Lewati ke konten
27 September 2026 Dari Budaya Kita, Untuk Dunia.
Budayantara TV Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Kabar Terkini
Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat BeksiPENJARA KASTA​-Yang Kaya Ber-AC, Yang MiskinBerdesakanMenolak Padam: Menjaga Mata Rantai Kesejarahan Melalui Dokumentasi Naskah Wayang Orang Karya MaestroIn-Memoriam
Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Gedung Perfilman H.Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22 Setiabudi Setiabudi Jakarta Selatan.
Beranda/Memberi Ruang bagi yang Muda, Menjaga Masa Depan Film Indonesia
Icon News

Memberi Ruang bagi yang Muda, Menjaga Masa Depan Film Indonesia

geraijenderal@gmail.comPenulis:geraijenderal@gmail.comUtama20 Januari 20263 menit baca
Memberi Ruang bagi yang Muda, Menjaga Masa Depan Film Indonesia - Budayantara TV

Oleh: Adisurya Abdy
Ketua Umum,Perkumpulan Tenaga Ahli Televisi dan Film Indonesia (PATFI)

Jakarta,- Budayantara tv.Perbincangan tentang regenerasi dalam perfilman Indonesia kerap terjebak pada soal usia dan senioritas. Siapa yang lebih lama berkarya, siapa yang lebih muda, siapa yang dianggap pantas berbicara. Padahal, persoalan yang jauh lebih mendasar bukanlah umur, melainkan keberlanjutan ekosistem film itu sendiri.

Film bukan sekadar karya seni atau produk industri. Ia adalah medium yang merekam cara sebuah bangsa memandang dirinya dari waktu ke waktu. Dalam film, kita menyimpan ingatan kolektif, nilai sosial, pergulatan budaya, hingga cara kita menafsirkan perubahan zaman.

Para sineas Indonesia yang kini berusia enam puluh tahun ke atas adalah penjaga memori penting sejarah film nasional. Mereka melewati masa produksi yang serba terbatas, tekanan sensor yang ketat, fluktuasi kebijakan negara, hingga perubahan teknologi dan pasar yang tidak selalu berpihak. Dari perjalanan panjang itu lahir ketangguhan, disiplin, serta kepekaan sosial yang menjadi fondasi perfilman Indonesia hari ini.

Namun zaman tidak pernah berhenti. Lanskap film Indonesia kini ditandai oleh perubahan perilaku penonton, kehadiran platform digital, jejaring festival internasional, serta tumbuhnya komunitas-komunitas film di luar struktur industri lama. Cara film diproduksi, didistribusikan, dan dikonsumsi telah berubah secara fundamental.

Generasi muda sineas hidup di tengah perubahan itu. Mereka tidak sekadar mempelajarinya, tetapi mengalaminya secara langsung dalam cara berpikir, cara bekerja, dan cara bercerita. Perspektif mereka lahir dari konteks yang berbeda, dengan tantangan dan peluang yang juga berbeda.

Masalah muncul ketika pengalaman masa lalu dijadikan satu-satunya legitimasi untuk menentukan arah hari ini. Ketika senioritas berubah menjadi otoritas yang sulit digugat, regenerasi bukan hanya terhambat, tetapi juga dipersempit maknanya: sekadar pergantian usia, bukan pergeseran peran dan tanggung jawab.

Memberi ruang kepada yang muda tidak berarti menafikan jasa generasi sebelumnya. Justru sebaliknya, itulah cara paling bertanggung jawab untuk memastikan pengalaman panjang tersebut tidak berhenti sebagai arsip pribadi. Pengalaman hanya akan menjadi warisan jika ia dibagikan dan ditransformasikan.

Di titik inilah peran sineas senior menjadi semakin penting. Bukan lagi sebagai pengendali tunggal proses kreatif atau penentu selera, melainkan sebagai penjaga nilai dan penunjuk arah. Peran sebagai mentor, penasihat, kurator, atau pengambil keputusan strategis memungkinkan pengalaman panjang bekerja secara maksimal, tanpa mematikan energi pembaruan.

Sejarah sinema dunia menunjukkan bahwa fase kemajuan sering lahir ketika generasi tua bersedia melangkah satu langkah ke belakang memberi ruang bagi keberanian generasi baru, sambil tetap menjaga etika, kualitas, dan tanggung jawab sosial film. Indonesia tidak terkecuali. Upaya membangun ekosistem film yang sehat menuntut keberanian yang sama.

Regenerasi bukan soal siapa yang lebih layak berdasarkan usia, melainkan soal siapa yang diberi kepercayaan untuk mendefinisikan cerita bangsa ke depan. Kepercayaan itu tidak tumbuh dari kompetisi antar generasi, melainkan dari kolaborasi yang setara dan saling menghormati.

Dalam konteks ini, kebesaran seorang sineas tidak diukur dari lamanya ia bertahan di pusat panggung, tetapi dari kesediaannya membuka jalan bagi mereka yang datang setelahnya. Ketika ruang diberikan dengan sadar, pengalaman berubah menjadi warisan, dan pengaruh justru menemukan bentuknya yang paling panjang.

Memberi ruang bagi yang muda bukan tanda mundur. Ia adalah keputusan maju demi masa depan perfilman Indonesia yang hidup, relevan, dan berkelanjutan.**

Adisurya Abdy
WhatsAppFacebookX
Kolaborasi

Penulis artikel

geraijenderal@gmail.com
Penulis utama

geraijenderal@gmail.com

Etalase Seni Budaya

Baca Juga

Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat Beksi - Budayantara TV
News

Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat Beksi

27 September 20261 menit baca

Jakarta – Budayantara.tv “Observasi dan wawancara hari ini, membuka wawasan baru mengenai keadaan esksisting wisata di Kampung Wisata…

Menolak Padam: Menjaga Mata Rantai Kesejarahan Melalui Dokumentasi Naskah Wayang Orang Karya Maestro - Budayantara TV
News

Menolak Padam: Menjaga Mata Rantai Kesejarahan Melalui Dokumentasi Naskah Wayang Orang Karya Maestro

26 September 20265 menit baca

Solo,– Budayantara.tv Penerbitan naskah wayang orang dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkokoh struktur identitas kultural bangsa Indonesia. Melalui…

Selamat Jalan Mas Guruh, Putra Bung Karno yang Mengabdikan Hidupnya untuk Seni dan Kebudayaan - Budayantara TV
News

Selamat Jalan Mas Guruh, Putra Bung Karno yang Mengabdikan Hidupnya untuk Seni dan Kebudayaan

26 September 20263 menit baca

Jakarta — Budayantara.tv Indonesia kembali kehilangan salah satu tokoh yang perjalanan hidupnya lekat dengan seni, musik dan kebudayaan.…

Tinggalkan tanggapan Batalkan balasan

Ikut dalam percakapan. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

Logo Budayantara TV
Mengangkat Budaya, Menginspirasi Nusantara
Gedung Perfilman H. Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22, Setiabudi, Jakarta Selatan

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber

Media Jaringan

favicon Klikternak.com favicon Kabarlagi.id
favicon Visioneernews.com favicon Heyrizki.my.id

Alamat Redaksi

© 2026 Budayantara TV. Theme by Rasmrq

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber