Lewati ke konten
14 Oktober 2026 Dari Budaya Kita, Untuk Dunia.
Budayantara TV Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Kabar Terkini
Duta Besar Palestina Ajak Masyarakat Jakarta Hadiri Budayantara Fest 2026KALIMANTAN, PULAU SEMAR INDAH NUSANTARA: Menyingkap Makna Alam, Budaya, dan Kesadaran KehidupanUniversitas Darunnajah Jakarta Kenalkan Pencak Silat Beksi ke Jepang, Budaya Betawi Menembus Batas NegaraPJLP: Penjaga Jakarta yang Terancam Rentan di Hari Tua, Pemprov DKI Didorong Segera Evaluasi Perlindungan Sosial
Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Gedung Perfilman H.Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22 Setiabudi Setiabudi Jakarta Selatan.
Beranda/Jejak Islam di Balik Kejayaan Sriwijaya: Awal Perubahan Sejarah Nusantara
Artikel Budaya

Jejak Islam di Balik Kejayaan Sriwijaya: Awal Perubahan Sejarah Nusantara

geraijenderal@gmail.comPenulis:geraijenderal@gmail.comUtama28 Maret 20262 menit baca📍 Jakarta
Jejak Islam di Balik Kejayaan Sriwijaya: Awal Perubahan Sejarah Nusantara - Budayantara TV

Jakarta – Budayantara.tv Di balik gemerlap kejayaan Kerajaan Sriwijaya sebagai pusat agama Buddha di Asia Tenggara, tersimpan kisah yang jarang disorot kisah tentang pertemuan dua peradaban besar yang perlahan mengubah arah sejarah Nusantara.

Sebagai kerajaan maritim yang menguasai jalur perdagangan strategis, pelabuhan-pelabuhan Sriwijaya menjadi titik temu berbagai bangsa. Kapal-kapal dari India, Tiongkok, hingga Timur Tengah silih berganti berlabuh. Namun, yang datang bukan hanya barang dagangan. Para saudagar Arab membawa sesuatu yang jauh lebih berpengaruh: ajaran Islam.

Interaksi yang berlangsung secara intens ini menciptakan dinamika sosial baru. Masyarakat Sriwijaya yang sebelumnya dikenal kuat dalam tradisi Buddha mulai bersentuhan dengan nilai-nilai Islam. Perlahan, terbentuklah kehidupan yang lebih beragam di mana keyakinan berbeda dapat hidup berdampingan dalam satu ruang peradaban.

Pengaruh ini bahkan dipercaya menjangkau istana. Nama Sri Indravarman sering disebut dalam catatan sebagai raja yang memeluk Islam pada tahun 718 M. Meski masih menjadi bahan diskusi para sejarawan, kisah ini menunjukkan eratnya hubungan Sriwijaya dengan dunia Islam. Bukti lain terlihat dari adanya komunikasi dengan khalifah besar dari Dinasti Umayyah, Umar bin Abdul Aziz. Dalam salah satu surat, bahkan terdapat permintaan agar dikirimkan dai ke Sriwijaya sebuah tanda bahwa Islam tidak sekadar hadir, tetapi mulai diundang untuk berkembang.

Bayangkan sebuah kerajaan besar yang menjadi rumah bagi keberagaman: para biksu Buddha berdampingan dengan komunitas Muslim yang terus tumbuh. Sriwijaya pada masa itu bukan hanya pusat perdagangan dan agama, tetapi juga cermin awal toleransi dan pluralitas yang kini menjadi identitas Indonesia.

Namun, kejayaan tidak berlangsung selamanya. Serangan dari luar serta tekanan politik perlahan melemahkan Sriwijaya. Dari keruntuhan itu, lahirlah kerajaan-kerajaan baru di Sumatra yang membawa identitas berbeda. Kesultanan Samudera Pasai, Kesultanan Malaka, dan Kesultanan Aceh muncul sebagai kekuatan baru yang menjadikan Islam sebagai fondasi utama.

Pada akhirnya, kisah Sriwijaya bukan hanya tentang kejayaan sebuah kerajaan besar, tetapi juga tentang awal dari sebuah transformasi. Dari pelabuhan-pelabuhan sibuk itulah, benih-benih Islam ditanam tumbuh perlahan, lalu berkembang menjadi kekuatan besar yang membentuk wajah Sumatra dan Nusantara hingga hari ini.

Dirumuskan oleh: Tim Lab Digital Budayantara

Islam Nusantara Kerajaan Nusantara Sriwijaya
📍 Jakarta
WhatsAppFacebookX
Kolaborasi

Penulis artikel

geraijenderal@gmail.com
Penulis utama

geraijenderal@gmail.com

Etalase Seni Budaya

Baca Juga

PJLP: Penjaga Jakarta yang Terancam Rentan di Hari Tua, Pemprov DKI Didorong Segera Evaluasi Perlindungan Sosial - Budayantara TV
Artikel

PJLP: Penjaga Jakarta yang Terancam Rentan di Hari Tua, Pemprov DKI Didorong Segera Evaluasi Perlindungan Sosial

12 Oktober 20262 menit baca

Oleh: Syahrudin AkbarWakil Ketua Sekretariat Bersama Wartawan Indonesia (SWI JAYA) Jakarta — Budayantara.tv Di balik jalan yang bersih,…

Dialog Spiritual Budaya di Pondok Budaya Rorotan: Meneladani Gus Dur, Merawat Persaudaraan, Menanam Harapan - Budayantara TV
Budaya News

Dialog Spiritual Budaya di Pondok Budaya Rorotan: Meneladani Gus Dur, Merawat Persaudaraan, Menanam Harapan

12 Oktober 20264 menit baca

Jakarta, — Budayantara.tv Pondok Budaya Rorotan, Jakarta Utara, menjadi ruang perjumpaan gagasan, spiritualitas, dan persaudaraan kebangsaan melalui kegiatan…

Wajah Kebudayaan Adalah Kita: Membangun Kesadaran, Bukan Sekadar Melestarikan Pertunjukan - Budayantara TV
Artikel

Wajah Kebudayaan Adalah Kita: Membangun Kesadaran, Bukan Sekadar Melestarikan Pertunjukan

11 Oktober 20263 menit baca

Oleh : Syamsul Arifin (Masdjo) Kebudayaan bukan sekadar pakaian adat, tarian tradisional, musik daerah, atau rangkaian seremoni yang…

Tinggalkan tanggapan Batalkan balasan

Ikut dalam percakapan. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

Logo Budayantara TV
Mengangkat Budaya, Menginspirasi Nusantara
Gedung Perfilman H. Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22, Setiabudi, Jakarta Selatan

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber

Media Jaringan

favicon Klikternak.com favicon Kabarlagi.id
favicon Visioneernews.com favicon Heyrizki.my.id

Alamat Redaksi

© 2026 Budayantara TV. Theme by Rasmrq

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber