Lewati ke konten
27 September 2026 Dari Budaya Kita, Untuk Dunia.
Budayantara TV Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Kabar Terkini
Kampung Silat Petukangan Kenalkan Sastra Betawi kepada Gen-Z Lewat FPK 2026Palestina dan Media: Siapa yang Bersuara, Siapa yang Didengar?Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat BeksiPENJARA KASTA​-Yang Kaya Ber-AC, Yang MiskinBerdesakan
Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Gedung Perfilman H.Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22 Setiabudi Setiabudi Jakarta Selatan.
Beranda/Reuni yang Berbuah Karya: LANINA Bangkit, Siap Warnai Industri Musik Indonesia Lewat Single “Tak Pernah Jemu”
Musik News

Reuni yang Berbuah Karya: LANINA Bangkit, Siap Warnai Industri Musik Indonesia Lewat Single “Tak Pernah Jemu”

geraijenderal@gmail.comPenulis:geraijenderal@gmail.comUtama25 Juni 20265 menit baca📍 Jakarta
Reuni yang Berbuah Karya: LANINA Bangkit, Siap Warnai Industri Musik Indonesia Lewat Single “Tak Pernah Jemu” - Budayantara TV

Jakarta – Budayantara.tv Reuni yang Berbuah Karya: LANINA Bangkit, Siap Warnai Industri Musik Indonesia Lewat Single “Tak Pernah Jemu”

Jakarta – Kerinduan yang lama terpendam akhirnya menemukan jalannya. Setelah bertahun-tahun vakum dan menjalani perjalanan masing-masing, para personel LANINA, band juara ajang pencarian bakat legendaris Dream Band 2005, kembali bersatu. Reuni yang awalnya hanya menjadi ajang melepas rindu kini berkembang menjadi semangat baru untuk kembali berkarya di industri musik Indonesia.saat dijumpai awak media.Kamis (25/6/2026).

Bagi pecinta musik era 2000-an, nama LANINA tentu tidak asing. Band ini lahir dari ajang Dream Band, kompetisi musik yang digagas TV7 (kini Trans7) pada periode 2004–2006. Berbeda dengan kompetisi band pada umumnya, Dream Band menyatukan para musisi terbaik hasil audisi individu untuk membentuk grup baru yang solid dan siap bersaing.

Pada musim kedua tahun 2005, LANINA berhasil mencuri perhatian publik dan keluar sebagai Juara 1 The Real Dream Band 2005, mengungguli sejumlah finalis kuat seperti Pluto, Flow, Ares, Silver, Ankara, Lensa, dan Zen. Kesuksesan tersebut menjadikan LANINA salah satu band yang diperhitungkan di kancah musik nasional kala itu.

LANINA diperkuat oleh formasi berbakat yang terdiri dari Dawus (vokal), Boby Budi Santosa (gitar), Dimas (bass), dan Dede (drum). Keempat personel tersebut berhasil membangun chemistry yang kuat meski berasal dari latar belakang berbeda dan dipertemukan melalui kompetisi.

Sejumlah karya mereka sempat mendapat tempat di hati penikmat musik Indonesia, di antaranya lagu “Akhir Penantian” yang menjadi salah satu lagu andalan pasca-kompetisi, serta “Laki-laki Tidak Menangis”, karya yang ditulis oleh Dawus dan diaransemen bersama seluruh personel LANINA. Dengan karakter musik pop rock alternatif yang kuat, LANINA menjadi representasi warna musik Indonesia pada pertengahan era 2000-an.

Kini, setelah sekian lama tidak merilis karya baru, LANINA kembali hadir dengan energi dan semangat yang berbeda. Band yang pernah menjadi simbol mimpi para musisi muda ini tengah mempersiapkan album terbaru mereka. Sebagai langkah awal kebangkitan, LANINA akan memperkenalkan single perdana berjudul “Tak Pernah Jemu”.

Lagu tersebut menjadi simbol perjalanan panjang persahabatan, kerinduan, serta kecintaan mereka terhadap musik yang tidak pernah pudar meski waktu terus berjalan. Kehadiran single ini sekaligus menjadi penanda bahwa LANINA siap kembali mengambil bagian dalam dinamika industri musik Tanah Air.

“Kami dipertemukan kembali oleh rasa rindu dan kecintaan yang sama terhadap musik. Dari reuni sederhana, lahirlah semangat untuk kembali berkarya dan memberikan sesuatu yang baru bagi para pendengar,” ungkap salah satu personel LANINA.

Dengan pengalaman, kedewasaan bermusik, dan semangat baru yang mereka miliki, LANINA optimistis dapat menghadirkan warna segar di tengah perkembangan industri musik Indonesia yang semakin dinamis. Kebangkitan mereka juga menjadi bukti bahwa karya dan persahabatan sejati tidak pernah lekang oleh waktu.

Melalui “Tak Pernah Jemu”, LANINA tidak hanya mengobati kerinduan para penggemar lama, tetapi juga membuka lembaran baru untuk menjangkau generasi pendengar yang lebih muda. Sebuah comeback yang layak dinantikan dari band yang pernah lahir dari mimpi dan kini kembali hidup melalui karya.(Djo)

Jakarta – Kerinduan yang lama terpendam akhirnya menemukan jalannya. Setelah bertahun-tahun vakum dan menjalani perjalanan masing-masing, para personel LANINA, band juara ajang pencarian bakat legendaris Dream Band 2005, kembali bersatu. Reuni yang awalnya hanya menjadi ajang melepas rindu kini berkembang menjadi semangat baru untuk kembali berkarya di industri musik Indonesia.saat dijumpai awak media.Kamis (25/6/2026).

Bagi pecinta musik era 2000-an, nama LANINA tentu tidak asing. Band ini lahir dari ajang Dream Band, kompetisi musik yang digagas TV7 (kini Trans7) pada periode 2004–2006. Berbeda dengan kompetisi band pada umumnya, Dream Band menyatukan para musisi terbaik hasil audisi individu untuk membentuk grup baru yang solid dan siap bersaing.

Pada musim kedua tahun 2005, LANINA berhasil mencuri perhatian publik dan keluar sebagai Juara 1 The Real Dream Band 2005, mengungguli sejumlah finalis kuat seperti Pluto, Flow, Ares, Silver, Ankara, Lensa, dan Zen. Kesuksesan tersebut menjadikan LANINA salah satu band yang diperhitungkan di kancah musik nasional kala itu.

LANINA diperkuat oleh formasi berbakat yang terdiri dari Dawus (vokal), Boby Budi Santosa (gitar), Dimas (bass), dan Dede (drum). Keempat personel tersebut berhasil membangun chemistry yang kuat meski berasal dari latar belakang berbeda dan dipertemukan melalui kompetisi.

Sejumlah karya mereka sempat mendapat tempat di hati penikmat musik Indonesia, di antaranya lagu “Akhir Penantian” yang menjadi salah satu lagu andalan pasca-kompetisi, serta “Laki-laki Tidak Menangis”, karya yang ditulis oleh Dawus dan diaransemen bersama seluruh personel LANINA. Dengan karakter musik pop rock alternatif yang kuat, LANINA menjadi representasi warna musik Indonesia pada pertengahan era 2000-an.

Kini, setelah sekian lama tidak merilis karya baru, LANINA kembali hadir dengan energi dan semangat yang berbeda. Band yang pernah menjadi simbol mimpi para musisi muda ini tengah mempersiapkan album terbaru mereka. Sebagai langkah awal kebangkitan, LANINA akan memperkenalkan single perdana berjudul “Tak Pernah Jemu”.

Lagu tersebut menjadi simbol perjalanan panjang persahabatan, kerinduan, serta kecintaan mereka terhadap musik yang tidak pernah pudar meski waktu terus berjalan. Kehadiran single ini sekaligus menjadi penanda bahwa LANINA siap kembali mengambil bagian dalam dinamika industri musik Tanah Air.

“Kami dipertemukan kembali oleh rasa rindu dan kecintaan yang sama terhadap musik. Dari reuni sederhana, lahirlah semangat untuk kembali berkarya dan memberikan sesuatu yang baru bagi para pendengar,” ungkap salah satu personel LANINA.

Dengan pengalaman, kedewasaan bermusik, dan semangat baru yang mereka miliki, LANINA optimistis dapat menghadirkan warna segar di tengah perkembangan industri musik Indonesia yang semakin dinamis. Kebangkitan mereka juga menjadi bukti bahwa karya dan persahabatan sejati tidak pernah lekang oleh waktu.

Melalui “Tak Pernah Jemu”, LANINA tidak hanya mengobati kerinduan para penggemar lama, tetapi juga membuka lembaran baru untuk menjangkau generasi pendengar yang lebih muda. Sebuah comeback yang layak dinantikan dari band yang pernah lahir dari mimpi dan kini kembali hidup melalui karya.(Djo)

LANINA
📍 Jakarta
WhatsAppFacebookX
Kolaborasi

Penulis artikel

geraijenderal@gmail.com
Penulis utama

geraijenderal@gmail.com

Etalase Seni Budaya

Baca Juga

Kampung Silat Petukangan Kenalkan Sastra Betawi kepada Gen-Z Lewat FPK 2026 - Budayantara TV
Budaya News

Kampung Silat Petukangan Kenalkan Sastra Betawi kepada Gen-Z Lewat FPK 2026

27 September 20264 menit baca

Jakarta — Budayantara.tv Sastra Betawi terus didorong agar tidak hanya menjadi warisan masa lalu, tetapi juga hadir dan…

Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat Beksi - Budayantara TV
News

Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat Beksi

27 September 20261 menit baca

Jakarta – Budayantara.tv “Observasi dan wawancara hari ini, membuka wawasan baru mengenai keadaan esksisting wisata di Kampung Wisata…

Menolak Padam: Menjaga Mata Rantai Kesejarahan Melalui Dokumentasi Naskah Wayang Orang Karya Maestro - Budayantara TV
News

Menolak Padam: Menjaga Mata Rantai Kesejarahan Melalui Dokumentasi Naskah Wayang Orang Karya Maestro

26 September 20265 menit baca

Solo,– Budayantara.tv Penerbitan naskah wayang orang dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkokoh struktur identitas kultural bangsa Indonesia. Melalui…

Tinggalkan tanggapan Batalkan balasan

Ikut dalam percakapan. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

Logo Budayantara TV
Mengangkat Budaya, Menginspirasi Nusantara
Gedung Perfilman H. Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22, Setiabudi, Jakarta Selatan

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber

Media Jaringan

favicon Klikternak.com favicon Kabarlagi.id
favicon Visioneernews.com favicon Heyrizki.my.id

Alamat Redaksi

© 2026 Budayantara TV. Theme by Rasmrq

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber