Lewati ke konten
27 September 2026 Dari Budaya Kita, Untuk Dunia.
Budayantara TV Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Kabar Terkini
Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat BeksiPENJARA KASTA​-Yang Kaya Ber-AC, Yang MiskinBerdesakanMenolak Padam: Menjaga Mata Rantai Kesejarahan Melalui Dokumentasi Naskah Wayang Orang Karya MaestroIn-Memoriam
Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Gedung Perfilman H.Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22 Setiabudi Setiabudi Jakarta Selatan.
Beranda/Dari Ground Zero Majapahit hingga Episentrum Tengger
Budaya News

Dari Ground Zero Majapahit hingga Episentrum Tengger

geraijenderal@gmail.comPenulis:geraijenderal@gmail.comUtama4 Maret 20263 menit baca
Dari Ground Zero Majapahit hingga Episentrum Tengger - Budayantara TV

Diplomasi Budaya Berbasis Kawasan Cagar Budaya

Oleh: Miftahuz Zainiah
(Ketua Satgas Peduli Mata Air Desa Ngadirejo)

Pasuruan,- Budayantara.tv Budayantara sebagai etalase seni budaya Nusantara kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga nilai-nilai warisan budaya bangsa. Kali ini, melalui inisiatif Budayantara Jawa Timur yang dikomandani tim Desa Ngadirejo, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, lahir sebuah gagasan kolaboratif bertajuk: “Dari Ground Zero Majapahit hingga Episentrum Tengger: Menyongsong Masa Depan Berbasis Kawasan Cagar Budaya.”

Gerakan ini bukan sekadar pelestarian artefak masa lalu, tetapi sebuah transformasi budaya menjadi kekuatan ekonomi desa berbasis kearifan lokal.

Trowulan: Ekosistem Hidup Warisan Majapahit

Berdasarkan regulasi Kemendikbudristek Nomor 140/M/2023, desa-desa di kawasan ini memiliki peran strategis yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga kultural dan ekonomi.

Hak Desa: Berdaya di Atas Tanah Leluhur

Mengacu pada Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, desa memiliki hak untuk:

  • Mengelola potensi lokal melalui UMKM berbasis budaya dan pariwisata sesuai sistem zonasi (Inti, Penyangga, Pengembangan).
  • Mendapatkan bagi hasil pengelolaan kawasan.
  • Memperoleh dukungan teknis dan finansial dari pemerintah pusat maupun daerah.

Hak ini menegaskan bahwa pelestarian tidak boleh memiskinkan masyarakat, melainkan justru meningkatkan kesejahteraan mereka.

Kewajiban Desa: Penjaga Benteng Peradaban

Sebagai konsekuensi, desa wajib menjaga integritas situs peninggalan Majapahit. Setiap pembangunan harus selaras dengan prinsip pelestarian  membangun tanpa merusak.

Desa juga dituntut meningkatkan kapasitas masyarakat dalam konsep sustainable tourism, menjadikan warga sebagai pelaku utama, bukan sekadar penonton dalam arus pariwisata.

Kewajiban Pemerintah: Mandat Konstitusi Kebudayaan

Pemerintah memiliki tanggung jawab mutlak sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya dan PP Nomor 50 Tahun 2011, antara lain:

  1. Penyediaan Anggaran Reservasi
    Melalui APBN, APBD, dan Dana Desa untuk infrastruktur pendukung kawasan.
  2. Pembangunan Terintegrasi
    Sinkronisasi KSPN agar berdampak langsung pada lapangan kerja lokal.
  3. Pemberdayaan Ekonomi Berbasis Budaya
    Insentif bagi desa yang berhasil menjalankan pelestarian berbasis kesejahteraan.

Sinergi hak desa dan kewajiban pemerintah inilah yang menjadi fondasi diplomasi budaya dari akar rumput.

Menuju Episentrum Baru: Putra Putri Peradaban Tengger Bromo

Semangat dari Ground Zero Majapahit kini berlanjut ke Desa Ngadirejo, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan. Di kawasan lereng Tengger ini, tengah dirancang Pusat Cagar Budaya bertajuk “Putra Putri Peradaban Tengger Bromo.”

