Lewati ke konten
13 Agustus 2026 Dari Budaya Kita, Untuk Dunia.
Budayantara TV Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Kabar Terkini
Indonesia Melangkah, Generasi Bersuara: GBN 2026 Gaungkan Semangat KemerdekaanMuktamar ke-27 NU di Sukorejo: Ketika Pesantren Menjadi Panggung SejarahSekolah Percontohan dan Penuh Prestasi, Agustus 2026 Menjadi Album Kenangan di Gedung Lama SDN Kebayoran Lama Selatan 11Warga RW 18 Duta Mekar Asri Kompak Sukseskan Pemilihan Ketua RW, Bambang Cahyo Pribadi Terpilih
Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Gedung Perfilman H.Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22 Setiabudi Setiabudi Jakarta Selatan.
Beranda/Ziarah Kubur: Merawat Ingatan, Menyambung Tradisi
Artikel Budaya

Ziarah Kubur: Merawat Ingatan, Menyambung Tradisi

geraijenderal@gmail.comPenulis:geraijenderal@gmail.comUtama22 Maret 20262 menit baca
Ziarah Kubur: Merawat Ingatan, Menyambung Tradisi - Budayantara TV

Oleh : Masdjo Arifin (Founder Budayantara Network)

Jakarta,- Di tengah arus modernisasi yang kian deras, ziarah kubur tetap bertahan sebagai salah satu tradisi keagamaan yang hidup dan mengakar kuat di Indonesia. Bagi banyak orang, langkah menuju pusara bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan batin menghubungkan kenangan, doa, dan kesadaran akan hakikat hidup.

Ziarah kubur bukan hanya bentuk penghormatan kepada mereka yang telah berpulang. Lebih dari itu, ia menjadi pengingat yang sunyi namun kuat: bahwa kehidupan di dunia bersifat sementara. Di antara nisan dan taburan bunga, manusia diajak merenung tentang waktu yang terus berjalan, tentang amal yang akan tertinggal, dan tentang kepastian akhir yang tak bisa dihindari.

Tradisi ini telah berakar sejak lama, bahkan sebelum Indonesia mengenal agama-agama besar seperti sekarang. Pada masa kejayaan kerajaan seperti Majapahit dan Sriwijaya, penghormatan terhadap leluhur telah menjadi bagian penting dari budaya. Makam-makam khusus dibangun bagi keluarga kerajaan dan para bangsawan, menandakan betapa besarnya penghargaan terhadap mereka yang telah tiada.

Seiring masuknya Islam ke Nusantara, praktik ziarah kubur mengalami transformasi makna. Para ulama dan tokoh penyebar Islam, seperti Wali Songo, tidak menghapus tradisi ini. Sebaliknya, mereka mengarahkannya agar selaras dengan ajaran Islam. Ziarah tidak lagi dimaknai sebagai sarana meminta pertolongan kepada arwah, melainkan sebagai bentuk doa kepada Allah untuk mengampuni dosa orang yang telah meninggal.

Di berbagai daerah, ziarah kubur memiliki warna dan cara pelaksanaan yang berbeda. Bagi masyarakat Betawi, misalnya, ziarah menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Idul Fitri. Tradisi ini biasanya dilakukan pada hari kedua setelah lebaran. Suasana makam pun berubah menjadi ruang pertemuan yang hangat tempat di mana keluarga, kerabat, dan sahabat lama saling berjumpa setelah sekian lama terpisah.

Pengalaman ini terasa nyata di pemakaman wakaf Sanjaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Di sana, ziarah bukan hanya tentang doa, tetapi juga tentang pertemuan. Ada kisah-kisah lama yang kembali hidup perjumpaan dengan teman masa sekolah dasar atau SMP, hingga bertemu kerabat yang kini tinggal jauh karena perubahan kehidupan. Di antara pusara, terjalin kembali benang-benang silaturahmi yang sempat terputus.

Inilah yang membuat ziarah kubur memiliki dimensi yang lebih luas dari sekadar ritual keagamaan. Ia menjadi ruang sosial, tempat manusia merawat hubungan, mengenang masa lalu, dan memperkuat kebersamaan. Tradisi ini juga mengandung nilai edukatif yang mendalam, mengajarkan tentang kefanaan hidup dan pentingnya mempersiapkan bekal untuk kehidupan setelah mati.

Hingga hari ini, masyarakat Indonesia terus menjaga tradisi ziarah kubur sebagai warisan yang berharga. Ia tidak hanya menghubungkan manusia dengan Tuhannya, tetapi juga dengan sejarah, budaya, dan sesama. Dalam kesederhanaannya, ziarah kubur menyimpan makna yang begitu dalam tentang kehidupan, kematian, dan nilai-nilai yang tak lekang oleh waktu.**

Masdjo Arifin Ziarah kubur
WhatsAppFacebookX
Kolaborasi

Penulis artikel

geraijenderal@gmail.com
Penulis utama

geraijenderal@gmail.com

Etalase Seni Budaya

Baca Juga

MPSI Perkuat Ketahanan Sosial Masyarakat Adat Papua, Peserta PKBM Wasur Dibekali Advokasi Non Litigasi dan Bantuan Pangan - Budayantara TV
Budaya News

MPSI Perkuat Ketahanan Sosial Masyarakat Adat Papua, Peserta PKBM Wasur Dibekali Advokasi Non Litigasi dan Bantuan Pangan

26 Juli 20263 menit baca

Merauke – Budayantara.tv Yayasan Merah Pusaka Stratejik Indonesia (MPSI) terus memperkuat komitmennya dalam membangun ketahanan sosial masyarakat adat…

Mahasiswi Magister Psikologi Universitas Atma Jaya Jakarta Dalami Kearifan Lokal di Kampung Budaya Pencak Silat Beksi - Budayantara TV
Budaya News

Mahasiswi Magister Psikologi Universitas Atma Jaya Jakarta Dalami Kearifan Lokal di Kampung Budaya Pencak Silat Beksi

2 Juli 20262 menit baca

Jakarta – Budayantara.tv Sekelompok mahasiswi Program Magister Psikologi Universitas Atma Jaya Jakarta melakukan kunjungan Studi Budaya ke Sekretariat…

5 Abad Jakarta Menuju Kota Global Mendunia - Budayantara TV
Budaya News

5 Abad Jakarta Menuju Kota Global Mendunia

30 Juni 20262 menit baca

Jakarta – Budayantara.tv Memasuki usia hampir lima abad, Jakarta menghadapi tantangan besar untuk bertransformasi menjadi kota global yang…

Tinggalkan tanggapan Batalkan balasan

Ikut dalam percakapan. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

Lagi Hangat

  1. Dialog NU & Civil SocietyTema: “Meneguhkan Peran Nahdlatul Ulama sebagai Pilar Civil Society Menjelang Muktamar NU ke-35”26 Juli 2026
  2. Kehidupan Suku Papua Pegunungan di Lembah Baliem – PAPUA4 Agustus 2025
  3. HUT KNPI Ke-53: Saad Budiman Lubis Ajak Pemuda Menjadi Cahaya Perubahan dan Pelopor26 Juli 2026
  4. Warga RW 18 Duta Mekar Asri Kompak Sukseskan Pemilihan Ketua RW, Bambang Cahyo Pribadi Terpilih26 Juli 2026
  5. HUT KNPI Ke-53: Saad Budiman Lubis Ajak Pemuda Menjadi Cahaya Perubahan dan Pelopor26 Juli 2026

Rekomendasi untuk Anda

Ziarah Kubur: Merawat Ingatan, Menyambung Tradisi - Budayantara TVIndonesia Melangkah, Generasi Bersuara: GBN 2026 Gaungkan Semangat Kemerdekaan
Ziarah Kubur: Merawat Ingatan, Menyambung Tradisi - Budayantara TVMuktamar ke-27 NU di Sukorejo: Ketika Pesantren Menjadi Panggung Sejarah
Ziarah Kubur: Merawat Ingatan, Menyambung Tradisi - Budayantara TVSekolah Percontohan dan Penuh Prestasi, Agustus 2026 Menjadi Album Kenangan di Gedung Lama SDN Kebayoran Lama Selatan 11
Ziarah Kubur: Merawat Ingatan, Menyambung Tradisi - Budayantara TVWarga RW 18 Duta Mekar Asri Kompak Sukseskan Pemilihan Ketua RW, Bambang Cahyo Pribadi Terpilih
Ziarah Kubur: Merawat Ingatan, Menyambung Tradisi - Budayantara TVTokoh Pendidikan Merauke Soroti Keberlanjutan Pendidikan, Dorong Penguatan PKBM hingga Kepastian Guru Honorer

Lokasi

📍 Jakarta 251📍 Bogor 17📍 Bekasi 13📍 Purwokerto 11📍 Pasuruan 11

Tetap Terhubung

Isi URL media sosial di Customizer atau tetapkan Menu Sosial.

Logo Budayantara TV
Mengangkat Budaya, Menginspirasi Nusantara
Gedung Perfilman H. Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22, Setiabudi, Jakarta Selatan

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber

Media Jaringan

favicon Klikternak.com favicon Kabarlagi.id
favicon Visioneernews.com favicon Heyrizki.my.id

Alamat Redaksi

© 2026 Budayantara TV. Theme by Rasmrq

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber