Lewati ke konten
13 Agustus 2026 Dari Budaya Kita, Untuk Dunia.
Budayantara TV Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Kabar Terkini
IKB Jabodetabek Audiensi dengan Pemkot Jakarta Barat, Bahas Penguatan Budaya Betawi dan Budayantara Fest 2026Renee Partina : Budayantara Fest 2026: Rayakan 25 Tahun IKB Jabodetabek, Gaungkan Persaudaraan dan Solidaritas untuk PalestinaIndonesia Melangkah, Generasi Bersuara: GBN 2026 Gaungkan Semangat KemerdekaanMuktamar ke-27 NU di Sukorejo: Ketika Pesantren Menjadi Panggung Sejarah
Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Gedung Perfilman H.Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22 Setiabudi Setiabudi Jakarta Selatan.
Beranda/Lamongan, Jejak Emas Peradaban Kuno Jawa: Dari Prasasti Raja hingga Pusat Maritim Nusantara
Budaya News

Lamongan, Jejak Emas Peradaban Kuno Jawa: Dari Prasasti Raja hingga Pusat Maritim Nusantara

geraijenderal@gmail.comPenulis:geraijenderal@gmail.comUtama28 September 20253 menit baca
Lamongan, Jejak Emas Peradaban Kuno Jawa: Dari Prasasti Raja hingga Pusat Maritim Nusantara - Budayantara TV

Lamongan,– Budayantara.tv Di balik geliatnya sebagai kota agraris dan pesisir hari ini, Lamongan menyimpan sejarah panjang dan berharga yang jarang terungkap ke publik. Temuan-temuan prasasti, situs kuno, serta catatan asing mengungkapkan bahwa Lamongan pernah memainkan peran penting dalam panggung sejarah Nusantara dari masa kerajaan Hindu-Buddha, Islam, hingga kedatangan bangsa Eropa.

Dalam seminar sejarah yang digelar bersamaan dengan Museum Expo di Lamongan Sport Center pada Selasa (23/9/2025), pemerhati sejarah Lamongan Supriyo menegaskan bahwa daerah ini bukan hanya sekadar wilayah administratif biasa pada masa lampau, tetapi merupakan “benteng strategis” kerajaan Jawa kuno, terutama di era Raja Airlangga.

“Lamongan sebenarnya dikenal kaya akan sumber sejarah masa kuno (Hindu-Buddha). Prasasti-prasasti batu dan perunggu yang ditemukan membuktikan bahwa keputusan penting kerajaan kerap kali melibatkan wilayah Lamongan, terutama pada abad ke-11,” ujar Supriyo, yang juga pegiat Rumah Sejarah dan Budaya Lamongan.

Prasasti dan Situs yang Menguak Sejarah

Salah satu temuan penting adalah Prasasti Rayung, yang ditemukan di Desa Ngayung, Kecamatan Maduran, sejak tahun 1930-an. Prasasti berbahan perunggu ini menyebutkan keberadaan bangunan suci “Batara I Paro” serta tanah sima (tanah bebas pajak) yang dikhususkan untuk kepentingan keagamaan.

Lokasi bangunan suci tersebut diyakini berada di Desa Porodeso, tempat di mana saat ini masih ditemukan sisa struktur bata kuno dan punden desa yang memperkuat keterkaitannya dengan prasasti tersebut.

Selain itu, Prasasti Canggu dari masa Hayam Wuruk pada tahun 1358 Masehi mencatat peran penting desa-desa sepanjang Sungai Brantas dan Bengawan Solo termasuk wilayah Lamongan sebagai titik layanan penyeberangan yang diberi hak otonomi dan bebas pajak.

Beragam prasasti lain juga menjadi saksi bisu sejarah Lamongan, seperti Prasasti Balawi, Biluluk, dan bahkan angka tahun pada lampu perunggu di Sawen (Ngimbang) yang menunjukkan masa pemerintahan Tribhuwana Tunggadewi dari Majapahit.

“Ini menunjukkan bahwa dari aspek sosial, politik, hingga ekonomi, Lamongan tidak bisa dianggap sebagai daerah pinggiran,” tambah Supriyo.

Sedayu: Titik Temu Peradaban Maritim

Sementara itu, pemerhati sejarah lain, Teguh Fatchur Rozi, memusatkan perhatian pada kawasan pesisir utara Lamongan, terutama Sedayu, yang disebutnya sebagai pusat maritim dan interaksi budaya sejak era Hindu-Buddha hingga kedatangan bangsa Eropa.

“Sedayu dalam Kakawin Nagarakertagama disebut sebagai Jaya Sidahajeng, menunjukkan statusnya sebagai wilayah yang makmur dan penting,” jelas Teguh.

Lebih lanjut, Teguh menyebut bahwa kawasan Sedayu Lawas, Brondong, hingga Labuhan telah aktif menjadi titik perdagangan laut sejak abad ke-15 hingga ke-18. Di wilayah ini pula, muncul tokoh-tokoh penting penyebar Islam seperti Sunan Drajat dan Sunan Sendangduwur.

Bahkan, catatan penjelajah Portugis Tome Pires pada tahun 1513 mengungkapkan bahwa Sedayu adalah kota dengan pertahanan kuat, dikelilingi tembok, dipimpin oleh seorang tokoh bernama Pate Amiza, serta dikenal sebagai penghasil beras.

Namun, Pires juga mencatat bahwa kondisi pantai Sedayu yang berbatu membuatnya kurang ideal untuk pelabuhan, meski daerah pedalamannya sangat subur dan cocok untuk pertanian.

Teguh juga mengungkap keberadaan tiga manuskrip kuno yang ditemukan di Sedayu: Kropak Ferrara, Lontar Musyawarah Para Wali, dan Kitab Pangeran Bonang, yang menunjukkan tingginya aktivitas intelektual dan spiritual di kawasan ini.

Lebih dari Sekadar Kota Kecil

Dengan temuan-temuan ini, Supriyo dan Teguh sepakat bahwa Lamongan memiliki sejarah yang jauh lebih kaya dan kompleks daripada yang selama ini dikenal publik. Wilayah ini tidak hanya menjadi bagian dari kerajaan-kerajaan besar di masa lalu, tetapi juga menjadi pusat spiritual, administratif, dan perdagangan yang vital.

“Melalui prasasti, situs, dan catatan asing, kita bisa membaca bahwa Lamongan adalah simpul penting dalam sejarah Nusantara,” pungkas Teguh.**

Budaya Lamongan Sejarah
WhatsAppFacebookX
Kolaborasi

Penulis artikel

geraijenderal@gmail.com
Penulis utama

geraijenderal@gmail.com

Etalase Seni Budaya

Baca Juga

IKB Jabodetabek Audiensi dengan Pemkot Jakarta Barat, Bahas Penguatan Budaya Betawi dan Budayantara Fest 2026 - Budayantara TV
Budaya News

IKB Jabodetabek Audiensi dengan Pemkot Jakarta Barat, Bahas Penguatan Budaya Betawi dan Budayantara Fest 2026

13 Agustus 20263 menit baca

Jakarta, — Budayantara.id Upaya memperkuat pelestarian dan pengembangan budaya Betawi terus mendapat ruang melalui kolaborasi antara masyarakat, organisasi…

Renee Partina : Budayantara Fest 2026: Rayakan 25 Tahun IKB Jabodetabek, Gaungkan Persaudaraan dan Solidaritas untuk Palestina - Budayantara TV
Budaya News

Renee Partina : Budayantara Fest 2026: Rayakan 25 Tahun IKB Jabodetabek, Gaungkan Persaudaraan dan Solidaritas untuk Palestina

13 Agustus 20262 menit baca

Jakarta,– Budayantara.tv Semangat melestarikan budaya, memperkuat persaudaraan, sekaligus menumbuhkan kepedulian kemanusiaan akan mewarnai Budayantara Fest 2026, rangkaian perayaan…

Indonesia Melangkah, Generasi Bersuara: GBN 2026 Gaungkan Semangat Kemerdekaan - Budayantara TV
Event Musik News

Indonesia Melangkah, Generasi Bersuara: GBN 2026 Gaungkan Semangat Kemerdekaan

13 Agustus 20262 menit baca

Bogor, – Budayantanra.tv Semangat kemerdekaan bergema melalui alunan musik dan paduan suara generasi muda Indonesia dalam Konser Kemerdekaan…

Tinggalkan tanggapan Batalkan balasan

Ikut dalam percakapan. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

Lagi Hangat

  1. Dialog NU & Civil SocietyTema: “Meneguhkan Peran Nahdlatul Ulama sebagai Pilar Civil Society Menjelang Muktamar NU ke-35”26 Juli 2026
  2. Renee Partina : Budayantara Fest 2026: Rayakan 25 Tahun IKB Jabodetabek, Gaungkan Persaudaraan dan Solidaritas untuk Palestina13 Agustus 2026
  3. Kehidupan Suku Papua Pegunungan di Lembah Baliem – PAPUA4 Agustus 2025
  4. HUT KNPI Ke-53: Saad Budiman Lubis Ajak Pemuda Menjadi Cahaya Perubahan dan Pelopor26 Juli 2026
  5. Indonesia Melangkah, Generasi Bersuara: GBN 2026 Gaungkan Semangat Kemerdekaan13 Agustus 2026

Rekomendasi untuk Anda

Lamongan, Jejak Emas Peradaban Kuno Jawa: Dari Prasasti Raja hingga Pusat Maritim Nusantara - Budayantara TVIKB Jabodetabek Audiensi dengan Pemkot Jakarta Barat, Bahas Penguatan Budaya Betawi dan Budayantara Fest 2026
Lamongan, Jejak Emas Peradaban Kuno Jawa: Dari Prasasti Raja hingga Pusat Maritim Nusantara - Budayantara TVRenee Partina : Budayantara Fest 2026: Rayakan 25 Tahun IKB Jabodetabek, Gaungkan Persaudaraan dan Solidaritas untuk Palestina
Lamongan, Jejak Emas Peradaban Kuno Jawa: Dari Prasasti Raja hingga Pusat Maritim Nusantara - Budayantara TVIndonesia Melangkah, Generasi Bersuara: GBN 2026 Gaungkan Semangat Kemerdekaan
Lamongan, Jejak Emas Peradaban Kuno Jawa: Dari Prasasti Raja hingga Pusat Maritim Nusantara - Budayantara TVMuktamar ke-27 NU di Sukorejo: Ketika Pesantren Menjadi Panggung Sejarah
Lamongan, Jejak Emas Peradaban Kuno Jawa: Dari Prasasti Raja hingga Pusat Maritim Nusantara - Budayantara TVSekolah Percontohan dan Penuh Prestasi, Agustus 2026 Menjadi Album Kenangan di Gedung Lama SDN Kebayoran Lama Selatan 11

Lokasi

📍 Jakarta 251📍 Bogor 17📍 Bekasi 13📍 Purwokerto 11📍 Pasuruan 11

Tetap Terhubung

Isi URL media sosial di Customizer atau tetapkan Menu Sosial.

Logo Budayantara TV
Mengangkat Budaya, Menginspirasi Nusantara
Gedung Perfilman H. Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22, Setiabudi, Jakarta Selatan

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber

Media Jaringan

favicon Klikternak.com favicon Kabarlagi.id
favicon Visioneernews.com favicon Heyrizki.my.id

Alamat Redaksi

© 2026 Budayantara TV. Theme by Rasmrq

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber