Lewati ke konten
5 November 2026 Dari Budaya Kita, Untuk Dunia.
Budayantara TV Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Kabar Terkini
Silatara Games Edukasi Kampung Budaya Pencak Silat BeksiMenghidupkan Kembali Kejayaan Tarumanagara: Mengapa Kita Perlu Festival Air Citarum?Dedi Mulyadi Buka Pagar Gedung Sate, Tim Ahli Cagar Budaya Beri Catatan: Pohon Sawit Disarankan Diganti TabebuyaRakernas I PPS Putra Betawi 2026; Jadikan Pencak Silat Betawi Wisata Edukasi
Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Gedung Perfilman H.Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22 Setiabudi Setiabudi Jakarta Selatan.
Beranda/Menghidupkan Kembali Kejayaan Tarumanagara: Mengapa Kita Perlu Festival Air Citarum?
Artikel

Menghidupkan Kembali Kejayaan Tarumanagara: Mengapa Kita Perlu Festival Air Citarum?

geraijenderal@gmail.comPenulis:geraijenderal@gmail.comUtama5 November 20262 menit baca
Menghidupkan Kembali Kejayaan Tarumanagara: Mengapa Kita Perlu Festival Air Citarum? - Budayantara TV

Oleh : Masdjo Arifin (Founder Budayantara Media Nusantara)

Sungai Citarum menyimpan narasi besar tentang bagaimana sebuah bentang alam membentuk kejayaan Nusantara. Sejarah mencatat bahwa pada abad ke-4 hingga ke-8 Masehi, Citarum adalah urat nadi Kerajaan Tarumanagara menjadi tol air purba, jantung pangan, hingga pusat peradaban. Namun, seiring berjalannya waktu, kedekatan emosional dan spiritual masyarakat modern terhadap sungai ini mulai memudar.Untuk menjembatani kembali masa lalu yang gemilang dengan masa depan yang berkelanjutan, Festival Air Citarum adalah sebuah urgensi. Kegiatan ini bukan sekadar perayaan hura-hura, melainkan sebuah gerakan budaya, edukasi, dan ekologi.Berikut adalah alasan kuat mengapa Festival Air Citarum harus diwujudkan:

Merawat Memori Kolektif dan Edukasi Sejarah

    Masyarakat hari ini perlu diingatkan bahwa mereka tinggal di atas tanah bekas salah satu kerajaan tertua di Indonesia. Festival air dapat menjadi ruang kelas terbuka yang interaktif.

    • Teatrikal Prasasti Tugu: Menggambarkan kembali momen monumental saat Raja Purnawarman memimpin penggalian saluran air Gomati dan Candrabaga.
    • Nostalgia Tol Air Purba: Menampilkan parade perahu tradisional untuk mengedukasi generasi muda tentang peran Citarum sebagai jalur perdagangan internasional masa lalu.
    1. Mengubah Wajah Sungai: Dari “Tempat Sampah” Menjadi Beranda Depan

    Selama beberapa dekade terakhir, Citarum kerap mendapat sorotan negatif akibat isu pencemaran. Festival air memiliki kekuatan psikologis untuk mengubah cara pandang masyarakat.

    • Mengembalikan Budaya Bersih: Festival memaksa semua elemen masyarakat dan pemerintah untuk bergotong-royong membersihkan sungai menjelang acara.
    • Perubahan Paradigma: Ketika sungai dijadikan panggung utama festival, masyarakat akan melihat Citarum sebagai aset berharga yang harus dijaga keindahannya, bukan lagi sebagai halaman belakang tempat membuang limbah.

    Wadah Diplomasi Ekologi dan Konservasi Kreatif

    Menyelamatkan Citarum tidak bisa hanya dengan regulasi kaku, melainkan harus menyentuh hati masyarakat lewat pendekatan kreatif. Festival air dapat mengemas kampanye lingkungan menjadi kegiatan yang menyenangkan.

    • Ritual Adat Melarung Benih: Mengadaptasi penghormatan leluhur terhadap air dengan aksi nyata seperti pelepasan jutaan bibit ikan endemik dan penanaman pohon di sepanjang bantaran sungai.
    • Kompetisi Inovasi Kebersihan: Mengundang komunitas kreatif dan akademis untuk memamerkan teknologi penjernih air atau kapal pembersih sampah buatan lokal selama festival berlangsung. Magnet Ekonomi Baru Berbasis Ekowisata Budaya

    Kerajaan Tarumanagara berjaya karena perdagangan di sepanjang Citarum. Festival ini dapat membangkitkan kembali roda ekonomi lokal secara modern melalui sektor pariwisata.

    • Pasar Apung Tradisional: Menghidupkan kembali suasana perdagangan purba di mana UMKM lokal dapat menjual hasil bumi, kuliner khas Sunda, dan kerajinan tangan langsung dari atas perahu.
    • Daya Tarik Wisatawan: Festival yang dikemas apik akan menarik wisatawan domestik maupun mancanegara, yang berdampak langsung pada pendapatan masyarakat di sekitar aliran sungai.

    Budayantara kedepannya berharap menyelenggarakan Festival Air Citarum adalah cara terbaik untuk membayar utang budi kita kepada alam.***

    Festival Air Budayantara Sungai Citarum
    WhatsAppFacebookX
    Kolaborasi

    Penulis artikel

    geraijenderal@gmail.com
    Penulis utama

    geraijenderal@gmail.com

    Etalase Seni Budaya

    Baca Juga

    Peran Intelijen : Siapa Mengintip Siapa - Budayantara TV
    Artikel

    Peran Intelijen : Siapa Mengintip Siapa

    4 November 20263 menit baca

    Oleh: M.Guntur Alting. Dewan Pembina DPW SWI Jaya (Sember Wartawan Indonesia) ​NEGERI kita ini memang tidak pernah kehabisan…

    Di Balik Gurihnya Kremesan: Menjaga Kekuatan Merek dari Ketangguhan Sang Legenda, Hj. Suharti - Budayantara TV
    Artikel

    Di Balik Gurihnya Kremesan: Menjaga Kekuatan Merek dari Ketangguhan Sang Legenda, Hj. Suharti

    2 November 20263 menit baca

    Oleh : Syamsul Arifin (Masdjo) Dunia kuliner Indonesia berduka atas berpulangnya Hj. Suharti (86), maestro kuliner sekaligus pendiri…

    MERAJUT ASA DI UJUNG SENJA - Budayantara TV
    Artikel

    MERAJUT ASA DI UJUNG SENJA

    1 November 20263 menit baca

    ​Oleh: M.Guntur Alting Dewan Pembina SWI DPW DKI Jakarta Ia tidak melupakan Ibu Ani. Ia merawat kenangan itu…

    Tinggalkan tanggapan Batalkan balasan

    Ikut dalam percakapan. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

    Logo Budayantara TV
    Mengangkat Budaya, Menginspirasi Nusantara
    Gedung Perfilman H. Usmar Ismail
    Jl. HR Rasuna Said Kav C-22, Setiabudi, Jakarta Selatan

    Navigasi

    • Tentang Kami
    • Susunan Redaksi
    • Pedoman Siber

    Media Jaringan

    favicon Klikternak.com favicon Kabarlagi.id
    favicon Visioneernews.com favicon Heyrizki.my.id

    Alamat Redaksi

    © 2026 Budayantara TV. Theme by Rasmrq

    • Tentang Kami
    • Susunan Redaksi
    • Pedoman Siber