Wilayah ini terhubung secara kultural dengan masyarakat adat di sekitar Gunung Bromo dan kawasan Tosari, yang dikenal sebagai simbol praktik kerukunan umat beragama.

Program ini mengusung pendekatan modern dan ilmiah:

  1. Berbasis Ethnoscience & Antropologi Lingkungan
    Melibatkan akademisi dari Universitas Airlangga untuk membedah kearifan lokal secara ilmiah.
  2. Regenerasi Genetik Kebudayaan
    Mencetak generasi muda dengan kesadaran “Badan Tubuh Bhinneka Tunggal Ika”.
  3. Warisan Multikultural
    Menguatkan semangat kebhinekaan sebagaimana praktik kerukunan yang telah tumbuh di Tosari sejak 2022.

Kunjungan lebih dari 600 mahasiswa UNAIR melalui program study excursie, dialog lintas peradaban, dan praktik kerukunan menjadi bukti bahwa budaya dapat menjadi laboratorium hidup bagi generasi masa depan.

Tan Hana Dharma Mangruwa: Spirit Masa Depan

Filosofi Majapahit Tan Hana Dharma Mangruwa tidak ada kebenaran yang mendua  menjadi fondasi moral gerakan ini. Bahwa pelestarian budaya dan pembangunan ekonomi bukan dua kutub yang bertentangan, melainkan dua sisi yang saling menguatkan.

Dari 48 desa di Trowulan hingga lereng Tengger, sebuah narasi besar sedang dibangun:
Bahwa budaya adalah aset masa depan bangsa.

Ketika hak desa terlindungi dan kewajiban pemerintah terpenuhi, maka ruh Majapahit tidak hanya menjadi sejarah, tetapi hidup kembali dalam wajah Indonesia yang rukun, berdaya, dan berkelanjutan.

Cagar budaya Nusantara Satgas Peduli Mata Air Desa Ngadirejo Warisan budaya Nusantara
WhatsAppFacebookX
Kolaborasi

Penulis artikel

geraijenderal@gmail.com
Penulis utama

geraijenderal@gmail.com

Etalase Seni Budaya

Baca Juga

Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat Beksi - Budayantara TV
News

Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat Beksi

27 September 20261 menit baca

Jakarta – Budayantara.tv “Observasi dan wawancara hari ini, membuka wawasan baru mengenai keadaan esksisting wisata di Kampung Wisata…

Menolak Padam: Menjaga Mata Rantai Kesejarahan Melalui Dokumentasi Naskah Wayang Orang Karya Maestro - Budayantara TV
News

Menolak Padam: Menjaga Mata Rantai Kesejarahan Melalui Dokumentasi Naskah Wayang Orang Karya Maestro

26 September 20265 menit baca

Solo,– Budayantara.tv Penerbitan naskah wayang orang dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkokoh struktur identitas kultural bangsa Indonesia. Melalui…

Selamat Jalan Mas Guruh, Putra Bung Karno yang Mengabdikan Hidupnya untuk Seni dan Kebudayaan - Budayantara TV
News

Selamat Jalan Mas Guruh, Putra Bung Karno yang Mengabdikan Hidupnya untuk Seni dan Kebudayaan

26 September 20263 menit baca

Jakarta — Budayantara.tv Indonesia kembali kehilangan salah satu tokoh yang perjalanan hidupnya lekat dengan seni, musik dan kebudayaan.…

Tinggalkan tanggapan Batalkan balasan

Ikut dalam percakapan. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

Logo Budayantara TV
Mengangkat Budaya, Menginspirasi Nusantara
Gedung Perfilman H. Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22, Setiabudi, Jakarta Selatan

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber

Media Jaringan

favicon Klikternak.com favicon Kabarlagi.id
favicon Visioneernews.com favicon Heyrizki.my.id

Alamat Redaksi

© 2026 Budayantara TV. Theme by Rasmrq

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber