Lewati ke konten
13 Agustus 2026 Dari Budaya Kita, Untuk Dunia.
Budayantara TV Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Kabar Terkini
Indonesia Melangkah, Generasi Bersuara: GBN 2026 Gaungkan Semangat KemerdekaanMuktamar ke-27 NU di Sukorejo: Ketika Pesantren Menjadi Panggung SejarahSekolah Percontohan dan Penuh Prestasi, Agustus 2026 Menjadi Album Kenangan di Gedung Lama SDN Kebayoran Lama Selatan 11Warga RW 18 Duta Mekar Asri Kompak Sukseskan Pemilihan Ketua RW, Bambang Cahyo Pribadi Terpilih
Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Gedung Perfilman H.Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22 Setiabudi Setiabudi Jakarta Selatan.
Beranda/Berpulangnya Paku Buwono XIII: Jejak Panjang Para Raja Kasunanan Surakarta
Budaya News

Berpulangnya Paku Buwono XIII: Jejak Panjang Para Raja Kasunanan Surakarta

geraijenderal@gmail.comPenulis:geraijenderal@gmail.comUtama7 November 20253 menit baca📍 Jakarta
Berpulangnya Paku Buwono XIII: Jejak Panjang Para Raja Kasunanan Surakarta - Budayantara TV

Jakarta – Budayantara.tv Kabar duka datang dari Keraton Surakarta Hadiningrat. Raja Kasunanan Surakarta, Paku Buwono (PB) XIII, wafat pada Minggu pagi, 2 November 2025, dalam usia 77 tahun. Kepergian Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Hangabehi ini bukan hanya kehilangan bagi keluarga besar Keraton, tetapi juga menjadi penanda berakhirnya satu babak panjang dalam sejarah kebudayaan Jawa yang telah berlangsung sejak abad ke-18.

Semasa hidupnya, PB XIII dikenal sebagai sosok yang tenang namun teguh dalam menjaga warisan leluhur. Putra sulung dari Paku Buwono XII ini berkomitmen merawat naskah-naskah klasik, menjaga adat istiadat keraton, serta memperkuat peran budaya di tengah arus modernisasi. Di bawah kepemimpinannya, Keraton Solo tetap menjadi mercusuar tradisi dan spiritualitas Jawa.

Jejak Panjang Para Raja Kasunanan Surakarta

Untuk memahami panjangnya sejarah Kasunanan Surakarta, berikut perjalanan para raja dari masa ke masa sebuah kisah yang merekam dinamika politik, budaya, dan spiritual selama lebih dari dua setengah abad.

1. Paku Buwono II (1745–1749)

Raden Mas Prabasuyasa, putra Amangkurat IV, menjadi pendiri Kasunanan Surakarta setelah peristiwa Geger Pecinan yang menghancurkan Kartasura. Ia memindahkan pusat kerajaan ke Surakarta pada 1745, menandai lahirnya babak baru Mataram.

2. Paku Buwono III (1749–1788)

Naik takhta pada 15 Desember 1749, Raden Mas Suryadi memerintah di masa penuh gejolak. Pada masanya, terjadi Perjanjian Giyanti (1755) yang membagi Mataram menjadi dua: Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta. Ia memerintah hampir empat dekade hingga wafat pada 1788.

3. Paku Buwono IV (1788–1820)

Dikenal sebagai Sunan Bagus karena ketampanannya, raja bernama asli Raden Mas Subadya ini dekat dengan kalangan ulama dan cendekia. Ia meninggalkan karya sastra monumental seperti Wulang Sunu dan Serat Sasana Prabu, serta membangun Masjid Agung Surakarta yang megah.

4. Paku Buwono V (1820–1823)

Meski memerintah hanya tiga tahun, ia dikenal melalui keterlibatannya dalam penyusunan karya besar Serat Centhini, ensiklopedia moral dan budaya Jawa.

5. Paku Buwono VI (1823–1830)

Raden Mas Sapardan berupaya menjaga keutuhan Surakarta di tengah tekanan kolonial. Ia mendukung perjuangan Pangeran Diponegoro, hingga akhirnya diasingkan ke Ambon oleh Belanda, tempat ia menghembuskan napas terakhir.

6. Paku Buwono VII (1830–1858)

Pada masa Raden Mas Malikis Solikin ini, Surakarta mengalami kedamaian pasca-Perang Diponegoro. Dunia sastra Jawa berkembang pesat berkat hadirnya pujangga besar Ranggawarsita.

7. Paku Buwono VIII (1858–1861)

Meski hanya tiga tahun berkuasa, ia meninggalkan jejak budaya melalui Gamelan Kyai Pandu, yang masih digunakan dalam upacara keagamaan hingga kini.

8. Paku Buwono IX (1861–1893)

Raden Mas Duksino memerintah lebih dari tiga dekade. Masa ini disebut Ranggawarsita sebagai “zaman edan”, simbol dari kekacauan moral di tengah perubahan sosial. Namun, Surakarta perlahan mulai memasuki masa modern.

9. Paku Buwono X (1893–1939)

Raja paling termasyhur ini, Raden Mas Sayiddin Malikul Kusno, membawa kejayaan luar biasa bagi Surakarta. Ia membangun Pasar Gede, Stadion Sriwedari, dan Taman Balekambang, menjadikan Solo pusat kemakmuran dan kebudayaan Jawa.

10. Paku Buwono XI (1939–1945)

Raden Mas Antasena memimpin di masa suram: Perang Dunia II dan pendudukan Jepang. Kekayaan keraton banyak dirampas, dan kehidupan rakyat Surakarta terpuruk.

11. Paku Buwono XII (1945–2004)

Naik takhta pada usia 20 tahun, Raden Mas Surya Guritna menghadapi masa penuh perubahan. Setelah status istimewa Surakarta dicabut pada 1946, ia tetap berjuang menjaga martabat keraton sebagai penjaga budaya, bukan kekuasaan.

12. Paku Buwono XIII (2004–2025)

Lahir di Solo pada 28 Juni 1948, KGPH Hangabehi memimpin keraton selama dua dekade. Ia meneguhkan kembali peran Kasunanan sebagai benteng kebudayaan dan pelestarian nilai luhur Jawa. Kepergiannya pada 2 November 2025 menutup satu lembar penting dalam sejarah panjang Surakarta.

Lebih dari Takhta, Sebuah Warisan Peradaban

Dari masa Paku Buwono II hingga Paku Buwono XIII, Keraton Surakarta bukan sekadar istana, melainkan penjaga peradaban Jawa. Di balik setiap nama raja tersimpan kisah perjuangan, kebijaksanaan, dan keanggunan budaya yang terus hidup di tengah dunia modern.

Kini, sepeninggal PB XIII, masyarakat menanti siapa yang akan meneruskan takhta bukan sekadar untuk memerintah, tetapi untuk melestarikan ruh kebudayaan Jawa yang telah bersemi selama lebih dari dua setengah abad.

Kesultanan Surakarta Paku Buwono XIII
📍 Jakarta
WhatsAppFacebookX
Kolaborasi

Penulis artikel

geraijenderal@gmail.com
Penulis utama

geraijenderal@gmail.com

Etalase Seni Budaya

Baca Juga

Indonesia Melangkah, Generasi Bersuara: GBN 2026 Gaungkan Semangat Kemerdekaan - Budayantara TV
Event Musik News

Indonesia Melangkah, Generasi Bersuara: GBN 2026 Gaungkan Semangat Kemerdekaan

13 Agustus 20262 menit baca

Bogor, – Budayantanra.tv Semangat kemerdekaan bergema melalui alunan musik dan paduan suara generasi muda Indonesia dalam Konser Kemerdekaan…

Muktamar ke-27 NU di Sukorejo: Ketika Pesantren Menjadi Panggung Sejarah - Budayantara TV
News Tokoh

Muktamar ke-27 NU di Sukorejo: Ketika Pesantren Menjadi Panggung Sejarah

13 Agustus 20264 menit baca

Situbondo, — Budayantara.tv Di tengah perjalanan panjang Nahdlatul Ulama (NU), ada sejumlah momentum yang tidak sekadar tercatat sebagai…

Sekolah Percontohan dan Penuh Prestasi, Agustus 2026 Menjadi Album Kenangan di Gedung Lama SDN Kebayoran Lama Selatan 11 - Budayantara TV
News

Sekolah Percontohan dan Penuh Prestasi, Agustus 2026 Menjadi Album Kenangan di Gedung Lama SDN Kebayoran Lama Selatan 11

13 Agustus 20262 menit baca

Jakarta,– Budayantara.tv Agustus 2026 menjadi bulan yang istimewa bagi keluarga besar SDN Kebayoran Lama Selatan 11. Di tengah…

Tinggalkan tanggapan Batalkan balasan

Ikut dalam percakapan. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

Lagi Hangat

  1. Dialog NU & Civil SocietyTema: “Meneguhkan Peran Nahdlatul Ulama sebagai Pilar Civil Society Menjelang Muktamar NU ke-35”26 Juli 2026
  2. Kehidupan Suku Papua Pegunungan di Lembah Baliem – PAPUA4 Agustus 2025
  3. HUT KNPI Ke-53: Saad Budiman Lubis Ajak Pemuda Menjadi Cahaya Perubahan dan Pelopor26 Juli 2026
  4. Warga RW 18 Duta Mekar Asri Kompak Sukseskan Pemilihan Ketua RW, Bambang Cahyo Pribadi Terpilih26 Juli 2026
  5. HUT KNPI Ke-53: Saad Budiman Lubis Ajak Pemuda Menjadi Cahaya Perubahan dan Pelopor26 Juli 2026

Rekomendasi untuk Anda

Berpulangnya Paku Buwono XIII: Jejak Panjang Para Raja Kasunanan Surakarta - Budayantara TVIndonesia Melangkah, Generasi Bersuara: GBN 2026 Gaungkan Semangat Kemerdekaan
Berpulangnya Paku Buwono XIII: Jejak Panjang Para Raja Kasunanan Surakarta - Budayantara TVMuktamar ke-27 NU di Sukorejo: Ketika Pesantren Menjadi Panggung Sejarah
Berpulangnya Paku Buwono XIII: Jejak Panjang Para Raja Kasunanan Surakarta - Budayantara TVSekolah Percontohan dan Penuh Prestasi, Agustus 2026 Menjadi Album Kenangan di Gedung Lama SDN Kebayoran Lama Selatan 11
Berpulangnya Paku Buwono XIII: Jejak Panjang Para Raja Kasunanan Surakarta - Budayantara TVWarga RW 18 Duta Mekar Asri Kompak Sukseskan Pemilihan Ketua RW, Bambang Cahyo Pribadi Terpilih
Berpulangnya Paku Buwono XIII: Jejak Panjang Para Raja Kasunanan Surakarta - Budayantara TVTokoh Pendidikan Merauke Soroti Keberlanjutan Pendidikan, Dorong Penguatan PKBM hingga Kepastian Guru Honorer

Lokasi

📍 Jakarta 251📍 Bogor 17📍 Bekasi 13📍 Purwokerto 11📍 Pasuruan 11

Tetap Terhubung

Isi URL media sosial di Customizer atau tetapkan Menu Sosial.

Logo Budayantara TV
Mengangkat Budaya, Menginspirasi Nusantara
Gedung Perfilman H. Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22, Setiabudi, Jakarta Selatan

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber

Media Jaringan

favicon Klikternak.com favicon Kabarlagi.id
favicon Visioneernews.com favicon Heyrizki.my.id

Alamat Redaksi

© 2026 Budayantara TV. Theme by Rasmrq

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber