Jakarta, – Budayantara.tv Banyak tokoh seni bergerak melampaui batas estetika murni, seperti pelopor seni yang mendedikasikan karya dan hidupnya untuk menyuarakan kelompok rentan.
Salah satunya adalah Guruh Sukarno Putra, putra sang proklamator Republik Indonesia Ir. Soekarno. Seniman yang senantiasa menggunakan empati sebagai kompas utama.
Lewat medium ekspresi estetik, sang maestro seni pertunjukan ini kembali mempersembahkan maha karya bertajuk “Untuk Indonesia” yang akan digelar di Deheng House, Kemang Jakarta Selatan, Kamis 27 Agustus pukul 16.00 WIB mendatang.
Penggalangan Dana untuk Anak-Anak Penyintas Kanker
“Untuk Indonesia” adalah penggalangan dana untuk anak-anak penyintas kanker. Representasi yang mengejawantahkan keberpihakan merujuk pada bentuk ekspresi seni, sastra, dan budaya. Menyuarakan realitas sosial, dinamika kebangsaan, serta empati mendalam.
“Untuk Indonesia” memberikan dukungan psikososial sekaligus penggalangan dana, dan merangkai harapan untuk anak-anak penyintas kanker.

Peluncuran Paduan Suara Gema Indonesia
Pergelaran ini sekaligus menjadi momentum peluncuran Paduan Suara Gema Indonesia binaan Guruh Sukarno Putra.
Menampilkan sejumlah seniman antara lain; Marcell Siahaan, Kinarya GSP, Putri GSP, Gema Indonesia, dan I Ketut Gunawan Sandika.
Didukung para gadis sampul, diantaranya Starrisya Andhita, Fae Bernice Robin, Jane Callista, Kacamelyv Prakaca, serta penampilan khusus Melvina Patricia, seorang penyitas kanker yang sudah pulih. Acara ini akan dipandu artis kenamaan Soraya Haque dan Ai Syarief.
“Kegiatan ini tidak hanya membantu secara finansial, tetapi juga membangun ruang emosional yang positif bagi anak-anak penyintas kanker,” ujar Guruh Sukarno Putra.
Guruh mengharapkan kegiatan ini dapat dirasakan sebagai bentuk dukungan dari komunitas seni guna membangun rasa percaya diri mereka.
“Memberikan pesan kepada anak-anak, bahwa masa depan mereka berharga dan banyak orang peduli pada perjuangan mereka,” tegas pendiri Swara Maharddhika Group ini.
Lelang Wastra Karya Guruh Sukarno Putra
Pada kesempatan tersebut akan dilelang sejumlah wastra (kain tradisionil) karya Guruh Sukarno Putra, wastra anak-anak penyintas kanker, dan berbagai karya dari Ndara Pearls.
“Hasil penggalangan dana melalui kegiatan ini langsung disumbangkan kepada Yayasan Kanker Anak Indonesia,” terang Guruh.
Acara ini didukung atas kerjasama Yayasan Kanker Anak Indonesia, dan Celltech Stem Cell Centre – Profesor DR. Deby Vinski MScAA PhD.
Dukungan lainnya datang dari Deheng House, Viva Cosmetics, Batik Chic, Ai Syarif 1965, PT. Kara Santan Pertama, Vivi Nici, Al Hayyu Carpets, MW Music Studio, Quantum Group, dan Ndara Pearls, serta dari lembaga donor lainnya./*



