Lewati ke konten
26 September 2026 Dari Budaya Kita, Untuk Dunia.
Budayantara TV Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Kabar Terkini
PJBW Pekan Ke -94 di Cilincing, Kolaborasi Bersama MADAS Nusantara Berbagi Ratusan Paket Nasi ke WargaKampung Budaya Pencak Silat Beksi Petukangan Jadi Perhatian dalam Monitoring Destinasi Wisata DKIKERTAS IJAZAHTeras Kebinekaan, Merawat Indonesia Lewat Jalan Kebudayaan
Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Gedung Perfilman H.Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22 Setiabudi Setiabudi Jakarta Selatan.
Beranda/Mahasiswi Universitas Atma Jaya Belajar Budaya Betawi di Kampung Budaya Pencak Silat Beksi
Budaya News

Mahasiswi Universitas Atma Jaya Belajar Budaya Betawi di Kampung Budaya Pencak Silat Beksi

geraijenderal@gmail.comPenulis:geraijenderal@gmail.comUtama13 Juni 20263 menit baca📍 Jakarta
Mahasiswi Universitas Atma Jaya Belajar Budaya Betawi di Kampung Budaya Pencak Silat Beksi - Budayantara TV

Jakarta – Budayantara.tv Semangat pelestarian budaya Betawi terus digaungkan melalui berbagai kegiatan edukatif yang melibatkan generasi muda. Salah satunya dilakukan oleh mahasiswi Program Magister Psikologi Universitas Atma Jaya Jakarta yang mengunjungi Kampung Budaya Pencak Silat Beksi di Jalan Ciledug Raya No. 46, RT 006/004, Kelurahan Petukangan Utara, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Jumat (12/6/2026).

Dalam kunjungan tersebut, para mahasiswa mendapatkan wawasan langsung mengenai sejarah, filosofi, serta upaya pelestarian seni dan budaya Betawi, khususnya kesenian ondel-ondel yang menjadi salah satu ikon budaya masyarakat Betawi.

Tricia, mewakili tim mahasiswi Magister Psikologi Universitas Atma Jaya Jakarta, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut memberikan pengalaman berharga sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga warisan budaya bangsa.

“Pengalaman mengikuti kegiatan komunitas hari ini mengajarkan bahwa budaya Betawi harus dilestarikan bersama-sama. Ini bukan hanya tanggung jawab individu tertentu, tetapi seluruh masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Menurut Tricia, keberadaan komunitas seni memiliki peran yang lebih luas dibanding sekadar menjaga tradisi.

“Komunitas seni tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga berkontribusi dalam membina generasi muda melalui pengajaran, edukasi, bahkan nilai-nilai moral yang positif,” tambahnya.

Sementara itu, pegiat Kampung Budaya Pencak Silat Beksi sekaligus Pengajar Utama Bahasa Daerah Betawi, Abdul Aziz, menjelaskan bahwa seni budaya Betawi merupakan bagian penting dari perjalanan peradaban Nusantara. Ia menyoroti kesenian ondel-ondel yang memiliki kemiripan dengan barongan di Bali maupun bebegig di Banten.

Menurutnya, istilah “ondel-ondel” berasal dari gerakan tangan boneka raksasa tersebut yang dikenal dengan sebutan “ngondel-ngondel”.

Abdul Aziz juga menjelaskan filosofi warna yang melekat pada ondel-ondel berdasarkan ketentuan daerah. Ondel-ondel laki-laki memiliki wajah berwarna merah sebagai simbol keberanian, sedangkan ondel-ondel perempuan berwajah putih yang melambangkan kesucian.

Pandangan serupa disampaikan Raindbown, Pemuda Pelopor DKI Jakarta Bidang Seni Budaya Tahun 2026 sekaligus pimpinan Sanggar Seni Si Jantuk. Ia menjelaskan bahwa bentuk tubuh ondel-ondel dirancang menyerupai proporsi tubuh manusia ideal.

“Kesenian ondel-ondel lahir dari lingkungan kerajaan yang mengajarkan bahwa seni merupakan hasil pemikiran dan kreativitas. Seni tidak semata-mata diciptakan untuk kepentingan ekonomi, tetapi juga sebagai ekspresi budaya dan peradaban,” jelasnya.

Di sisi lain, Muhammad Asril Ilham, siswa SMP Putra Satria, menyoroti tantangan pelestarian ondel-ondel di tengah maraknya penggunaan kesenian tersebut sebagai sarana mengamen di jalanan.

Ia berharap para pengamen yang memanfaatkan ondel-ondel dapat memperoleh pembinaan dan alternatif penghasilan yang lebih baik.

“Mereka perlu diberikan pengajaran dan solusi agar ondel-ondel dapat kembali berfungsi sebagai media hiburan dan pertunjukan budaya yang membanggakan,” katanya.

Hal senada disampaikan Muhamad Hafiz, pimpinan Sanggar Seni Majelis Seni Budaya Indonesia. Ia menekankan pentingnya menjaga kualitas dan kehormatan kesenian Betawi melalui perawatan kostum serta peningkatan kualitas pertunjukan.

“Pelaku seni harus merawat kostumnya dengan baik dan mengubah konsep ngamen menjadi pertunjukan hiburan yang lebih bermartabat,” ujarnya.

Kunjungan edukatif tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi antara akademisi, pegiat budaya, dan generasi muda dapat menjadi langkah nyata dalam menjaga eksistensi budaya Betawi agar tetap hidup dan berkembang di tengah arus modernisasi. Melalui pemahaman sejarah, filosofi, dan nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya, diharapkan warisan leluhur tersebut dapat terus diwariskan kepada generasi mendatang. (ziz)

Kampung Budaya Pencak Silat Beksi
📍 Jakarta
WhatsAppFacebookX
Kolaborasi

Penulis artikel

geraijenderal@gmail.com
Penulis utama

geraijenderal@gmail.com

Etalase Seni Budaya

Baca Juga

PJBW Pekan Ke -94 di Cilincing, Kolaborasi Bersama MADAS Nusantara Berbagi Ratusan Paket Nasi ke Warga - Budayantara TV
News

PJBW Pekan Ke -94 di Cilincing, Kolaborasi Bersama MADAS Nusantara Berbagi Ratusan Paket Nasi ke Warga

25 September 20264 menit baca

Jakarta – Budayantara.tv Barengan bikin Jumat Berkah di Jalan Raya Cilincing, Jakarta Utara, Masyarakat Madura Asli (MADAS) Nusantara…

Kampung Budaya Pencak Silat Beksi Petukangan Jadi Perhatian dalam Monitoring Destinasi Wisata DKI - Budayantara TV
Budaya News

Kampung Budaya Pencak Silat Beksi Petukangan Jadi Perhatian dalam Monitoring Destinasi Wisata DKI

25 September 20263 menit baca

Jakarta — Budayantara.tv Di tengah geliat pembangunan pariwisata Jakarta yang terus berkembang, warisan budaya lokal tetap menjadi bagian…

Teras Kebinekaan, Merawat Indonesia Lewat Jalan Kebudayaan - Budayantara TV
Budaya News

Teras Kebinekaan, Merawat Indonesia Lewat Jalan Kebudayaan

25 September 20263 menit baca

Jakarta — Budayantara.tv Masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kemajuan teknologi, pertumbuhan ekonomi, atau pembangunan infrastruktur fisik.…

Tinggalkan tanggapan Batalkan balasan

Ikut dalam percakapan. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

Logo Budayantara TV
Mengangkat Budaya, Menginspirasi Nusantara
Gedung Perfilman H. Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22, Setiabudi, Jakarta Selatan

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber

Media Jaringan

favicon Klikternak.com favicon Kabarlagi.id
favicon Visioneernews.com favicon Heyrizki.my.id

Alamat Redaksi

© 2026 Budayantara TV. Theme by Rasmrq

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber