwa rekomendasi tersebut seharusnya diterjemahkan ke dalam regulasi turunan, baik dalam bentuk Peraturan Pemerintah maupun minimal pedoman nasional, yang memberi standar kelembagaan. Tanpa itu, dewan kesenian akan terus bergantung pada goodwill kepala daerah.

Dana Abadi dan Logika Administratif

Dana Abadi Kebudayaan adalah terobosan fiskal. Tetapi mekanisme akses berbasis proposal kompetitif menciptakan implikasi hukum dan tata kelola.
Dalam hukum administrasi, setiap dana publik mensyaratkan akuntabilitas. Itu tidak bisa ditawar. Namun persoalannya adalah proporsionalitas.
Jika mekanisme terlalu birokratis dan seragam untuk semua bentuk seni, maka negara berisiko mengatur ekspresi kreatif dengan instrumen administratif yang kaku.
Di sinilah muncul fenomena “seniman proposal”. Kreativitas menyesuaikan format, bukan sebaliknya.
Dalam perspektif hukum kebijakan publik, ini menunjukkan adanya over-standardization, standarisasi berlebihan yang menggerus karakter unik sektor kebudayaan.

Otonomi atau Subordinasi?

Pasal-pasal dalam UU Pemajuan Kebudayaan memberi ruang partisipasi masyarakat, tetapi tidak secara eksplisit menjamin posisi dewan kesenian sebagai organ representatif dalam sistem perencanaan daerah.
Artinya, secara normatif, dewan kesenian tidak memiliki legal standing yang kuat untuk menuntut keterlibatan dalam penyusunan kebijakan daerah.
Akibatnya, banyak dewan kesenian hanya dilibatkan secara informal. Dalam konteks hukum, partisipasi informal berarti tidak memiliki daya paksa.
Jika negara sungguh ingin membangun ekosistem, maka desain regulasinya harus memastikan:

  1. Kepastian status hukum dewan kesenian.
  2. Standar independensi dari intervensi politik lokal.
  3. Mekanisme akuntabilitas yang proporsional, bukan membebani. Antara Regulasi dan Kebebasan Artistik

Bertolt Brecht mengingatkan bahwa seni adalah palu, bukan cermin. Tetapi palu itu tidak boleh dipasung oleh prosedur administratif yang berlebihan.
Sebagai seniman, saya menginginkan kebebasan artistik. Sebagai praktisi hukum, saya menuntut kepastian dan kejelasan norma. Dua hal ini tidak bertentangan, justru harus berjalan seimbang.
Regulasi kebudayaan tidak boleh berhenti pada pengaturan objek dan dana. Ia harus menyentuh desain kelembagaan secara komprehensif. Tanpa itu, kita hanya membangun sistem distribusi anggaran, bukan ekosistem kebudayaan.
Rekomendasi Ancol sudah memberi arah. Tinggal keberanian politik dan keseriusan legislasi untuk menindaklanjutinya.
Karena jika tidak, dewan kesenian akan terus berada di wilayah abu-abu: diakui secara sosial, tetapi lemah secara hukum; dilibatkan secara simbolik, tetapi tak memiliki posisi tawar.
Dan dalam negara hukum, posisi abu-ab u adalah awal dari ketidakpastian.

Adipatilawe
WhatsAppFacebookX
Kolaborasi

Penulis artikel

geraijenderal@gmail.com
Penulis utama

geraijenderal@gmail.com

Etalase Seni Budaya

Baca Juga

Tiga Tahun Betslow, Merawat Budaya Betawi Lewat Kebersamaan dan Kepedulian - Budayantara TV
Budaya News

Tiga Tahun Betslow, Merawat Budaya Betawi Lewat Kebersamaan dan Kepedulian

23 Agustus 20262 menit baca

Jakarta,— Budayantara.tv Kebudayaan Betawi tidak hanya berbicara tentang tradisi, kesenian, bahasa, maupun kuliner, tetapi juga tentang cara hidup…

Bukan Sekadar Hura-hura, Ini Makna HUT RI ke-81 bagi Warga RW 18 Duta Mekar Asri - Budayantara TV
News

Bukan Sekadar Hura-hura, Ini Makna HUT RI ke-81 bagi Warga RW 18 Duta Mekar Asri

23 Agustus 20263 menit baca

Bogor — Budayantara.tv Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di RW 18 Perumahan Duta Mekar…

Indonesia putri Reza Fauzi Saleh Bawa Semangat Banten di Putera-Puteri Wisata Indonesia, Dukung UMKM dan Pariwisata Lokal - Budayantara TV
News

Indonesia putri Reza Fauzi Saleh Bawa Semangat Banten di Putera-Puteri Wisata Indonesia, Dukung UMKM dan Pariwisata Lokal

22 Agustus 20262 menit baca

Banten,– Budayantara.tv Membawa nama Provinsi Banten dalam ajang Putera-Puteri Wisata Indonesia, Indonesia putri Reza Fauzi Saleh hadir dengan…

Tinggalkan tanggapan Batalkan balasan

Ikut dalam percakapan. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

Lagi Hangat

  1. Puspita Sakanti Buka Resepsi Kenegaraan HUT RI ke-81 Temanggung dengan Bangilun Geol Kenes18 Agustus 2026
  2. IKB Jabodetabek Meriahkan HUT RI ke-81 Lewat Lomba Karaoke Bernuansa Merah Putih15 Agustus 2026
  3. MEMBANGUN SWI JAYA BERBASIS PENGETAHUAN22 Agustus 2026
  4. WAKTU, WAJAH, DAN BAYANG-BAYANG DEWI19 Agustus 2026
  5. Guruh Sukarno Putra “Untuk Indonesia” Merangkai Harapan untuk Anak-anak Penyintas Kanker21 Agustus 2026

Rekomendasi untuk Anda

Republik Proposal, Dana Abadi, dan Masa Depan Dewan Kesenian - Budayantara TVSpirit Maulid Nabi, Momentum Merawat Kemanusiaan dan Persatuan Bangsa
Republik Proposal, Dana Abadi, dan Masa Depan Dewan Kesenian - Budayantara TVTiga Tahun Betslow, Merawat Budaya Betawi Lewat Kebersamaan dan Kepedulian
Republik Proposal, Dana Abadi, dan Masa Depan Dewan Kesenian - Budayantara TVASAP, WAKTU, DAN INGATAN
Republik Proposal, Dana Abadi, dan Masa Depan Dewan Kesenian - Budayantara TVBukan Sekadar Hura-hura, Ini Makna HUT RI ke-81 bagi Warga RW 18 Duta Mekar Asri
Republik Proposal, Dana Abadi, dan Masa Depan Dewan Kesenian - Budayantara TVIndonesia putri Reza Fauzi Saleh Bawa Semangat Banten di Putera-Puteri Wisata Indonesia, Dukung UMKM dan Pariwisata Lokal

Lokasi

📍 Jakarta 253📍 Bogor 18📍 Bekasi 13📍 Pasuruan 11📍 Purwokerto 11

Tetap Terhubung

Isi URL media sosial di Customizer atau tetapkan Menu Sosial.

Logo Budayantara TV
Mengangkat Budaya, Menginspirasi Nusantara
Gedung Perfilman H. Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22, Setiabudi, Jakarta Selatan

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber

Media Jaringan

favicon Klikternak.com favicon Kabarlagi.id
favicon Visioneernews.com favicon Heyrizki.my.id

Alamat Redaksi

© 2026 Budayantara TV. Theme by Rasmrq

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber