Lewati ke konten
27 September 2026 Dari Budaya Kita, Untuk Dunia.
Budayantara TV Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Kabar Terkini
Kampung Silat Petukangan Kenalkan Sastra Betawi kepada Gen-Z Lewat FPK 2026Palestina dan Media: Siapa yang Bersuara, Siapa yang Didengar?Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat BeksiPENJARA KASTA​-Yang Kaya Ber-AC, Yang MiskinBerdesakan
Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Gedung Perfilman H.Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22 Setiabudi Setiabudi Jakarta Selatan.
Beranda/Mirip Iwan Fals, Nio Woles Sulap Lahan Kosong Jadi Kebun Produktif
News Tokoh

Mirip Iwan Fals, Nio Woles Sulap Lahan Kosong Jadi Kebun Produktif

geraijenderal@gmail.comPenulis:geraijenderal@gmail.comUtama4 Juni 20262 menit baca📍 Jakarta
Mirip Iwan Fals, Nio Woles Sulap Lahan Kosong Jadi Kebun Produktif - Budayantara TV

Jakarta – Budayantara.tv Di tengah padatnya kawasan perkotaan, sebuah lahan urban farming di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, justru menjadi magnet bagi warga sekitar. Menariknya, pengelola kebun tersebut adalah R. Nio Soeprapto yang akrab disapa Nio Woles, sosok yang dikenal karena kemiripan wajahnya dengan musisi legendaris Iwan Fals.

Nio mengungkapkan tingginya antusiasme warga terhadap hasil panen sayuran yang dibudidayakan di Taman Teras Nusantara. Bahkan, sebelum masa panen tiba, sejumlah warga sudah lebih dahulu memesan berbagai jenis sayuran melalui grup WhatsApp RW 07 Lenteng Agung.Rabu (3/6/2026).

“Belum panen saja sudah ada yang pesan dari warga. Mereka langsung bilang, ‘Saya mau beli kangkung ya’,” ujar Nio sambil tersenyum.

Beragam komoditas ditanam di lahan seluas sekitar 1.000 meter persegi tersebut, mulai dari kangkung, pakcoy, terong, timun, cabai hingga jagung. Namun, hasil panennya masih terbatas untuk memenuhi kebutuhan warga sekitar dan belum mampu memasok pasar dalam jumlah besar.

Menurut Nio, saat ini terdapat sekitar 20 petak tanam dengan ukuran yang bervariasi. Untuk komoditas kangkung, satu petak kecil dapat menghasilkan sekitar 15 hingga 17 ikat, sementara petak yang lebih besar mampu menghasilkan lebih dari 20 ikat dalam sekali panen.

“Sekali panen masih sedikit, belum banyak banget. Tapi alhamdulillah cukup membantu kebutuhan warga sekitar,” katanya.

Hasil panen kangkung dijual dengan harga terjangkau, yakni Rp5.000 per ikat. Setelah panen selesai, lahan tersebut kembali ditanami komoditas lain secara bergantian guna menjaga produktivitas dan keberlanjutan kebun.

Tak hanya berfungsi sebagai sumber pangan, Taman Teras Nusantara juga berkembang menjadi sarana edukasi bagi anak-anak. Siswa taman kanak-kanak hingga sekolah dasar rutin datang untuk belajar langsung mengenai pertanian perkotaan.

Di lokasi ini, para pelajar diperkenalkan pada proses bercocok tanam mulai dari menyemai benih, menanam, merawat tanaman hingga memanen hasilnya. Kegiatan tersebut menjadi pengalaman berharga yang jarang ditemui di tengah kehidupan perkotaan.

Melalui urban farming yang dikelolanya, Nio berharap semakin banyak masyarakat menyadari pentingnya ketahanan pangan sekaligus memanfaatkan lahan kosong menjadi area produktif yang bermanfaat bagi lingkungan dan warga sekitar.

Nio Woles
📍 Jakarta
WhatsAppFacebookX
Kolaborasi

Penulis artikel

geraijenderal@gmail.com
Penulis utama

geraijenderal@gmail.com

Etalase Seni Budaya

Baca Juga

Kampung Silat Petukangan Kenalkan Sastra Betawi kepada Gen-Z Lewat FPK 2026 - Budayantara TV
Budaya News

Kampung Silat Petukangan Kenalkan Sastra Betawi kepada Gen-Z Lewat FPK 2026

27 September 20264 menit baca

Jakarta — Budayantara.tv Sastra Betawi terus didorong agar tidak hanya menjadi warisan masa lalu, tetapi juga hadir dan…

Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat Beksi - Budayantara TV
News

Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat Beksi

27 September 20261 menit baca

Jakarta – Budayantara.tv “Observasi dan wawancara hari ini, membuka wawasan baru mengenai keadaan esksisting wisata di Kampung Wisata…

Menolak Padam: Menjaga Mata Rantai Kesejarahan Melalui Dokumentasi Naskah Wayang Orang Karya Maestro - Budayantara TV
News

Menolak Padam: Menjaga Mata Rantai Kesejarahan Melalui Dokumentasi Naskah Wayang Orang Karya Maestro

26 September 20265 menit baca

Solo,– Budayantara.tv Penerbitan naskah wayang orang dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkokoh struktur identitas kultural bangsa Indonesia. Melalui…

Tinggalkan tanggapan Batalkan balasan

Ikut dalam percakapan. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

Logo Budayantara TV
Mengangkat Budaya, Menginspirasi Nusantara
Gedung Perfilman H. Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22, Setiabudi, Jakarta Selatan

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber

Media Jaringan

favicon Klikternak.com favicon Kabarlagi.id
favicon Visioneernews.com favicon Heyrizki.my.id

Alamat Redaksi

© 2026 Budayantara TV. Theme by Rasmrq

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber