Bogor – Budayantara.tv Kementerian Kebudayaan menegaskan komitmennya untuk memperkuat pelestarian dan pengelolaan Situs Cibalay dan Arca Domas secara berkelanjutan. Upaya ini dilakukan agar warisan budaya bernilai tinggi tersebut tetap terjaga keasliannya sekaligus dapat dimanfaatkan oleh generasi sekarang dan mendatang.
Penegasan tersebut disampaikan Menteri Kebudayaan Fadli Zon saat melakukan kunjungan kerja ke Situs Cibalay dan Arca Domas di Desa Tapos 1, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor. Kunjungan ini bertujuan meninjau langsung kondisi tinggalan budaya serta menggali potensi pelindungan, penelitian, dan pengembangan kawasan situs.
Dalam keterangannya, Fadli Zon menekankan bahwa pelestarian situs budaya tidak hanya sebatas menjaga keberadaannya, tetapi juga perlu dibina dan dikembangkan secara bijak.
“Kita tidak ingin situs ini hanya dijaga, tetapi juga dibina dan dikembangkan. Ke depan, kawasan ini berpotensi menjadi objek wisata budaya, wisata sejarah, bahkan wisata religi, yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar tanpa menghilangkan nilai dan keasliannya,” ujar Fadli.
Potensi Situs Cibalay sebagai Punden Berundak
Situs Cibalay diketahui merupakan tinggalan budaya berupa punden berundak yang berorientasi utara selatan mengarah ke Gunung Salak. Situs ini terdiri atas lima teras, dengan teras tertinggi berada di sisi selatan. Di setiap teras ditemukan tinggalan arkeologis berupa menhir, dengan jumlah yang berbeda-beda pada tiap tingkatannya.
Saat melakukan peninjauan lapangan, Fadli Zon mengaku kagum dengan struktur situs yang menunjukkan susunan teras dan tonggak batu yang tertata.Sabtu (17/1/2026).
“Ini luar biasa. Terlihat adanya teras-teras yang rata dan tonggak-tonggak batu yang kemungkinan merupakan bagian dari altar. Jika dilihat sepintas, konstruksinya menyerupai punden berundak yang disusun oleh manusia,” ungkapnya.
Namun demikian, ia menjelaskan bahwa susunan batu di Situs Cibalay kemungkinan telah mengalami pergeseran akibat faktor alam yang berlangsung dalam kurun waktu panjang.
“Seiring perjalanan zaman, tentu terjadi pergeseran karena kondisi tanah, air, maupun tumbuh-tumbuhan di sekitar situs. Oleh karena itu, susunan batu yang terlihat saat ini bisa saja sudah berubah dari bentuk aslinya. Hal ini perlu kajian lebih lanjut,” jelasnya.
Arca Domas Masih Asli dan Minim Ekskavasi
Selain Situs Cibalay, Menteri Kebudayaan juga meninjau Situs Arca Domas yang berada dalam satu kawasan. Situs ini dinilai masih sangat terjaga keasliannya dan belum banyak tersentuh aktivitas ekskavasi.
“Arca Domas masih sangat asli dan terawat. Zona budaya yang selama ini ditetapkan sekitar enam hektar, namun setelah diteliti lebih lanjut, potensi kawasan situs ini bisa mencapai sekitar 62 hektar,” kata Fadli.
Ia menambahkan, kondisi tersebut membuka peluang besar untuk penelitian lanjutan guna mengungkap berbagai anomali dan jejak peradaban masa lalu di kawasan tersebut.
“Kita akan mendorong penelitian lebih lanjut untuk mengkaji anomali-anomali yang ada, sehingga dapat diketahui jejak peradaban yang cukup panjang di wilayah ini. Perkiraan awal menunjukkan situs ini berasal dari sekitar 2.000 hingga 3.000 tahun lalu, meskipun masih memerlukan pengujian ilmiah lebih lanjut,” ujarnya.
Berdasarkan data awal Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah Jawa Barat, hingga kini teridentifikasi sekitar 33 titik yang memiliki potensi tinggalan budaya di kawasan Situs Cibalay dan Arca Domas.
Dengan pengelolaan yang terarah dan berkelanjutan, pemerintah berharap kawasan ini tidak hanya menjadi sumber pengetahuan sejarah dan budaya, tetapi juga mampu memberikan dampak positif bagi pengembangan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat sekitar.Jika Anda ingin versi lebih singkat, gaya rilis humas, atau judul.**




