Lewati ke konten
13 Agustus 2026 Dari Budaya Kita, Untuk Dunia.
Budayantara TV Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Kabar Terkini
IKB Jabodetabek Audiensi dengan Pemkot Jakarta Barat, Bahas Penguatan Budaya Betawi dan Budayantara Fest 2026Renee Partina : Budayantara Fest 2026: Rayakan 25 Tahun IKB Jabodetabek, Gaungkan Persaudaraan dan Solidaritas untuk PalestinaIndonesia Melangkah, Generasi Bersuara: GBN 2026 Gaungkan Semangat KemerdekaanMuktamar ke-27 NU di Sukorejo: Ketika Pesantren Menjadi Panggung Sejarah
Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Gedung Perfilman H.Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22 Setiabudi Setiabudi Jakarta Selatan.
Beranda/Jejak Kejayaan dan Dinamika Kerajaan Sriwijaya (835–1251)
Budaya News

Jejak Kejayaan dan Dinamika Kerajaan Sriwijaya (835–1251)

geraijenderal@gmail.comPenulis:geraijenderal@gmail.comUtama26 Maret 20262 menit baca📍 Jakarta
Jejak Kejayaan dan Dinamika Kerajaan Sriwijaya (835–1251) - Budayantara TV

Jakarta – Budayantara.tv Di antara riak gelombang Selat Malaka, pernah berdiri sebuah kekuatan maritim besar yang menghubungkan dunia Timur dan Barat: Kerajaan Sriwijaya. Dari pusatnya di Palembang, kerajaan ini bukan hanya penguasa jalur perdagangan, tetapi juga jembatan diplomasi dan kebudayaan antarbangsa.

Awal Kontak dan Diplomasi Internasional

Memasuki abad ke-10, Sriwijaya menunjukkan eksistensinya di panggung internasional melalui hubungan erat dengan Tiongkok. Pada tahun 960, seorang penguasa bernama Sri Uda Haridana yang juga dikenal sebagai Udayadityavarman mengirim utusan ke negeri Tiongkok. Hubungan ini berlanjut pada tahun berikutnya oleh Sri Wuja, memperlihatkan kesinambungan diplomasi yang terorganisir.

Namun, sejarah tidak selalu tercatat secara utuh. Periode antara 961 hingga 980 menjadi “masa sunyi” dalam catatan, seolah Sriwijaya menarik napas panjang di balik kabut waktu.

Bangkit dan Tantangan

Catatan kembali muncul pada tahun 980 melalui tokoh Hia-Tche, yang juga mengirim utusan ke Tiongkok. Tak lama kemudian, pada masa Sri Culamanivarmadeva, Sriwijaya mencapai titik penting. Ia aktif menjalin hubungan luar negeri sekaligus menghadapi ancaman dari Jawa.

Pada masa ini pula tercatat pembangunan tempat ibadah untuk Kaisar Tiongkok, serta munculnya bukti sejarah seperti Prasasti Tanjore dan Prasasti Leiden, yang menjadi saksi hubungan internasional dan legitimasi kekuasaan Sriwijaya.

Masa Keemasan dan Serangan Besar

Memasuki abad ke-11, Sriwijaya masih aktif mengirim utusan, seperti pada masa Sri Maravijayottungga dan Sumatrabhumi.

Namun, titik balik besar terjadi pada tahun 1025. Di bawah kepemimpinan Sangramavijayottungga, Sriwijaya diserang oleh raja besar India Selatan, Rajendra Chola. Serangan ini mengguncang fondasi kekuatan Sriwijaya dan menjadi awal kemunduran dominasi maritimnya.

Perubahan Pusat Kekuasaan

Pasca-serangan, Sriwijaya masih bertahan, terbukti dari pengiriman utusan oleh Sri Deva pada tahun 1028. Namun, pusat kekuasaan mulai bergeser. Pada tahun 1064, muncul nama Dharmavira yang berpusat di Jambi, menandakan perubahan geopolitik dalam tubuh kerajaan.

Periode panjang tanpa catatan kembali terjadi, memperlihatkan kemungkinan melemahnya struktur kerajaan atau minimnya dokumentasi.

Sisa Kejayaan dan Jejak Budaya

Pada abad ke-12, Sriwijaya masih menunjukkan tanda kehidupan melalui Sri Maharaja dan Trailokaraja Maulibhusana Varmadeva yang kembali menjalin hubungan dengan Tiongkok.

Salah satu peninggalan penting dari masa ini adalah arca Buddha perunggu dari Chaiya (1183), yang menunjukkan luasnya pengaruh budaya Sriwijaya hingga ke Asia Tenggara daratan.

Akhir yang Perlahan

Setelah tahun 1183 hingga 1251, catatan sejarah kembali menghilang. Ini menandai berakhirnya era Sriwijaya sebagai kekuatan besar. Meski tidak runtuh secara tiba-tiba, kerajaan ini perlahan memudar, digantikan oleh kekuatan-kekuatan baru di Nusantara.

Kisah Sriwijaya adalah cerita tentang kejayaan maritim, diplomasi global, dan ketahanan menghadapi serangan besar. Dari Palembang hingga Jambi, dari Tiongkok hingga India, Sriwijaya pernah menjadi simpul penting dunia. Meski kini tinggal jejak sejarah, pengaruhnya tetap hidup dalam identitas budaya dan sejarah Nusantara.

Dirangkum oleh : Tim Budayantara Lab Digital

Kerajaan Nusantara Sriwijaya
📍 Jakarta
WhatsAppFacebookX
Kolaborasi

Penulis artikel

geraijenderal@gmail.com
Penulis utama

geraijenderal@gmail.com

Etalase Seni Budaya

Baca Juga

IKB Jabodetabek Audiensi dengan Pemkot Jakarta Barat, Bahas Penguatan Budaya Betawi dan Budayantara Fest 2026 - Budayantara TV
Budaya News

IKB Jabodetabek Audiensi dengan Pemkot Jakarta Barat, Bahas Penguatan Budaya Betawi dan Budayantara Fest 2026

13 Agustus 20263 menit baca

Jakarta, — Budayantara.id Upaya memperkuat pelestarian dan pengembangan budaya Betawi terus mendapat ruang melalui kolaborasi antara masyarakat, organisasi…

Renee Partina : Budayantara Fest 2026: Rayakan 25 Tahun IKB Jabodetabek, Gaungkan Persaudaraan dan Solidaritas untuk Palestina - Budayantara TV
Budaya News

Renee Partina : Budayantara Fest 2026: Rayakan 25 Tahun IKB Jabodetabek, Gaungkan Persaudaraan dan Solidaritas untuk Palestina

13 Agustus 20262 menit baca

Jakarta,– Budayantara.tv Semangat melestarikan budaya, memperkuat persaudaraan, sekaligus menumbuhkan kepedulian kemanusiaan akan mewarnai Budayantara Fest 2026, rangkaian perayaan…

Indonesia Melangkah, Generasi Bersuara: GBN 2026 Gaungkan Semangat Kemerdekaan - Budayantara TV
Event Musik News

Indonesia Melangkah, Generasi Bersuara: GBN 2026 Gaungkan Semangat Kemerdekaan

13 Agustus 20262 menit baca

Bogor, – Budayantanra.tv Semangat kemerdekaan bergema melalui alunan musik dan paduan suara generasi muda Indonesia dalam Konser Kemerdekaan…

Tinggalkan tanggapan Batalkan balasan

Ikut dalam percakapan. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

Lagi Hangat

  1. IKB Jabodetabek Audiensi dengan Pemkot Jakarta Barat, Bahas Penguatan Budaya Betawi dan Budayantara Fest 202613 Agustus 2026
  2. Dialog NU & Civil SocietyTema: “Meneguhkan Peran Nahdlatul Ulama sebagai Pilar Civil Society Menjelang Muktamar NU ke-35”26 Juli 2026
  3. Renee Partina : Budayantara Fest 2026: Rayakan 25 Tahun IKB Jabodetabek, Gaungkan Persaudaraan dan Solidaritas untuk Palestina13 Agustus 2026
  4. Kehidupan Suku Papua Pegunungan di Lembah Baliem – PAPUA4 Agustus 2025
  5. HUT KNPI Ke-53: Saad Budiman Lubis Ajak Pemuda Menjadi Cahaya Perubahan dan Pelopor26 Juli 2026

Rekomendasi untuk Anda

Jejak Kejayaan dan Dinamika Kerajaan Sriwijaya (835–1251) - Budayantara TVIKB Jabodetabek Audiensi dengan Pemkot Jakarta Barat, Bahas Penguatan Budaya Betawi dan Budayantara Fest 2026
Jejak Kejayaan dan Dinamika Kerajaan Sriwijaya (835–1251) - Budayantara TVRenee Partina : Budayantara Fest 2026: Rayakan 25 Tahun IKB Jabodetabek, Gaungkan Persaudaraan dan Solidaritas untuk Palestina
Jejak Kejayaan dan Dinamika Kerajaan Sriwijaya (835–1251) - Budayantara TVIndonesia Melangkah, Generasi Bersuara: GBN 2026 Gaungkan Semangat Kemerdekaan
Jejak Kejayaan dan Dinamika Kerajaan Sriwijaya (835–1251) - Budayantara TVMuktamar ke-27 NU di Sukorejo: Ketika Pesantren Menjadi Panggung Sejarah
Jejak Kejayaan dan Dinamika Kerajaan Sriwijaya (835–1251) - Budayantara TVSekolah Percontohan dan Penuh Prestasi, Agustus 2026 Menjadi Album Kenangan di Gedung Lama SDN Kebayoran Lama Selatan 11

Lokasi

📍 Jakarta 251📍 Bogor 17📍 Bekasi 13📍 Purwokerto 11📍 Pasuruan 11

Tetap Terhubung

Isi URL media sosial di Customizer atau tetapkan Menu Sosial.

Logo Budayantara TV
Mengangkat Budaya, Menginspirasi Nusantara
Gedung Perfilman H. Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22, Setiabudi, Jakarta Selatan

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber

Media Jaringan

favicon Klikternak.com favicon Kabarlagi.id
favicon Visioneernews.com favicon Heyrizki.my.id

Alamat Redaksi

© 2026 Budayantara TV. Theme by Rasmrq

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber