Sari Pati Pribadi Saresehan Roso Orep Sejati Kaweruh Batin Tulis Tanpa Papan Kasunyatan Pasuruan Satu

Sari Pati Pribadi Saresehan Roso Orep Sejati Kaweruh Batin Tulis Tanpa Papan Kasunyatan Pasuruan Satu

Purwosari – Budayantara.tv Dalam seri perjalanan selama 21 Hari lamanya proses refleksi dan empan papan rasa berkesadaran, Sesudah menghadiri Saresehan Kaweruh Batin Tulis Tanpa Papan Kasunyatan, Padepokan Pasuruan 1(Satu) (Sabtu, 4/4/2026) di Daerah Tumenggung Kecamatan Pohjentrek Kabupaten Pasuruan Jawa Timur, Kembali Ki Winarno Sabda Sanggar NWB Ngesti Wedharing Budaya Kebon Candi Gondang Wetan Kabupaten Pasuruan Jawa Timur, bertemu dengan Guntur Bisowarno Ketua Bamboo Spirit Nusantara Support System Purwosari Kabupaten Pasuruan Jawa Timur.

Simpulan Kesimpulan Sadar Berkesadaran

Dalam Saresehan tersebut Bopo Bambang, Sesepuh asal Grati Pasuruan, Pinisepuh Pasuruan Satu Bopo Sholeh dan Pinisepuh Probolinggo, Bopo Sumiran Sukimin dari Warga Kaweruh Batin Tulis Tanpa Papan Kasunyatan menyatakan bahwa Ajaran Kaweruh Leluhur Nusantara ini sesungguhnya bersifat Ilahiah, Alamiah dan Ilmiah, perihal ini oleh pembicara narasumber acara Saresehan Sabtu Malam tersebut, yaitu Bopo Bondan Rio Prambanan asal Kota Malang Jawa Timur; Budayawan, Dalang, Sejarawan, Intektual Akademis dan Pelaku Spiritual, menyepakati simpulan Kesimpulan Beliau bertiga, adanya kandungan rasa berkesadaran berupa Mindset masing masing yang sangat dipengaruhi lingkungan hidup, sistem believe, latar belakang geometris geografis dan geopolitik masing masing yang bisa dialami secara otentik alamiah, ilmiah dan ilahiah, secara ngelakoni mengalami sendiri, sehingga bisa menjabarkan secara sains akademik spiritual rasa sadar berkesadaran yang sejatinya sejati oleh mereka yang Sinau Belajar Tentang Ajaran Kaweruh Batin Tulis Tanpa Papan Kasunyatan tersebut.

Terlahir Saloka Jati Kedua :

SALOKA JATI adalah sebagai makna sebuah ungkapan yang luhur namun disisi lain mengandung makna yang bermakna
SALOKA adalah perumpamaan yang nantinya mengandung makna yang bisa diterima dengan akal namun mempunyai filsafat yang agung
JATI adalah lahir artinya kita lahir yang mempunyai kaedah yang sempurna untuk bisa menjadikan Kita terhadap sesama sagung tumitah akan mempunyai kewibawaan dibanding dengan sesama yang tidak mempunyai sebuah uangkapan jati yang itu sendiri
Maka bisa diungkapkan istilah dwi jati artinya hidup dua kali
Yang pertama hidup dari kandungan gua garbha
Yang kedua hidup dari keilmuan
Oleh karena itu dengan keilmuan inilah kita menjadikan hidup diantara sesama sagung tumitah/makhluk hidup

Maka dengan istilah HIDUP inilah ternyata Kita akan tau dengan makna kehidupan
HIDUP itu urip
URIP itu urup
URUP itu nyala
NYALA itu padhang
PADHANG itu sorot
SOROT itu cahya
CAHYA itu langgeng
LANGGENG itu ghoip
GHOIP itu Hyang
HYANG itu kawasa
KAWASA itu yang punya urip

Dengan demikian kita bisa mengartikan makna kehidupan
ARTINYA dengan makna kehidupan pasti ada kematian /mati

SALOKA JATI

M anusia hidup harus menjalankan filsafat keimanan karena iman adalah Kita mengakui keesaan Tuhan
A lam sudah menunggu kapan Kita bersatu dengan alam sang ibu pertiwi
T ernyata semua yang Kita perbuat di alam ini nantinya akan menjadikan sebuah tuntunan untuk menyatu dengan alam
I itupun sebagai pertanda semua sagung tumitah akan kembali ke alamnya namun harus sesuai dengan karma Kita masing².

Bila Kita berbuat baik ya baik itulah yang akan Kita terima.

Sebaliknya bila Kita berbuat jelek ya jelek itupun yang akan Kita terima.

SALOKA JATI

KAWERUH BATIN TULIS TANPA PAPAN KASUNYATAN

K = Kaweruh Batin Tulis Tanpa Papan Kasunyatan, diawali, diproses dan di ISI ISO ASAH kan dengan pencapaian kepekaan rasa berkesadaran bahwa “Tiang Gesang Kedah percados Dateng gesangipun soho mangertosi Dateng Jejering Gesangipun” (Orang hidup selayaknya dan sepantasnya yakin atas hidupnya, juga sungguh sungguh mengerti atas Jejering, Perwujudan NyataGhoib dan GhoibNya(ta). Inilah ajaran keutamaan warisan leluhur Nusantara, atas laku spiritual mereka dalam mengenali, memahami dan mengerti kehadiran dari keagungan Hyang Jagad Pramudita dalam memberikan kemulyaan sejati pada setiap sagung dumadi, atas upaya menyakini dan mengerti jejernya rasa hidup sejati adaNya.
A = akal, pikiran dan rasa batinnya, menyatu pada diri pribadi manusia
W = wiwitan atau asal muasal gelar sangkan Paraning Dumadi, rasa kepekaan datangnya rasa, sejatinya rasa, jatuhnya rasa, rasa orep sejati.
E = endi dununge urip / dimana letak rasa hidup dan kehidupan yang sejati
R = roh atau atman ada pada setiap makhluk hidup
U = ugemana / laksanakan apa yang menjadi kehendak Dewata Agung
H = hong sebutan asma Tuhan yang diagungkan
B = bathara luhung /keesaan Tuhan dimana Kita selalu mengagungkan-Nya
A = akankah Kita nanti kembali kepada – Nya, sesudah Kita sampurna hidupnya di alam Gesang Kasunyatan di alam dunia ini.
T = tergantung pada perilaku Kita subha asubha karma
I = ingat jalan untuk menuju Sorga Loka tidak segampang membalikkan tangan
N = nanti semua itu akan tercatat pada nilai² jati diri pribadi masing² dan di dalam batin Kita.
T = terserah pada keyakinan dan kualitas rasa sadar berkesadaran Kita, dimana nanti Kita berada
U = untuk menuju ke Sorga Loka perlu adanya kesempurnaan yang hakiki di alam dunia ini.
L = laksanakan dengan penuh sabar, tawakal, nrima, ikhlas dan temen, sungguh sungguh, dimana Kita berbuat pada diri sendiri, setiap sesama dan alam raya beserta segala isinya.
I = intuisi adalah rasa yang paling dalam dan tidak bisa diganggu gugat Kita dalam menjalankan asamun/samadi
S = seyogyanya apa yang menjadi tujuan yang mulya harus Kita jalankan dengan penuh cinta kasih sayang, Asiha Dateng sesamaning Gesang, Cintailah Sesama yang hidup dan sayangilah sesama yang tumbuh.
T = tiada kata untuk menjalankan keagungan Tuhan harus dijalankan sesuai hakekatnya, lewat latihan yang temen bersunggguh sungguh dan laku spiritual.
A = akankah semua yang Kita jalankan itu mengandung kebenaran, belum tentu, carilah sampai ketemu rasa nya kebenaran sejati, dimana letak nya dan duduk jejernya berada.
N = nanti akan ada jalan untuk menuju kebenaran melalui DP = Dewa Penolong / Dewi Portuna, Sasmita Waskitanya batin Kita.
P = pasti semua sagung tumitah akan kembali kepada-Nya sesuai dengan KARMA masing²
A = aku / kita akan selalu melaksanakan apa yang Kita pikir, ucapan dan perbuat dengan penuh keikhlasan tersebut; Sedoyo wau kangge sarana ugi Dateng Memayu Hayuning Bawana, Sedoyo wau kangge sarana ugi Dateng Memayu Hayuning Bawana, nuso bongso Lan Jagat Raya. bongso Lan Jagat Raya ( semua itu untuk dan dari laku Memayu Hayuning Bawono, Nusa Bangsa dan Jagad Raya).
P = palenggahan / tempat duduk untuk singgasana samadi, perlu adanya kesucian dan keheningan.
A = agungkan nama Tuhan yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang Ismayajati, ya semua asma itu sejati nya apa, hakekat makrifatnya.
P = pundi / dimana Kita bertempat tinggal harus melaksanakan yadnya atau pengorbanan walaupun hanya dengan sastra keilmuan.
A = aman dimana Kita berada Hyang Agung selalu melindunginya
N = nama Tuhan selalu berada pada setiap makhluk hidup.
K = kedamaian pada setiap manusia selalu berbeda karena ada pada prilaku manusia itu sendiri, buah akibat sebab perilakunya.
A = ayo berbuat yang menjadikan sesama itu senang dan bahagia (Mengenal Akunya aku, Bahagia Dalam Takdir BSN 2026).
S = sesungguhnya didalam melaksanakan samadi harus dengan tekun nantinya akan ketekan, sampai.
U = unggah ungguh/sikap perilaku harus didasarkan dengan kebaikan, rasa sadar berkesadaran yang utama.
N = namun apa daya manusia selalu yakin dengan penyelenggaraan misteri daya hidup dan sungguh mengerti atas Jejere hidup itu sendiri.
Y = yakinkah Kita nanti akan kembali pada yang punya hidup, kalau Kita percaya pasti akan tercapai yang menjadi buah perjuangan kehendak manusia, yang semakin sadar Berkesadaran itu.
A = aku/Kita percaya semua ucapan, pikiran dan tindakan yang menggunakan tuntunan batin sukci dari Waskita dan sasmitanya Sang Dewata Agung diperjalankanNya sendiri oleh Tuhan beserta perwujudanNya, sesuai selaras matangnya Sang Waktu berjalan.
T = tetap semangat dalam menjalankan kebenaran nantinya Tuhan akan memberikan tempat derajat yang sempurna.
A = akan berhasil bila semua itu dijalankan dengan penuh kadharman/kebenaran, tidak putus dengan cintaNya di batin Kita, dan tidak putus dengan sumber daya hidup batin Kita.
N = nahengkung/memuja setiap titah sawantah/manusia selalu melakukan hal yang berkaitan dengan rasa batin sukci Kita dari Hyang Agung sejati, untuk mencari kebebasan duniawi yang akhirnya menuju nirwana loka / moksartam atau moksa sejati.

Nuwun
Ki Winarno Sabdo, S.Pd, M.Pd.H.

Diarsipkan di Perpustakaan Teknik Baru Kuno Modern HORAIZO Klasik Kawasan Gunung Arjuno Induk Peradaban Dunia.

Oleh : Mbah Openi Praktisi Manusia Sastra Budaya Canggih.

About Author

Budayantara TV

Budayantara TV adalah platform media digital yang berdedikasi untuk melestarikan dan mempromosikan kekayaan budaya Indonesia. Kami hadir sebagai jembatan antara nilai-nilai luhur budaya tradisional dengan dinamika kehidupan modern. 🎭 Visi Kami: Menjadi etalase budaya Indonesia yang terpercaya, menginspirasi generasi muda untuk mencintai dan melestarikan warisan budaya bangsa. 📰 Fokus Liputan: • Seni & Budaya Nusantara • Event & Festival Budaya • Kuliner Tradisional Indonesia • Tokoh & Maestro Budaya • Pelestarian Warisan Leluhur • Inovasi Budaya Kontemporer ✨ Komitmen Kami: Menyajikan konten berkualitas, informatif, dan inspiratif tentang kekayaan budaya Indonesia untuk audiens lokal dan global. 📧 Kontak: Email: admin@budayantara.tv Website: https://budayantara.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *