Lewati ke konten
28 September 2026 Dari Budaya Kita, Untuk Dunia.
Budayantara TV Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Kabar Terkini
Lima Buku untuk Lima Abad Jakarta, Ketika Literasi Betawi Berjuang dari Kantong PribadiKampung Silat Petukangan Kenalkan Sastra Betawi kepada Gen-Z Lewat FPK 2026Palestina dan Media: Siapa yang Bersuara, Siapa yang Didengar?Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat Beksi
Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Gedung Perfilman H.Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22 Setiabudi Setiabudi Jakarta Selatan.
Beranda/Aksiologi Gerakan Sadar Budaya Nusantara
Budaya News

Aksiologi Gerakan Sadar Budaya Nusantara

geraijenderal@gmail.comPenulis:geraijenderal@gmail.comUtama7 Februari 20262 menit baca
Aksiologi Gerakan Sadar Budaya Nusantara - Budayantara TV

Oleh: Ustadz Ahmad Suhadi
(Pimpinan Ponpes Taswirul Afkar 26 Bogor)

Jakarta,- Budayantara.tv Kesadaran budaya bukan sekadar romantisme masa lalu, melainkan fondasi penting bagi masa depan bangsa. Inilah semangat yang digaungkan oleh Gerakan Sadar Budaya Nusantara, sebuah ikhtiar kolektif untuk mengembalikan jati diri bangsa Indonesia melalui penghayatan nilai-nilai luhur warisan leluhur.

Syamsul Arifin, yang akrab disapa Mas Djo, selaku salah satu inisiator gerakan ini, menegaskan bahwa kesadaran budaya hari ini harus digaungkan secara berkelanjutan. Menurutnya, upaya menghidupkan kembali semangat budaya Nusantara tidak boleh hanya didominasi oleh kalangan seniman dan budayawan semata. Lebih dari itu, gerakan ini harus menjadi kesadaran bersama lintas generasi, lintas profesi, lintas daerah, bahkan lintas agama.

Dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat Nusantara, Mas Djo meyakini bahwa bangsa ini akan mampu merefleksikan kembali warisan leluhur yang kaya akan tradisi dan kearifan lokal. Leluhur bangsa Indonesia bukan hanya pewaris adat, tetapi juga para pejuang dan pencetus gagasan besar yang beradab, visioner, dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.

“Melalui gerakan sadar budaya, kita tidak hanya merawat tradisi, tetapi juga mengembalikan jati diri masyarakat Indonesia. Dari sinilah kejayaan bangsa dapat dibangun kembali, khususnya melalui jalur kebudayaan,” ujar Mas Djo dengan penuh optimisme.

Pandangan senada juga disampaikan oleh Dominik, yang melihat gerakan sadar budaya dari perspektifnya sebagai seorang petani. Menurutnya, kesadaran budaya harus mampu mengangkat harkat dan martabat masyarakat, terutama dalam mengelola dan memanfaatkan potensi alam. Bahkan lahan tidur yang sempit sekalipun, jika dikelola dengan kesadaran dan kearifan, dapat menjadi sumber pemenuhan kebutuhan hidup dan bernilai ekonomi bagi keluarga.

“Menanam sayuran untuk kebutuhan sendiri adalah bentuk kemandirian budaya. Ketika hasilnya berlebih dan bernilai jual, itu menjadi berkah ekonomi yang lahir dari kesadaran budaya,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, penulis berpandangan bahwa Gerakan Sadar Budaya Nusantara tidak boleh tercerabut dari nilai spiritualitas. Kesadaran berbudaya harus dimaknai sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, sekaligus ungkapan terima kasih kepada para leluhur. Bumi Indonesia dianugerahi kekayaan alam dan budaya yang luar biasa, sehingga melahirkan nilai-nilai luhur seperti gotong royong, kesantunan, kebersamaan, dan kepedulian sosial.

Nilai-nilai itulah yang sejatinya telah diwariskan oleh para leluhur bangsa. Tugas kita hari ini adalah merawat, menghidupkan, dan mengamalkannya dalam kehidupan nyata. Dengan demikian, Gerakan Sadar Budaya Nusantara bukan hanya menjadi wacana, tetapi menjelma sebagai gerakan moral dan spiritual untuk membangun peradaban bangsa yang beradab, mandiri, dan bermartabat.

Pimpinan Ponpes Taswirul Afkar 26 Bogor Ustadz Ahmad Suhadi
WhatsAppFacebookX
Kolaborasi

Penulis artikel

geraijenderal@gmail.com
Penulis utama

geraijenderal@gmail.com

Etalase Seni Budaya

Baca Juga

Lima Buku untuk Lima Abad Jakarta, Ketika Literasi Betawi Berjuang dari Kantong Pribadi - Budayantara TV
Budaya News

Lima Buku untuk Lima Abad Jakarta, Ketika Literasi Betawi Berjuang dari Kantong Pribadi

28 September 20264 menit baca

Jakarta — Budayantara.tv Menjelang peringatan lima abad Jakarta pada 22 Juni 2027, geliat menyambut momentum bersejarah itu mulai…

Kampung Silat Petukangan Kenalkan Sastra Betawi kepada Gen-Z Lewat FPK 2026 - Budayantara TV
Budaya News

Kampung Silat Petukangan Kenalkan Sastra Betawi kepada Gen-Z Lewat FPK 2026

27 September 20264 menit baca

Jakarta — Budayantara.tv Sastra Betawi terus didorong agar tidak hanya menjadi warisan masa lalu, tetapi juga hadir dan…

Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat Beksi - Budayantara TV
News

Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat Beksi

27 September 20261 menit baca

Jakarta – Budayantara.tv “Observasi dan wawancara hari ini, membuka wawasan baru mengenai keadaan esksisting wisata di Kampung Wisata…

Tinggalkan tanggapan Batalkan balasan

Ikut dalam percakapan. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

Logo Budayantara TV
Mengangkat Budaya, Menginspirasi Nusantara
Gedung Perfilman H. Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22, Setiabudi, Jakarta Selatan

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber

Media Jaringan

favicon Klikternak.com favicon Kabarlagi.id
favicon Visioneernews.com favicon Heyrizki.my.id

Alamat Redaksi

© 2026 Budayantara TV. Theme by Rasmrq

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber