Lewati ke konten
29 September 2026 Dari Budaya Kita, Untuk Dunia.
Budayantara TV Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Kabar Terkini
‎FMM Kemenbud‎”Ketika Negara Mulai Belajar Mendengar Kebudayaan”Kementerian Kebudayaan Terima IKB Jabodetabek dan BMDN, Budayantara Fest 2026 Didorong Jadi Ruang Kolaborasi BudayaAgung Hermawan Hadirkan “Atas Nama Siapa?”, Lagu Galau tentang Cinta, Batas, dan Keberanian untuk PergiNobar Indonesia vs Malaysia, Bebek Habibeat Hadirkan Suasana Kuliner dan Kebersamaan
Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Gedung Perfilman H.Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22 Setiabudi Setiabudi Jakarta Selatan.
Beranda/Dzuriyah Pesantren Se-Indonesia Bahas Masa Depan Pesantren di Era Digital dalam Sarasehan Nasional GERNAS
Budaya Event News

Dzuriyah Pesantren Se-Indonesia Bahas Masa Depan Pesantren di Era Digital dalam Sarasehan Nasional GERNAS

geraijenderal@gmail.comPenulis:geraijenderal@gmail.comUtama21 Juni 20263 menit baca
Dzuriyah Pesantren Se-Indonesia Bahas Masa Depan Pesantren di Era Digital dalam Sarasehan Nasional GERNAS - Budayantara TV

Kediri, Jawa Timur, – Budayantara.tv Ratusan dzuriyah (keturunan pendiri) pondok pesantren dari berbagai daerah di Indonesia berkumpul dalam Sarasehan Dzuriyah Pondok Pesantren Se-Indonesia yang diselenggarakan oleh Gerakan Nasional Ayo Mondok (GERNAS) di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Mojo, Kediri, Jawa Timur.Sabtu (20/6/2026).

Forum yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kebersamaan tersebut menjadi wadah refleksi, konsolidasi, sekaligus perumusan langkah strategis untuk memperkuat eksistensi pesantren di tengah berbagai tantangan zaman, mulai dari perkembangan teknologi digital, perubahan pola pendidikan, hingga dinamika sosial yang terus berkembang.

Dalam sarasehan tersebut, para peserta menyoroti berbagai isu krusial yang saat ini dihadapi dunia pesantren. Salah satunya adalah pentingnya peningkatan sarana dan prasarana, terutama fasilitas sanitasi seperti toilet yang dinilai menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan pesantren yang sehat, bersih, dan nyaman bagi para santri.

Selain itu, para peserta juga menekankan pentingnya etika dalam penggunaan media sosial. Pesantren diharapkan mampu memanfaatkan teknologi digital secara bijak tanpa harus membuka seluruh dinamika internal lembaga kepada publik. Kebijakan publikasi yang tepat dinilai penting untuk menjaga marwah, privasi, dan kemaslahatan pesantren.

Isu perlindungan hak santri juga menjadi perhatian serius dalam forum tersebut. Para peserta mendorong agar pesantren memiliki sistem advokasi, pendampingan, dan mekanisme pengaduan yang lebih kuat sebagai bentuk perlindungan terhadap santri sekaligus penguatan tata kelola kelembagaan.

Transformasi Pesantren di Tengah Penurunan Jumlah Santri

Salah satu pembahasan yang mendapat perhatian khusus adalah fenomena menurunnya jumlah santri di sejumlah daerah. Para dzuriyah pesantren menilai kondisi tersebut perlu disikapi dengan langkah-langkah transformasi dan inovasi yang tetap berpijak pada nilai-nilai dasar kepesantrenan.

Pesantren didorong untuk mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan perubahan perilaku generasi muda tanpa kehilangan identitasnya sebagai pusat pendidikan akhlak, ilmu, adab, dan pembentukan karakter.

“Pesantren harus terus bergerak mengikuti perkembangan zaman, namun tidak boleh kehilangan ruh dan jati dirinya sebagai lembaga pendidikan yang menanamkan nilai-nilai moral dan spiritual,” menjadi salah satu semangat yang mengemuka dalam forum tersebut.

Perkuat Jejaring dan Advokasi Pesantren

Sarasehan juga menghasilkan sejumlah rekomendasi penting terkait penguatan kelembagaan pesantren. Diperlukan sinergi yang lebih kuat antar pesantren, alumni, tokoh masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan untuk menghadapi tantangan pendidikan di masa depan.

Para peserta menegaskan bahwa para penggerak pesantren harus tampil sebagai muharrik, yakni motor penggerak perubahan yang berorientasi pada dakwah, pendidikan, dan kemaslahatan umat, bukan semata-mata pada kepentingan ekonomi.

Untuk mendukung hal tersebut, forum mendorong percepatan pelatihan dan pendampingan bagi tim advokasi pesantren sebagai langkah strategis dalam memperkuat perlindungan terhadap lembaga dan santri.

Di bidang pendidikan, peserta juga menggarisbawahi pentingnya sinergi kebijakan antara madrasah dan pesantren agar keduanya dapat berkembang secara harmonis dan saling menguatkan dalam sistem pendidikan nasional.

Menjawab Krisis Pendidikan Nasional

Sarasehan menilai bahwa krisis pendidikan yang saat ini terjadi bukan hanya menjadi persoalan pesantren, melainkan tantangan bersama seluruh lembaga pendidikan di Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi lintas sektor untuk menghadirkan model pendidikan yang adaptif, berkualitas, dan tetap berakar pada nilai-nilai kebangsaan serta keagamaan.

Sebagai forum yang mempertemukan para dzuriyah pesantren dari berbagai daerah, sarasehan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga keberlangsungan pesantren sebagai pusat pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.

Melalui semangat kebersamaan dan konsolidasi yang terbangun dalam forum tersebut, para peserta berharap pesantren Indonesia mampu terus menjadi pilar peradaban bangsa yang kokoh, relevan, dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai luhur kepesantrenan di tengah perubahan zaman yang semakin dinamis.

Notulis: Dr. Hj. Malikhah Sa’adah, M.Pd.I.
Editor: Aminoto.

Sarasehan Nasional GERNAS
WhatsAppFacebookX
Kolaborasi

Penulis artikel

geraijenderal@gmail.com
Penulis utama

geraijenderal@gmail.com

Etalase Seni Budaya

Baca Juga

Kementerian Kebudayaan Terima IKB Jabodetabek dan BMDN, Budayantara Fest 2026 Didorong Jadi Ruang Kolaborasi Budaya - Budayantara TV
Budaya Event News

Kementerian Kebudayaan Terima IKB Jabodetabek dan BMDN, Budayantara Fest 2026 Didorong Jadi Ruang Kolaborasi Budaya

29 September 20262 menit baca

Jakarta — Budayantara.tv Persiapan Budayantara Fest 2026 memasuki tahap penguatan kolaborasi dengan pemerintah. Ikatan Keluarga Besar (IKB) Jabodetabek…

Agung Hermawan Hadirkan “Atas Nama Siapa?”, Lagu Galau tentang Cinta, Batas, dan Keberanian untuk Pergi - Budayantara TV
Musik News

Agung Hermawan Hadirkan “Atas Nama Siapa?”, Lagu Galau tentang Cinta, Batas, dan Keberanian untuk Pergi

28 September 20262 menit baca

Jakarta, — Budayantara. TV Tidak semua kisah cinta berakhir dengan bahagia. Ada hubungan yang justru meninggalkan luka, tekanan,…

Nobar Indonesia vs Malaysia, Bebek Habibeat Hadirkan Suasana Kuliner dan Kebersamaan - Budayantara TV
News

Nobar Indonesia vs Malaysia, Bebek Habibeat Hadirkan Suasana Kuliner dan Kebersamaan

28 September 20262 menit baca

Jakarta — Budayantara.tv Pertandingan Indonesia vs Malaysia pada Senin malam (28/9/2026) menjadi momentum bagi para pencinta sepak bola…

Tinggalkan tanggapan Batalkan balasan

Ikut dalam percakapan. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

Logo Budayantara TV
Mengangkat Budaya, Menginspirasi Nusantara
Gedung Perfilman H. Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22, Setiabudi, Jakarta Selatan

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber

Media Jaringan

favicon Klikternak.com favicon Kabarlagi.id
favicon Visioneernews.com favicon Heyrizki.my.id

Alamat Redaksi

© 2026 Budayantara TV. Theme by Rasmrq

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber