Home / News / Sosok Wanita Cantik di Balik Kesuksesan Kopi Kenangan: Dari Gerai 12 Meter Persegi hingga Go Internasional

Sosok Wanita Cantik di Balik Kesuksesan Kopi Kenangan: Dari Gerai 12 Meter Persegi hingga Go Internasional

Jakarta – Budayantara.tv Budaya ngopi di Indonesia bukan sekadar tren sesaat. Sejak ratusan tahun lalu, kopi telah menjadi bagian dari identitas sosial masyarakat Nusantara. Di Aceh, tradisi jeip kuphi atau minum kopi sudah dikenal sejak masa Kesultanan Aceh. Bahkan pahlawan nasional Teuku Umar pernah berujar sebelum pertempuran Meulaboh, “Beungoh singoh geutanyoe jep kupi di keude Meulaboh atawa ulon akan syahid,” yang menggambarkan betapa kopi begitu lekat dengan kehidupan dan semangat juang masyarakat.

Di Sumatera Barat, masyarakat Minangkabau mengenal kawa daun, minuman dari daun kopi yang telah ada jauh sebelum Belanda menerapkan tanam paksa kopi. Tradisi ini menunjukkan bahwa kopi bukan hanya soal rasa, tetapi juga tentang sejarah, kebersamaan, dan identitas budaya.

Di era modern, budaya ngopi itu berevolusi. Generasi Z menjadikan kopi bukan hanya sebagai kebutuhan kafein, tetapi bagian dari gaya hidup. Di sinilah Kopi Kenangan hadir dan mengambil peran besar.

Kopi Kenangan dan Daya Tariknya bagi Gen Z

Kopi Kenangan sukses merebut hati Gen Z berkat perpaduan kualitas rasa dengan harga terjangkau. Strategi pemasaran digital yang agresif, kolaborasi dengan influencer, inovasi menu seperti Kopi Kenangan Mantan, hingga promo-promo menarik seperti Buy 1 Get 1 membuat brand ini cepat viral. Bagi Gen Z, Kopi Kenangan bukan sekadar minuman, melainkan alasan untuk berkumpul, bekerja, dan berbagi pengalaman sosial.

Tiga Sekawan di Balik Brand Unicorn

Kopi Kenangan didirikan pada 2017 oleh tiga sekawan: Edward Tirtanata, James Prananto, dan Cynthia Chaerunnisa. Dari ketiganya, sosok Cynthia kerap mencuri perhatian. Wanita yang kini menjabat sebagai Chief Marketing Officer (CMO) Kopi Kenangan ini dikenal sebagai otak di balik strategi pemasaran yang kuat dan relevan dengan anak muda.

Cynthia merupakan lulusan Komunikasi Massa Curtin University, Perth, Australia, dan menyelesaikan studinya pada 2011. Kariernya di dunia pemasaran terbilang panjang dan solid. Ia pernah bekerja sebagai Retail Marketing Assistant di PT Mitra Adiperkasa (MAP), kemudian berkiprah di Pizza e Birra (ISMAYA Group) dan foodpanda Indonesia.

Tak berhenti di situ, Cynthia sempat mendirikan startup Lolabox pada 2012. Meski bisnis tersebut akhirnya tutup pada 2014, pengalamannya justru semakin memperkaya perspektifnya. Ia kemudian menjabat posisi strategis sebagai Head of Marketing Sephora Indonesia, Marketing Manager Uber, hingga Marketing Manager Shopee sebelum akhirnya bergabung dan membesarkan Kopi Kenangan.

Dari Modal Rp150 Juta hingga Ribuan Gerai

Butuh waktu hampir setengah tahun bagi Edward, James, dan Cynthia untuk membuka gerai pertama Kopi Kenangan. Dengan modal sekitar Rp150 juta, toko perdana dibuka pada Agustus 2017 di Menara Standard Chartered, Kuningan, Jakarta Selatan. Ukurannya pun sangat sederhana hanya 12 meter persegi, tepat di bawah elevator.

Namun strategi mereka langsung mencuri perhatian. Pada hari pertama pembukaan, promo Buy 1 Get 1 berhasil mendongkrak penjualan hingga sekitar 700 gelas dalam sehari. Dalam waktu tiga bulan, gerai pertama tersebut sudah balik modal. Dari situlah ekspansi dimulai.

Bertahan dan Tumbuh di Tengah Pandemi

Saat Kopi Kenangan sedang berada di fase pertumbuhan, pandemi Covid-19 melanda. Kebijakan PPKM membuat lalu lintas di perkantoran dan pusat perbelanjaan lokasi utama gerai Kopi Kenangan menurun drastis. Namun ketiga pendirinya tak tinggal diam.

Mereka menggenjot penjualan melalui pengiriman online, termasuk lewat aplikasi Kopi Kenangan. Fokus ekspansi pun dialihkan dari kawasan Central Business District (CBD) ke area residensial. Strategi ini terbukti efektif. Sepanjang 2020, jumlah gerai Kopi Kenangan justru tumbuh lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Menjadi Unicorn dan Mendunia

Pada 2021, Kopi Kenangan mencatat sejarah sebagai New Retail F&B Unicorn pertama di Asia Tenggara setelah memperoleh pendanaan Seri C senilai 96 juta dolar AS atau sekitar Rp1,6 triliun. Kini, Kopi Kenangan memiliki lebih dari 1.000 toko di lebih dari 100 kota dan enam negara, dengan lebih dari 5.000 karyawan.

Tak hanya Kopi Kenangan, Cynthia dan tim juga mengelola berbagai merek lain di bawah payung Kenangan Brands, seperti Cerita Roti, Chigo, Kenangan Heritage, dan Kenangan Manis. Ekspansi internasional pun terus dilakukan, dengan lebih dari 50 gerai beroperasi di Malaysia dan Singapura.

Aplikasi dan Loyalitas Pelanggan

Seiring meningkatnya tren digital di industri F&B, aplikasi Kopi Kenangan menjadi salah satu pilar penting pertumbuhan bisnis. Para pelanggan setia yang dijuluki “Para Mantan” dimanjakan dengan fitur penjadwalan pick-up, delivery, serta program loyalitas dengan berbagai promo menarik. Hasilnya, penjualan melalui aplikasi menunjukkan pertumbuhan yang stabil setiap tahun.

Lebih dari Sekadar Kopi

Dari gerai kecil 12 meter persegi hingga menjadi brand kopi berskala internasional, Kopi Kenangan adalah bukti bahwa inovasi, ketekunan, dan strategi yang tepat mampu melahirkan kesuksesan besar. Di balik pencapaian tersebut, sosok Cynthia Chaerunnisa menjadi simbol perempuan modern yang berperan penting dalam membangun salah satu brand kopi paling berpengaruh di Indonesia saat ini.**

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *