Lewati ke konten
25 Agustus 2026 Dari Budaya Kita, Untuk Dunia.
Budayantara TV Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Kabar Terkini
Wanam di Tengah Arus Pembangunan, MPSI Dorong Adat Jadi Fondasi dan Ekonomi Warga Naik KelasBukan Sekadar Santunan, KEMALA Jabodetabek Terpukau Melihat Anak Yatim Hafal Al-Waqi’ahPolemik Vespa Dahnil Anzar, Ketum KNPI Serukan Etika Bermedia Sosial, Kritis pada Kebijakan, Bukan Menyerang Pribadi​KETIKA KANVAS LEBIH TAJAM DARI PELURU
Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Gedung Perfilman H.Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22 Setiabudi Setiabudi Jakarta Selatan.
Beranda/Wanam di Tengah Arus Pembangunan, MPSI Dorong Adat Jadi Fondasi dan Ekonomi Warga Naik Kelas
News

Wanam di Tengah Arus Pembangunan, MPSI Dorong Adat Jadi Fondasi dan Ekonomi Warga Naik Kelas

geraijenderal@gmail.comPenulis:geraijenderal@gmail.comUtama25 Agustus 20264 menit baca📍 Merauke
Wanam di Tengah Arus Pembangunan, MPSI Dorong Adat Jadi Fondasi dan Ekonomi Warga Naik Kelas - Budayantara TV

Merauke — Budayantara.tv Pembangunan yang terus bergerak di wilayah Wanam dinilai tidak boleh meninggalkan masyarakat adat sebagai penonton. Di tengah perubahan tersebut, kebudayaan justru didorong menjadi fondasi pembangunan sekaligus sumber kekuatan ekonomi baru bagi masyarakat.

Pesan itu mengemuka dalam Dialog Masyarakat yang diselenggarakan Merah Pusaka Stratejik Indonesia (MPSI) di Kampung Wanam, Distrik Ilwayab, Kabupaten Merauke.

Dialog menghadirkan Ketua Adat Wanam Yohanis Agabe Mahuze, Kepala Kampung Wanam Kosmas Kaize, masyarakat setempat, serta Peneliti MPSI Annas Fitrah Akbar.

Forum tersebut tidak hanya membicarakan bagaimana adat dipertahankan, tetapi juga bagaimana kekayaan budaya Wanam dapat diubah menjadi kekuatan pengetahuan, ruang ekonomi, dan instrumen untuk memperkuat posisi masyarakat di tengah pembangunan.

Ketua Adat Wanam Yohanis Agabe Mahuze menilai Wanam memiliki modal budaya yang kuat dan belum sepenuhnya dikembangkan.

Menurutnya, nama Wanam telah dikenal luas. Namun, kekuatan itu perlu diikuti dengan upaya memperkenalkan sejarah, norma, simbol adat, serta pengetahuan masyarakat secara lebih terstruktur.

“Wanam itu adalah brand yang sangat dikenal. Ini adalah harta masyarakat,” ujar Yohanis.

Ia mendorong agar kekayaan adat tidak hanya hidup dalam ingatan antargenerasi, tetapi mulai didokumentasikan melalui buku, catatan sejarah, dan materi pembelajaran.

Langkah tersebut dinilai penting agar generasi muda tetap mengetahui akar kebudayaannya sekaligus memberi ruang bagi masyarakat luar, mahasiswa, dan peneliti untuk memahami Wanam dari perspektif masyarakatnya sendiri.

Namun, bagi Yohanis, menjaga adat tidak berarti menutup diri dari perkembangan ekonomi.

Sebaliknya, kebudayaan dapat menjadi pintu masuk untuk menciptakan sumber penghasilan baru bagi masyarakat.

Rumah adat dapat dikembangkan sebagai ruang edukasi maupun tempat tinggal bagi pengunjung. Pertunjukan budaya dapat digelar secara berkala. Masyarakat lokal dapat menjadi pemandu, sementara kerajinan yang dibuat mama-mama dan perajin dapat memperoleh pasar yang lebih luas.

Dengan pendekatan itu, kebudayaan tidak hanya dipertontonkan, tetapi menghasilkan manfaat langsung bagi masyarakat sebagai pemiliknya.

Kepala Kampung Wanam Kosmas Kaize melihat gagasan tersebut membutuhkan ruang yang nyata di tingkat kampung.

Salah satu yang mengemuka adalah pembentukan sanggar atau rumah budaya sebagai pusat aktivitas masyarakat, mulai dari produksi kerajinan, penyimpanan perlengkapan adat hingga pembelajaran budaya bagi generasi muda.

Ruang tersebut juga dapat menjadi tempat yang mempertemukan adat dan aktivitas ekonomi masyarakat secara lebih terorganisasi.

Dalam dialog ditegaskan bahwa pemerintah kampung dan lembaga adat tidak dapat berjalan sendiri-sendiri.

“Kalau kita mau tingkatkan budaya, kita harus kerja sama. Adat jalan sendiri, pemerintah jalan sendiri, tidak bisa,” menjadi salah satu penegasan dalam forum.

Masyarakat juga mendorong agar generasi muda dan mahasiswa asal Wanam mengambil peran lebih besar dalam mendokumentasikan sejarah masyarakatnya.

Selama ini, berbagai pengetahuan dan cerita adat banyak diwariskan secara lisan. Jika tidak mulai ditulis, sebagian pengetahuan tersebut dikhawatirkan semakin sulit diwariskan ketika generasi berganti.

Dokumentasi tersebut ke depan dapat dihimpun dalam rumah adat, pusat budaya, atau ruang semacam museum kampung yang menjadi sumber pengetahuan bagi masyarakat maupun orang dari luar Wanam.

Sementara itu, Peneliti MPSI Annas Fitrah Akbar menekankan satu hal penting: semangat besar harus diikuti perencanaan yang benar.

Menurut Annas, pembangunan sanggar, pusat kerajinan, ataupun fasilitas budaya tidak boleh menjadi tujuan akhir.

Tanpa dokumentasi, kesiapan masyarakat, pengelolaan, dan pasar yang jelas, pembangunan fisik berisiko tidak memberikan manfaat berkelanjutan.

“Yang kita dahulukan, perkuat dokumentasinya dulu. Kita kuatkan kebudayaannya. Kita bentuk bukunya, sambil menyusun tempat kerajinan,” ujar Annas.

Ia mengingatkan agar pengembangan ekonomi budaya tidak dimulai dari membangun gedung, lalu baru memikirkan siapa yang akan membeli produk masyarakat.

“Jangan sampai kita bikin gedung, terus kita bikin anyam-anyam, tidak ada yang beli. Ini perlu kita rencanakan, yang mana dahulu,” katanya.

Karena itu, MPSI mendorong agar gagasan masyarakat diterjemahkan menjadi rencana aksi jangka pendek dan jangka panjang.

Tahap awal dapat difokuskan pada dokumentasi adat, pemetaan potensi, peningkatan kapasitas masyarakat, serta identifikasi produk budaya yang dapat dikembangkan.

Setelah fondasi tersebut kuat, langkah berikutnya dapat diarahkan pada ruang produksi, pemasaran, promosi digital, hingga kegiatan budaya yang mampu menarik masyarakat dari luar Wanam.

“Nanti perlu kita susun rencana aksi. Rencana jangka pendeknya apa, jangka panjangnya apa. Jadi terstruktur,” ujar Annas.

Salah satu gagasan yang mengemuka adalah menjadikan Wanam sebagai pusat edukasi budaya di Papua Selatan, termasuk melalui penyelenggaraan festival budaya tahunan.

Namun, Annas menekankan bahwa adat apa yang diperkenalkan, bagaimana ditampilkan, dan nilai apa yang harus dijaga tetap harus dirumuskan bersama masyarakat sebagai pemilik kebudayaan.

Dialog yang digelar MPSI tersebut pada akhirnya membawa pesan yang lebih besar dari sekadar pelestarian budaya.

Wanam sedang berhadapan dengan perubahan. Karena itu, pembangunan tidak cukup hanya mengubah wajah wilayah, tetapi juga harus memperkuat orang-orang yang hidup di dalamnya.

Masyarakat adat harus tetap memiliki ruang untuk menentukan arah, menjaga identitas, sekaligus memperoleh manfaat ekonomi dari potensi yang mereka miliki.

Wanam tidak harus memilih antara pembangunan dan adat. Keduanya dapat berjalan bersama—selama masyarakat adat tetap menjadi pemilik, pelaku utama, dan penerima manfaat dari perubahan yang berlangsung di tanahnya sendiri.

📍 Merauke
WhatsAppFacebookX
Kolaborasi

Penulis artikel

geraijenderal@gmail.com
Penulis utama

geraijenderal@gmail.com

Etalase Seni Budaya

Baca Juga

Bukan Sekadar Santunan, KEMALA Jabodetabek Terpukau Melihat Anak Yatim Hafal Al-Waqi’ah - Budayantara TV
News

Bukan Sekadar Santunan, KEMALA Jabodetabek Terpukau Melihat Anak Yatim Hafal Al-Waqi’ah

25 Agustus 20262 menit baca

Sumedang,– Budayantara.tv Kunjungan Keluarga Masyarakat Langsa (KEMALA) Jabodetabek ke Yayasan Mitra Istiqomah, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Minggu (23/8/2026),…

Polemik Vespa Dahnil Anzar, Ketum KNPI Serukan Etika Bermedia Sosial, Kritis pada Kebijakan, Bukan Menyerang Pribadi - Budayantara TV
News Tokoh

Polemik Vespa Dahnil Anzar, Ketum KNPI Serukan Etika Bermedia Sosial, Kritis pada Kebijakan, Bukan Menyerang Pribadi

25 Agustus 20262 menit baca

Jakarta,- Budayantara.tv Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI), Saad Budiman Lubis, S.Pd.I., M.M.,…

Merawat Persahabatan Antarbangsa Lewat Budaya, BMDN Hadiri Pameran Ukraina di Jakarta - Budayantara TV
Kebangsaan News

Merawat Persahabatan Antarbangsa Lewat Budaya, BMDN Hadiri Pameran Ukraina di Jakarta

24 Agustus 20263 menit baca

Jakarta — Budayantara.tv Diplomasi budaya tidak selalu hadir melalui panggung pertunjukan, festival, maupun pertukaran seni. Dalam situasi tertentu,…

Tinggalkan tanggapan Batalkan balasan

Ikut dalam percakapan. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

Lagi Hangat

  1. Puspita Sakanti Buka Resepsi Kenegaraan HUT RI ke-81 Temanggung dengan Bangilun Geol Kenes18 Agustus 2026
  2. Tiga Tahun Betslow, Merawat Budaya Betawi Lewat Kebersamaan dan Kepedulian23 Agustus 2026
  3. In Memoriam Syahrizal (1967-2026)24 Agustus 2026
  4. MEMBANGUN SWI JAYA BERBASIS PENGETAHUAN22 Agustus 2026
  5. IKB Jabodetabek Meriahkan HUT RI ke-81 Lewat Lomba Karaoke Bernuansa Merah Putih15 Agustus 2026

Rekomendasi untuk Anda

Wanam di Tengah Arus Pembangunan, MPSI Dorong Adat Jadi Fondasi dan Ekonomi Warga Naik Kelas - Budayantara TVWanam di Tengah Arus Pembangunan, MPSI Dorong Adat Jadi Fondasi dan Ekonomi Warga Naik Kelas
Wanam di Tengah Arus Pembangunan, MPSI Dorong Adat Jadi Fondasi dan Ekonomi Warga Naik Kelas - Budayantara TVBukan Sekadar Santunan, KEMALA Jabodetabek Terpukau Melihat Anak Yatim Hafal Al-Waqi’ah
Wanam di Tengah Arus Pembangunan, MPSI Dorong Adat Jadi Fondasi dan Ekonomi Warga Naik Kelas - Budayantara TVPolemik Vespa Dahnil Anzar, Ketum KNPI Serukan Etika Bermedia Sosial, Kritis pada Kebijakan, Bukan Menyerang Pribadi
Wanam di Tengah Arus Pembangunan, MPSI Dorong Adat Jadi Fondasi dan Ekonomi Warga Naik Kelas - Budayantara TV​KETIKA KANVAS LEBIH TAJAM DARI PELURU
Wanam di Tengah Arus Pembangunan, MPSI Dorong Adat Jadi Fondasi dan Ekonomi Warga Naik Kelas - Budayantara TVMerawat Persahabatan Antarbangsa Lewat Budaya, BMDN Hadiri Pameran Ukraina di Jakarta

Lokasi

📍 Jakarta 254📍 Bogor 18📍 Bekasi 13📍 Purwokerto 11📍 Pasuruan 11

Tetap Terhubung

Isi URL media sosial di Customizer atau tetapkan Menu Sosial.

Logo Budayantara TV
Mengangkat Budaya, Menginspirasi Nusantara
Gedung Perfilman H. Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22, Setiabudi, Jakarta Selatan

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber

Media Jaringan

favicon Klikternak.com favicon Kabarlagi.id
favicon Visioneernews.com favicon Heyrizki.my.id

Alamat Redaksi

© 2026 Budayantara TV. Theme by Rasmrq

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber