Lewati ke konten
13 Agustus 2026 Dari Budaya Kita, Untuk Dunia.
Budayantara TV Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Kabar Terkini
Indonesia Melangkah, Generasi Bersuara: GBN 2026 Gaungkan Semangat KemerdekaanMuktamar ke-27 NU di Sukorejo: Ketika Pesantren Menjadi Panggung SejarahSekolah Percontohan dan Penuh Prestasi, Agustus 2026 Menjadi Album Kenangan di Gedung Lama SDN Kebayoran Lama Selatan 11Warga RW 18 Duta Mekar Asri Kompak Sukseskan Pemilihan Ketua RW, Bambang Cahyo Pribadi Terpilih
Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Gedung Perfilman H.Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22 Setiabudi Setiabudi Jakarta Selatan.
Beranda/Film “Tauhid” Karya Lesbumi Jakarta 1964 Kembali Ditayangkan dalam NGAJI BUDAYA
Video

Film “Tauhid” Karya Lesbumi Jakarta 1964 Kembali Ditayangkan dalam NGAJI BUDAYA

geraijenderal@gmail.comPenulis:geraijenderal@gmail.comUtama5 Agustus 20253 menit baca
Film “Tauhid” Karya Lesbumi Jakarta 1964 Kembali Ditayangkan dalam NGAJI BUDAYA - Budayantara TV

Jakarta, — Budayantara.tv Sebuah film langka yang nyaris terlupakan dalam sejarah perfilman nasional, Tauhid (Panggilan Tanah Sutji), akan kembali diputar dalam acara Ngaji Budaya yang digelar Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) NU Jakarta pada Minggu, 10 Agustus 2025 mendatang. Film ini merupakan karya monumental yang lahir di tengah dinamika sosial-keagamaan Indonesia pada awal 1960-an.

Film Tauhid, yang digarap pada 1964 dan sempat ditayangkan secara terbatas sebelum akhirnya tenggelam oleh gejolak politik 1965, menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah film religi Indonesia. Film ini tercatat sebagai film pertama yang mengangkat tema ibadah haji di layar lebar, sebuah pendekatan yang pada masa itu dianggap terobosan, terlebih datang dari komunitas keagamaan yang selama ini dikenal berhati-hati terhadap seni peran dan perfilman.

“Ini momentum mahal dan berharga bagi para sineas muda dan masyarakat luas untuk menonton kembali karya Lesbumi Jakarta tahun 1964. Film ini bukan hanya dokumentasi sejarah, tapi juga perenungan spiritual dan budaya,” ujar H. Ahmad Yusuf, Ketua Lesbumi NU Jakarta sekaligus sutradara senior yang menggagas acara Ngaji Budaya ini.

Jejak Langka dalam Sejarah Perfilman

Dibintangi aktor-aktor besar masa itu seperti Ismed M. Noor, Nurbani Yusuf, Aedy Moward, dan M.E. Zainuddin, film ini disutradarai oleh sastrawan dan sineas Asrul Sani. Proyek ini didukung penuh oleh Lesbumi, sayap kebudayaan dari Nahdlatul Ulama, dengan keterlibatan tokoh-tokoh penting seperti Djamaluddin Malik dan Misbach Yusa Biran.

Tidak hanya itu, sejumlah ulama kharismatik NU seperti KH Saifuddin Zuhri, KH Idham Chalid, dan KH Bahrum Rangkuti juga turut menjadi penasihat demi memastikan nilai-nilai religius dalam film ini sesuai dengan ajaran Islam Ahlussunnah wal Jama’ah. Usmar Ismail, tokoh penting perfilman Indonesia, tercatat sebagai pengawas produksi, meski keterlibatannya dalam alur cerita film ini masih menjadi perdebatan.

“Film agama itu tidak boleh menjadi mimbar dakwah yang kaku. Ia harus menyampaikan perenungan, pencarian,” demikian pesan Presiden Soekarno saat dimintai restu oleh tim produksi, sebagaimana dikisahkan Misbach dalam buku Asrul dalam Film (Pustaka Jaya, 1997).

Dinamika dan Tantangan Produksi

Meski telah mendapat restu Bung Karno, proses produksi film ini jauh dari mudah. Asrul Sani bahkan sempat kesulitan menyusun skenario. Ia lalu menggandeng Misbach Yusa Biran sebagai sparring partner untuk menyusun naskah yang bukan hanya kuat secara naratif, tapi juga menyentuh dimensi teologis dan filosofis.

Film ini mengisahkan pergulatan spiritual seorang pilot, Mayor Udara Mursyid (Ismed M. Noor), yang mengalami perjalanan batin menuju keikhlasan dan penghambaan sejati kepada Tuhan. Karakter lainnya seorang guru agama muda, dokter, dan penulis turut mewakili kompleksitas identitas Muslim Indonesia pada era itu.

Namun, nasib film ini terbenam dalam situasi nasional yang tidak stabil. Meletusnya G30S dan naiknya ketegangan politik membuat film ini tak sempat berkembang luas di publik. Banyak dokumentasi lenyap, dan Tauhid pun hanya menjadi catatan kaki dalam sejarah, hingga kini.

Lesbumi dan Kebudayaan yang Mengakar

Keterlibatan Lesbumi dalam proyek ini juga menjadi catatan tersendiri. Di tengah resistensi sebagian kalangan terhadap budaya populer, Lesbumi justru mengambil langkah progresif dengan menjadikan film sebagai medium dakwah dan refleksi kebudayaan.

Perlu dicatat, sebelum film ini dirilis ke publik, dilakukan preview tertutup yang dihadiri para kiai NU. Djamaluddin Malik dan tim produksi secara terbuka meminta koreksi dan masukan. Ini menunjukkan kehati-hatian sekaligus kesungguhan mereka dalam menjadikan film sebagai bagian dari ekspresi keislaman yang tak bertentangan dengan nilai-nilai tradisi.

Menghidupkan Kembali Warisan yang Terlupa

Pemutaran ulang Tauhid dalam Ngaji Budaya bukan sekadar nostalgia, tetapi juga bagian dari upaya menggali kembali warisan budaya yang nyaris hilang. Bagi generasi muda, ini adalah kesempatan untuk memahami bagaimana Islam, budaya, dan seni bisa berjalan beriringan di masa lalu sebuah pelajaran berharga di tengah tantangan budaya global masa kini.

Acara ini akan diselenggarakan secara terbuka dan diharapkan menjadi ruang dialog antara sejarah, seni, dan identitas keislaman Indonesia. Sebuah panggung yang tepat untuk mengenang kembali visi luhur para pendahulu: bahwa dakwah bisa hadir dengan cara yang indah, dalam bahasa seni yang menyentuh hati.***

Film Tauhid Lesbumi NU Jakarta Ngaji Budaya
WhatsAppFacebookX
Kolaborasi

Penulis artikel

geraijenderal@gmail.com
Penulis utama

geraijenderal@gmail.com

Etalase Seni Budaya

Baca Juga

IMG?
Event Kebangsaan News Video

HUT KNPI Ke-53: Saad Budiman Lubis Ajak Pemuda Menjadi Cahaya Perubahan dan Pelopor

26 Juli 20261 menit baca

https://youtu.be/1aU6YL3Z6ns

Dialog NU & Civil SocietyTema: “Meneguhkan Peran Nahdlatul Ulama sebagai Pilar Civil Society Menjelang Muktamar NU ke-35” - Budayantara TV
Podcast Video

Dialog NU & Civil SocietyTema: “Meneguhkan Peran Nahdlatul Ulama sebagai Pilar Civil Society Menjelang Muktamar NU ke-35”

26 Juli 20261 menit baca

https://youtu.be/tCY7flndGr8?si=kKyhmdhIhaZCg0gq

IMG?
Video

suara kaum betawi, pandangan advokat muda terhadap betawi part 2

26 Juli 20261 menit baca

Tonton video selengkapnya di: https://www.youtube.com/watch?v=nvaYzpqDXMw Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=nvaYzpqDXMw

Tinggalkan tanggapan Batalkan balasan

Ikut dalam percakapan. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

Lagi Hangat

  1. Dialog NU & Civil SocietyTema: “Meneguhkan Peran Nahdlatul Ulama sebagai Pilar Civil Society Menjelang Muktamar NU ke-35”26 Juli 2026
  2. Kehidupan Suku Papua Pegunungan di Lembah Baliem – PAPUA4 Agustus 2025
  3. HUT KNPI Ke-53: Saad Budiman Lubis Ajak Pemuda Menjadi Cahaya Perubahan dan Pelopor26 Juli 2026
  4. Warga RW 18 Duta Mekar Asri Kompak Sukseskan Pemilihan Ketua RW, Bambang Cahyo Pribadi Terpilih26 Juli 2026
  5. HUT KNPI Ke-53: Saad Budiman Lubis Ajak Pemuda Menjadi Cahaya Perubahan dan Pelopor26 Juli 2026

Rekomendasi untuk Anda

Film “Tauhid” Karya Lesbumi Jakarta 1964 Kembali Ditayangkan dalam NGAJI BUDAYA - Budayantara TVIndonesia Melangkah, Generasi Bersuara: GBN 2026 Gaungkan Semangat Kemerdekaan
Film “Tauhid” Karya Lesbumi Jakarta 1964 Kembali Ditayangkan dalam NGAJI BUDAYA - Budayantara TVMuktamar ke-27 NU di Sukorejo: Ketika Pesantren Menjadi Panggung Sejarah
Film “Tauhid” Karya Lesbumi Jakarta 1964 Kembali Ditayangkan dalam NGAJI BUDAYA - Budayantara TVSekolah Percontohan dan Penuh Prestasi, Agustus 2026 Menjadi Album Kenangan di Gedung Lama SDN Kebayoran Lama Selatan 11
Film “Tauhid” Karya Lesbumi Jakarta 1964 Kembali Ditayangkan dalam NGAJI BUDAYA - Budayantara TVWarga RW 18 Duta Mekar Asri Kompak Sukseskan Pemilihan Ketua RW, Bambang Cahyo Pribadi Terpilih
Film “Tauhid” Karya Lesbumi Jakarta 1964 Kembali Ditayangkan dalam NGAJI BUDAYA - Budayantara TVTokoh Pendidikan Merauke Soroti Keberlanjutan Pendidikan, Dorong Penguatan PKBM hingga Kepastian Guru Honorer

Lokasi

📍 Jakarta 251📍 Bogor 17📍 Bekasi 13📍 Purwokerto 11📍 Pasuruan 11

Tetap Terhubung

Isi URL media sosial di Customizer atau tetapkan Menu Sosial.

Logo Budayantara TV
Mengangkat Budaya, Menginspirasi Nusantara
Gedung Perfilman H. Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22, Setiabudi, Jakarta Selatan

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber

Media Jaringan

favicon Klikternak.com favicon Kabarlagi.id
favicon Visioneernews.com favicon Heyrizki.my.id

Alamat Redaksi

© 2026 Budayantara TV. Theme by Rasmrq

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber