Lewati ke konten
27 September 2026 Dari Budaya Kita, Untuk Dunia.
Budayantara TV Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Kabar Terkini
PENJARA KASTA​-Yang Kaya Ber-AC, Yang MiskinBerdesakanMenolak Padam: Menjaga Mata Rantai Kesejarahan Melalui Dokumentasi Naskah Wayang Orang Karya MaestroIn-MemoriamSelamat Jalan Mas Guruh, Putra Bung Karno yang Mengabdikan Hidupnya untuk Seni dan Kebudayaan
Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Gedung Perfilman H.Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22 Setiabudi Setiabudi Jakarta Selatan.
Beranda/Di Balik Layar Audiensi: Ketika Negara Belajar dari Layar Lebar
Film News

Di Balik Layar Audiensi: Ketika Negara Belajar dari Layar Lebar

geraijenderal@gmail.comPenulis:geraijenderal@gmail.comUtama28 Februari 20262 menit baca📍 Jakarta
Di Balik Layar Audiensi: Ketika Negara Belajar dari Layar Lebar - Budayantara TV

Jakarta – Budayantara.tv Pertemuan antara Fadli Zon dan produser Manoj Punjabi dari MD Entertainment di Kantor Kementerian Kebudayaan, Sabtu (28/2/2026), bukan sekadar agenda seremonial. Di balik jabat tangan dan foto bersama, terselip satu pesan penting: negara mulai menyadari bahwa masa depan kebudayaan Indonesia juga dipertaruhkan di ruang gelap bioskop.

Selama ini, industri film kerap dilihat sebagai sektor hiburan semata. Namun dalam pertemuan tersebut, film dibicarakan sebagai instrumen kebudayaan, diplomasi lunak, sekaligus penggerak ekonomi kreatif. Perspektif inilah yang membuat audiensi terasa berbeda bukan hanya industri yang meminta dukungan, tetapi pemerintah yang terlihat ingin memahami ritme dan kebutuhan dunia perfilman.

Fadli Zon menekankan pentingnya menjaga tren positif perfilman nasional. Namun lebih dari itu, ia menyoroti fondasi yang kerap luput dari sorotan publik: kualitas skenario dan manajemen talenta. Refleksinya usai kunjungan ke India memperlihatkan bahwa kekuatan sinema bukan semata pada bintang besar atau promosi masif, melainkan pada cerita yang solid dan sistem industri yang tertata.

Pernyataan tersebut seperti menjadi sinyal bahwa pemerintah tak lagi ingin sekadar hadir sebagai regulator, tetapi juga sebagai fasilitator ekosistem. Regulasi yang berimbang disebut sebagai kunci agar industri tetap sehat, kompetitif, dan tidak terjebak pada euforia sesaat.

Di sisi lain, Manoj Punjabi memotret situasi dari kacamata pelaku industri. Ia menyebut dua tahun terakhir sebagai momentum emas ketika film Indonesia berhasil menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan mendominasi box office nasional. Namun keberhasilan itu, menurutnya, bukan garis akhir. Justru di situlah tantangan dimulai: bagaimana menjaga konsistensi kualitas sekaligus memperkuat nilai moral dan budaya dalam setiap karya.

Menariknya, pertemuan ini juga memperlihatkan perubahan relasi antara negara dan industri. Jika dahulu sineas sering merasa berjalan sendiri menghadapi tantangan pasar dan distribusi, kini muncul optimisme bahwa sinergi bisa dibangun lebih sistematis mulai dari pelatihan penulisan, workshop kreatif, hingga penguatan investasi.

Dari sudut pandang kebudayaan, film bukan hanya produk komersial, tetapi ruang refleksi identitas bangsa. Ia memuat bahasa, musik, tradisi lisan, hingga gaya hidup yang terus bertransformasi. Ketika negara memberi perhatian pada sektor ini, sesungguhnya yang sedang dijaga bukan hanya angka penonton, melainkan narasi tentang siapa kita sebagai bangsa.

Audiensi tersebut mungkin berlangsung beberapa jam saja. Namun dampaknya bisa menjalar jauh, hingga ke ruang-ruang kreatif tempat ide ditulis, dialog disusun, dan karakter diciptakan. Jika kolaborasi ini konsisten, bukan tak mungkin layar lebar Indonesia akan menjadi panggung yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memperkuat jati diri nasional di tengah arus globalisasi.

Di balik layar, sebuah babak baru tampaknya sedang disiapkan bukan hanya oleh para sineas, tetapi juga oleh negara yang mulai melihat film sebagai wajah kebudayaan masa kini.**

Fadli Zon Manoj Punjabi MD Entertainment
📍 Jakarta
WhatsAppFacebookX
Kolaborasi

Penulis artikel

geraijenderal@gmail.com
Penulis utama

geraijenderal@gmail.com

Etalase Seni Budaya

Baca Juga

Menolak Padam: Menjaga Mata Rantai Kesejarahan Melalui Dokumentasi Naskah Wayang Orang Karya Maestro - Budayantara TV
News

Menolak Padam: Menjaga Mata Rantai Kesejarahan Melalui Dokumentasi Naskah Wayang Orang Karya Maestro

26 September 20265 menit baca

Solo,– Budayantara.tv Penerbitan naskah wayang orang dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkokoh struktur identitas kultural bangsa Indonesia. Melalui…

Selamat Jalan Mas Guruh, Putra Bung Karno yang Mengabdikan Hidupnya untuk Seni dan Kebudayaan - Budayantara TV
News

Selamat Jalan Mas Guruh, Putra Bung Karno yang Mengabdikan Hidupnya untuk Seni dan Kebudayaan

26 September 20263 menit baca

Jakarta — Budayantara.tv Indonesia kembali kehilangan salah satu tokoh yang perjalanan hidupnya lekat dengan seni, musik dan kebudayaan.…

PJBW Pekan Ke -94 di Cilincing, Kolaborasi Bersama MADAS Nusantara Berbagi Ratusan Paket Nasi ke Warga - Budayantara TV
News

PJBW Pekan Ke -94 di Cilincing, Kolaborasi Bersama MADAS Nusantara Berbagi Ratusan Paket Nasi ke Warga

25 September 20264 menit baca

Jakarta – Budayantara.tv Barengan bikin Jumat Berkah di Jalan Raya Cilincing, Jakarta Utara, Masyarakat Madura Asli (MADAS) Nusantara…

Tinggalkan tanggapan Batalkan balasan

Ikut dalam percakapan. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

Logo Budayantara TV
Mengangkat Budaya, Menginspirasi Nusantara
Gedung Perfilman H. Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22, Setiabudi, Jakarta Selatan

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber

Media Jaringan

favicon Klikternak.com favicon Kabarlagi.id
favicon Visioneernews.com favicon Heyrizki.my.id

Alamat Redaksi

© 2026 Budayantara TV. Theme by Rasmrq

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber