PERAN INSAN FILM CHINA DALAM PENGENTASAN KEMISKINAN
(Lebih dari Sekadar Hiburan)
Oleh: Karsono Hadi (Sutradara)
Jakarta – Budayantara.tv Pada pandangan pertama, industri film dan upaya pengentasan kemiskinan tampak seperti dua dunia yang berbeda. Namun di China, para insan film dari sutradara, produser, hingga aktor membuktikan bahwa sinema bisa menjadi kekuatan transformatif yang nyata. Kontribusi mereka melampaui sekadar hiburan: melalui dokumentasi, edukasi, dan aksi langsung, film menjadi medium untuk perubahan sosial yang konkret.
Mendokumentasikan Perjuangan: Merekam Sejarah dengan Kamera
Sineas China sering turun langsung ke pelosok, mengabadikan kisah perjuangan rakyat miskin yang jarang terlihat. Film-film ini tidak hanya mencatat sejarah, tetapi juga membuka mata dunia terhadap kompleksitas kehidupan masyarakat yang berjuang keluar dari kemiskinan.
Chai Hongfang dalam Rooting / Rooted in the Soil menghabiskan 4,5 tahun di Desa Shawa, Yunnan, merekam lebih dari 700 jam perjuangan suku Nu agar bisa mengakses jalan dan keluar dari kemiskinan. Film ini tak hanya tayang di bioskop nasional, tetapi juga mendukung kampanye “Butterfly Effect” untuk mempromosikan produk desa dan pariwisata lokal.
Jiao Bo dengan Beyond the Mountains mengumpulkan 4.000 jam rekaman untuk menampilkan relokasi penduduk “Desa Tebing” di Guizhou. Keunikan film ini: seluruh pemeran adalah warga desa asli, menghadirkan keotentikan yang luar biasa.
Lu Guanghua dalam Farewell to Poverty dan krunya tinggal di gua bebatuan di Shanxi, menghadapi badai salju demi menangkap konflik emosional warga yang direlokasi. Karya ini meraih penghargaan di Around International Film Festival di Belanda.
Liang Bibo melalui Peaches and Plums Do Not Speak menyoroti pendidikan sebagai jalan keluar dari kemiskinan, menyusuri 16 provinsi dan menampilkan perjuangan siswa serta anggota paduan suara anak-anak di berbagai wilayah.
Menyebarkan Ilmu Pengetahuan dan Membuka Akses
Selain mendokumentasikan, film juga menjadi sarana edukasi yang menyentuh kehidupan nyata. Ribuan film tentang pertanian, peternakan, kerajinan tangan, hingga pencegahan bencana disalurkan ke pedesaan, memberikan pengetahuan langsung yang dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat.
Proyek “Guangming Cinema” Bioskop Cahaya), digagas oleh Communication University of China, menambahkan deskripsi audio di sela dialog film agar penyandang tunanetra bisa menonton. Hingga kini, lebih dari 600 film dan 76 episode serial TV tersedia dengan aksesibilitas ini, menjangkau 31 provinsi. PBB mengakui proyek ini sebagai model unggul pengentasan kemiskinan melalui edukasi.
Aksi Langsung dan Advokasi Melalui Film Fiksi Populer
Dampak insan film tidak berhenti di layar perak. Mereka juga turun langsung ke masyarakat dan memanfaatkan pengaruh mereka untuk mendorong pertumbuhan ekonomi:
Program Kemanusiaan “Starlight”, diprakarsai oleh Jackie Chan dan puluhan bintang lainnya sejak 2018, mempromosikan wisata dan produk lokal dari kolaborasi tujuh sutradara terkenal seperti Ning Hao dan Xu Zheng, mengangkat tema pengentasan kemiskinan dengan humor dan sentuhan emosional. Film ini sukses besar secara komersial, meraih lebih dari 2,7 miliar yuan hanya dalam 10 hari, sekaligus menyebarkan pesan positif tentang potensi pariwisata dan kewirausahaan pedesaan.
Dampak ekonomi langsung juga signifikan: industri film dan drama mikro membuka lapangan kerja baru di pedesaan. Di satu daerah, lebih dari 3.800 penduduk lokal mendapatkan penghasilan tambahan sebagai figuran, dengan tarif hingga 1.000 yuan per hari.
Sinema Sebagai Alat Perubahan Sosial
Peran insan film China dalam pengentasan kemiskinan bersifat multidimensional. Mereka mendokumentasikan sejarah rakyat, menyebarkan ilmu pengetahuan kepada kelompok rentan, menciptakan hiburan yang menginspirasi, dan bahkan terlibat langsung dalam advokasi dan pemberdayaan ekonomi. Karya-karya mereka dari dokumenter hingga fiksi populer membuktikan bahwa film bukan sekadar hiburan, melainkan alat nyata untuk membangkitkan kesadaran, mengubah pola pikir, dan memberikan harapan bagi jutaan orang China untuk keluar dari kemiskinan.
