Purwokerto – Budayantara.tv Purwokerto dan Kabupaten Banyumas telah lama dikenal sebagai salah satu episentrum durian terbaik di Jawa Tengah. Dari tanah subur lereng selatan Gunung Slamet inilah lahir Durian Bawor, varietas unggulan yang kini namanya menggema hingga tingkat nasional. Dagingnya tebal, teksturnya lembut, rasa manis legit berpadu pahit tipis yang elegan, menjadikannya primadona di kalangan pencinta durian.
Tak sekadar dikenal sebagai sentra produksi, Banyumas juga menjelma sebagai destinasi wisata rasa. Salah satu titik persinggahan yang kian populer adalah Gendhis Durian, sebuah lapak durian yang berlokasi di utara Pabrik Gula Kalibagor, Jalan Gatot Subroto, Kabupaten Banyumas. Di tempat ini, pengunjung dapat menemukan beragam durian pilihan, mulai dari Durian Bawor, Musang King, Duri Hitam, hingga durian lokal super yang kualitasnya tak kalah bersaing.
Pada Selasa siang (21/1/2026), Awal owner Gendhis Durian menyambut langsung kedatangan tim Budayantara Media. Sajian durian terbaik hari itu tersaji di atas meja, membuka perjumpaan yang lebih dari sekadar agenda liputan kuliner. Aroma durian yang kuat berpadu dengan suasana hangat dan penuh keakraban.
Di balik kenikmatan rasa, Gendhis Durian menyimpan cerita yang lebih dalam. Obrolan berkembang dari pengalaman merawat dan memilih durian terbaik, hingga filosofi di balik usaha durian lokal. Sang owner berbagi rahasia memilih durian berkualitas, mulai dari bentuk buah yang simetris, aroma matang yang khas, hingga teknik mengetuk kulit untuk membaca karakter daging di dalamnya.
Menariknya, diskusi juga merambah pada seni dan budaya lokal Banyumas. Durian, dalam pandangan sang pemilik, bukan sekadar komoditas pertanian, melainkan bagian dari identitas budaya dan kebanggaan daerah. Setiap buah membawa cerita tentang petani, tanah, musim, dan kearifan lokal yang diwariskan turun-temurun.
Gendhis Durian pun tampil bukan hanya sebagai tempat menikmati durian, melainkan ruang temu bagi rasa, budaya, dan cerita Banyumas. Di sinilah durian menjadi medium penghubung antara tradisi dan generasi, antara alam dan manusia, sekaligus mempertegas Banyumas sebagai salah satu surga durian Nusantara.(DJo)




