Lewati ke konten
27 September 2026 Dari Budaya Kita, Untuk Dunia.
Budayantara TV Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Kabar Terkini
Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat BeksiPENJARA KASTA​-Yang Kaya Ber-AC, Yang MiskinBerdesakanMenolak Padam: Menjaga Mata Rantai Kesejarahan Melalui Dokumentasi Naskah Wayang Orang Karya MaestroIn-Memoriam
Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Gedung Perfilman H.Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22 Setiabudi Setiabudi Jakarta Selatan.
Beranda/Jakarta Berjiwa Betawi : Ketika “Roh Betawi” Diuji di Tengah Kota Global
Budaya Event News

Jakarta Berjiwa Betawi : Ketika “Roh Betawi” Diuji di Tengah Kota Global

geraijenderal@gmail.comPenulis:geraijenderal@gmail.comUtama4 Maret 20262 menit baca📍 Jakarta
Jakarta Berjiwa Betawi : Ketika “Roh Betawi” Diuji di Tengah Kota Global - Budayantara TV

Jakarta — Budayantara.tv Di tengah gemuruh kota megapolitan yang tak pernah benar-benar tidur, sebuah pernyataan tentang identitas justru menggema dari ruang yang sederhana masjid. Pada Senin (2/3/2026), di Masjid Tangkuban Parahu, Setiabudi, Jakarta, Gubernur Pramono Anung menegaskan komitmennya menjadikan Jakarta “berjiwa Betawi”.

Namun, alih-alih melihatnya sebagai sekadar program kebudayaan, menarik untuk membaca langkah ini sebagai strategi politik identitas di tengah krisis makna kota modern.

Ketika Kota Kehilangan Akar

Jakarta selama ini dikenal sebagai ruang pertemuan: ragam etnis, bahasa, dan kepentingan berkelindan dalam satu lanskap urban yang serba cepat. Globalisasi menghadirkan gedung-gedung kaca, kawasan bisnis, dan gaya hidup kosmopolitan. Di sisi lain, identitas asli Betawi perlahan terdorong ke pinggir hadir dalam festival, tetapi jarang menjadi arus utama.

Di sinilah visi “Jakarta Berjiwa Betawi” menemukan momentumnya.

Pramono menekankan bahwa kebetawian tidak boleh berhenti sebagai teks atau simbol administratif. Di Balai Kota, seremoni resmi kini menghadirkan busana adat seperti ujung serong, kebaya Betawi, hingga kebaya encim. Pergeseran dari jas formal ke pakaian adat bukan hanya perubahan estetika, tetapi pernyataan politik: budaya lokal ditempatkan kembali di pusat panggung kekuasaan.

Identitas sebagai Instrumen Pembangunan

Langkah ini bisa dibaca sebagai upaya membangun legitimasi sosial. Ketika masyarakat lokal merasa diakui, partisipasi publik cenderung meningkat. Pemerintah daerah tampaknya menyadari bahwa pembangunan fisik tanpa fondasi budaya berisiko menciptakan keterasingan warganya sendiri.

Dalam konteks 2026, ketika banyak kota dunia berlomba menonjolkan kearifan lokal sebagai diferensiasi global, Jakarta tak ingin sekadar menjadi kota bisnis. Ia ingin punya narasi.

Namun narasi selalu membawa konsekuensi.

Antara Inklusivitas dan Eksklusivitas

Tantangan terbesar dari kebijakan berbasis identitas adalah potensi tafsir eksklusif. Jakarta bukan hanya milik Betawi, melainkan juga rumah bagi jutaan pendatang dari berbagai daerah di Indonesia. Jika tidak dirancang secara inklusif, “roh Betawi” bisa dipersepsikan sebagai batas, bukan jembatan.

Pertanyaannya bukan apakah identitas Betawi penting jelas penting sebagai akar sejarah kota. Pertanyaannya adalah bagaimana ia diposisikan: sebagai fondasi yang menopang keberagaman, atau sebagai label yang membedakan.

Di sisi lain, modernisasi juga menguji ketahanan budaya itu sendiri. Apakah generasi muda Betawi akan melihat kebaya encim dan ujung serong sebagai kebanggaan, atau sekadar kostum seremoni? Tanpa kebijakan pendidikan, ruang kreatif, dan dukungan ekonomi yang konkret, simbol bisa kehilangan makna.

Dari Simbol ke Substansi

Komitmen Gubernur Pramono Anung baru akan teruji ketika identitas Betawi tidak hanya tampil di panggung resmi, tetapi masuk dalam kebijakan nyata: pemberdayaan ekonomi warga lokal, pelestarian kampung budaya, hingga ruang ekspresi bagi seniman Betawi di tengah kota yang terus berubah.

Karena pada akhirnya, roh sebuah kota bukan ditentukan oleh pakaian yang dikenakan pejabatnya, melainkan oleh rasa memiliki warganya.

Jakarta kini sedang mencari kembali jiwanya. Dan seperti semua pencarian identitas, prosesnya tidak hanya tentang masa lalu melainkan tentang bagaimana masa lalu itu dinegosiasikan dengan masa depan.**

Majelis Kaum Betawi Pramono Anung
📍 Jakarta
WhatsAppFacebookX
Kolaborasi

Penulis artikel

geraijenderal@gmail.com
Penulis utama

geraijenderal@gmail.com

Etalase Seni Budaya

Baca Juga

Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat Beksi - Budayantara TV
News

Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat Beksi

27 September 20261 menit baca

Jakarta – Budayantara.tv “Observasi dan wawancara hari ini, membuka wawasan baru mengenai keadaan esksisting wisata di Kampung Wisata…

Menolak Padam: Menjaga Mata Rantai Kesejarahan Melalui Dokumentasi Naskah Wayang Orang Karya Maestro - Budayantara TV
News

Menolak Padam: Menjaga Mata Rantai Kesejarahan Melalui Dokumentasi Naskah Wayang Orang Karya Maestro

26 September 20265 menit baca

Solo,– Budayantara.tv Penerbitan naskah wayang orang dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkokoh struktur identitas kultural bangsa Indonesia. Melalui…

Selamat Jalan Mas Guruh, Putra Bung Karno yang Mengabdikan Hidupnya untuk Seni dan Kebudayaan - Budayantara TV
News

Selamat Jalan Mas Guruh, Putra Bung Karno yang Mengabdikan Hidupnya untuk Seni dan Kebudayaan

26 September 20263 menit baca

Jakarta — Budayantara.tv Indonesia kembali kehilangan salah satu tokoh yang perjalanan hidupnya lekat dengan seni, musik dan kebudayaan.…

Tinggalkan tanggapan Batalkan balasan

Ikut dalam percakapan. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

Logo Budayantara TV
Mengangkat Budaya, Menginspirasi Nusantara
Gedung Perfilman H. Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22, Setiabudi, Jakarta Selatan

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber

Media Jaringan

favicon Klikternak.com favicon Kabarlagi.id
favicon Visioneernews.com favicon Heyrizki.my.id

Alamat Redaksi

© 2026 Budayantara TV. Theme by Rasmrq

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber