Lewati ke konten
13 Agustus 2026 Dari Budaya Kita, Untuk Dunia.
Budayantara TV Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Kabar Terkini
IKB Jabodetabek Audiensi dengan Pemkot Jakarta Barat, Bahas Penguatan Budaya Betawi dan Budayantara Fest 2026Renee Partina : Budayantara Fest 2026: Rayakan 25 Tahun IKB Jabodetabek, Gaungkan Persaudaraan dan Solidaritas untuk PalestinaIndonesia Melangkah, Generasi Bersuara: GBN 2026 Gaungkan Semangat KemerdekaanMuktamar ke-27 NU di Sukorejo: Ketika Pesantren Menjadi Panggung Sejarah
Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Gedung Perfilman H.Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22 Setiabudi Setiabudi Jakarta Selatan.
Beranda/Sriwijaya: Imperium Maritim yang Pernah Menguasai Nusantara
Artikel Budaya

Sriwijaya: Imperium Maritim yang Pernah Menguasai Nusantara

geraijenderal@gmail.comPenulis:geraijenderal@gmail.comUtama28 Maret 20263 menit baca📍 Jakarta
Sriwijaya: Imperium Maritim yang Pernah Menguasai Nusantara - Budayantara TV

Jakarta – Budayantara.tv Di antara riuhnya jalur perdagangan kuno dunia, berdirilah sebuah kekuatan besar dari Nusantara yang menguasai lautan dan menghubungkan peradaban: Sriwijaya. Berakar dari pulau Sumatra dan berpusat di Palembang, Sriwijaya berkembang menjadi kerajaan maritim yang berpengaruh sejak abad ke-7 hingga abad ke-13.

Nama “Sriwijaya” sendiri berasal dari bahasa Sansekerta, di mana sri berarti “bercahaya” dan wijaya berarti “kemenangan” sebuah nama yang mencerminkan kejayaan dan kemegahan yang pernah diraihnya.

Awal Mula dan Jejak Sejarah

Keberadaan Sriwijaya pertama kali diketahui melalui catatan seorang pendeta Tiongkok, I-Tsing, yang singgah pada tahun 671. Ia menggambarkan Sriwijaya sebagai pusat pembelajaran agama Buddha yang maju.

Bukti kuat lainnya datang dari Prasasti Kedukan Bukit (683 M), yang mencatat perjalanan suci dan ekspansi yang dipimpin oleh Dapunta Hyang Sri Jayanasa. Dari sinilah Sriwijaya mulai membangun kekuasaannya, menguasai jalur perdagangan dan wilayah strategis di Asia Tenggara.

Kebangkitan Sebagai Kekuatan Maritim

Sriwijaya tumbuh sebagai kerajaan yang tidak bergantung pada daratan luas, melainkan pada kekuatan laut. Dengan menguasai Selat Malaka dan Selat Sunda, kerajaan ini menjadi pengendali utama jalur perdagangan antara India dan Tiongkok.

Dari pelabuhannya, berbagai komoditas berharga diperdagangkan: kapur barus, cengkeh, pala, emas, hingga kayu gaharu. Kekayaan ini menjadikan Sriwijaya sebagai salah satu pusat ekonomi terpenting di dunia pada masanya.

Wilayah kekuasaannya meluas hingga Semenanjung Melayu, Kalimantan, bahkan mencapai Sri Lanka. Tak heran jika Sriwijaya disebut sebagai “penguasa lautan Nusantara”. Ini

Pusat Ilmu dan Agama Buddha

Selain kuat secara ekonomi, Sriwijaya juga dikenal sebagai pusat pendidikan agama Buddha, khususnya aliran Buddha Vajrayana.

Banyak pelajar dan pendeta dari berbagai penjuru Asia datang untuk belajar di sini, termasuk tokoh terkenal seperti Atisha dari Benggala. Sriwijaya bahkan menjadi tempat persinggahan penting sebelum para pelajar melanjutkan studi ke Nalanda.

Dalam catatan I-Tsing, disebutkan bahwa ribuan biksu tinggal dan belajar di Sriwijaya menjadikannya salah satu pusat intelektual terbesar di dunia saat itu.

Relasi dan Dominasi Regional

Sriwijaya menjalin hubungan luas dengan berbagai kekuatan dunia, termasuk dengan Dinasti di Tiongkok, kerajaan di India, hingga dunia Arab. Dalam catatan Tiongkok, Sriwijaya dikenal dengan berbagai nama seperti Sanfoqi.

Kerajaan ini juga berhasil menaklukkan wilayah-wilayah penting, termasuk Kerajaan Melayu yang kaya akan emas. Di Jawa, pengaruhnya bahkan menjangkau kerajaan seperti Tarumanegara dan wangsa Sailendra.

Pada masa pemerintahan Samaratungga, dibangun pula mahakarya agung Candi Borobudur yang menjadi simbol kejayaan budaya dan spiritual di Nusantara.

Masa Keemasan dan Awal Kemunduran

Sriwijaya mencapai puncak kejayaan antara abad ke-8 hingga ke-10. Namun, kejayaan ini perlahan mulai memudar.

Serangan besar dari Rajendra Chola dari kerajaan Chola pada tahun 1025 menjadi titik balik penting. Serangan ini melemahkan kekuatan Sriwijaya dan membuka peluang bagi wilayah-wilayah taklukannya untuk melepaskan diri.

Pusat kekuasaan pun bergeser dari Palembang ke Jambi, menandakan perubahan besar dalam struktur kekuasaan kerajaan.

Tekanan dari Jawa dan Keruntuhan

Memasuki abad ke-13, Sriwijaya menghadapi tekanan dari kekuatan baru di Jawa, yaitu Singasari melalui Ekspedisi Pamalayu pada tahun 1288.

Kekuasaan kemudian dilanjutkan oleh Majapahit, yang di bawah pemerintahan Hayam Wuruk menguasai Sumatra melalui Adityawarman.

Di saat yang sama, faktor alam turut mempercepat kemunduran. Pendangkalan Sungai Musi membuat pelabuhan utama Sriwijaya tidak lagi strategis, sehingga aktivitas perdagangan menurun drastis.

Akhir dan Warisan Sejarah

Sriwijaya tidak runtuh dalam satu peristiwa besar, melainkan perlahan menghilang ditelan perubahan zaman. Seiring berkembangnya kerajaan Islam seperti Samudera Pasai dan berdirinya Kesultanan Malaka oleh Parameswara, peran Sriwijaya semakin tergantikan.

Menariknya, keberadaan Sriwijaya sempat “hilang” dari ingatan sejarah hingga akhirnya ditemukan kembali pada abad ke-20 oleh sejarawan Prancis George Coedès.

Sriwijaya adalah bukti bahwa Nusantara pernah menjadi pusat peradaban dunia. Sebagai kerajaan maritim, pusat perdagangan, dan pusat ilmu pengetahuan, Sriwijaya meninggalkan warisan besar dalam sejarah Indonesia dan Asia Tenggara.

Dari kejayaan hingga keruntuhannya, Sriwijaya mengajarkan bahwa kekuatan tidak hanya dibangun oleh kekuasaan, tetapi juga oleh kemampuan beradaptasi dengan perubahan zaman.

Dirumuskan oleh:Tim Lab Digital Budayantara

Kerajaan Nusantara Sriwijaya
📍 Jakarta
WhatsAppFacebookX
Kolaborasi

Penulis artikel

geraijenderal@gmail.com
Penulis utama

geraijenderal@gmail.com

Etalase Seni Budaya

Baca Juga

IKB Jabodetabek Audiensi dengan Pemkot Jakarta Barat, Bahas Penguatan Budaya Betawi dan Budayantara Fest 2026 - Budayantara TV
Budaya News

IKB Jabodetabek Audiensi dengan Pemkot Jakarta Barat, Bahas Penguatan Budaya Betawi dan Budayantara Fest 2026

13 Agustus 20263 menit baca

Jakarta, — Budayantara.id Upaya memperkuat pelestarian dan pengembangan budaya Betawi terus mendapat ruang melalui kolaborasi antara masyarakat, organisasi…

Renee Partina : Budayantara Fest 2026: Rayakan 25 Tahun IKB Jabodetabek, Gaungkan Persaudaraan dan Solidaritas untuk Palestina - Budayantara TV
Budaya News

Renee Partina : Budayantara Fest 2026: Rayakan 25 Tahun IKB Jabodetabek, Gaungkan Persaudaraan dan Solidaritas untuk Palestina

13 Agustus 20262 menit baca

Jakarta,– Budayantara.tv Semangat melestarikan budaya, memperkuat persaudaraan, sekaligus menumbuhkan kepedulian kemanusiaan akan mewarnai Budayantara Fest 2026, rangkaian perayaan…

MPSI Perkuat Ketahanan Sosial Masyarakat Adat Papua, Peserta PKBM Wasur Dibekali Advokasi Non Litigasi dan Bantuan Pangan - Budayantara TV
Budaya News

MPSI Perkuat Ketahanan Sosial Masyarakat Adat Papua, Peserta PKBM Wasur Dibekali Advokasi Non Litigasi dan Bantuan Pangan

26 Juli 20263 menit baca

Merauke – Budayantara.tv Yayasan Merah Pusaka Stratejik Indonesia (MPSI) terus memperkuat komitmennya dalam membangun ketahanan sosial masyarakat adat…

Tinggalkan tanggapan Batalkan balasan

Ikut dalam percakapan. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

Lagi Hangat

  1. IKB Jabodetabek Audiensi dengan Pemkot Jakarta Barat, Bahas Penguatan Budaya Betawi dan Budayantara Fest 202613 Agustus 2026
  2. Dialog NU & Civil SocietyTema: “Meneguhkan Peran Nahdlatul Ulama sebagai Pilar Civil Society Menjelang Muktamar NU ke-35”26 Juli 2026
  3. Renee Partina : Budayantara Fest 2026: Rayakan 25 Tahun IKB Jabodetabek, Gaungkan Persaudaraan dan Solidaritas untuk Palestina13 Agustus 2026
  4. Kehidupan Suku Papua Pegunungan di Lembah Baliem – PAPUA4 Agustus 2025
  5. HUT KNPI Ke-53: Saad Budiman Lubis Ajak Pemuda Menjadi Cahaya Perubahan dan Pelopor26 Juli 2026

Rekomendasi untuk Anda

Sriwijaya: Imperium Maritim yang Pernah Menguasai Nusantara - Budayantara TVIKB Jabodetabek Audiensi dengan Pemkot Jakarta Barat, Bahas Penguatan Budaya Betawi dan Budayantara Fest 2026
Sriwijaya: Imperium Maritim yang Pernah Menguasai Nusantara - Budayantara TVRenee Partina : Budayantara Fest 2026: Rayakan 25 Tahun IKB Jabodetabek, Gaungkan Persaudaraan dan Solidaritas untuk Palestina
Sriwijaya: Imperium Maritim yang Pernah Menguasai Nusantara - Budayantara TVIndonesia Melangkah, Generasi Bersuara: GBN 2026 Gaungkan Semangat Kemerdekaan
Sriwijaya: Imperium Maritim yang Pernah Menguasai Nusantara - Budayantara TVMuktamar ke-27 NU di Sukorejo: Ketika Pesantren Menjadi Panggung Sejarah
Sriwijaya: Imperium Maritim yang Pernah Menguasai Nusantara - Budayantara TVSekolah Percontohan dan Penuh Prestasi, Agustus 2026 Menjadi Album Kenangan di Gedung Lama SDN Kebayoran Lama Selatan 11

Lokasi

📍 Jakarta 251📍 Bogor 17📍 Bekasi 13📍 Purwokerto 11📍 Pasuruan 11

Tetap Terhubung

Isi URL media sosial di Customizer atau tetapkan Menu Sosial.

Logo Budayantara TV
Mengangkat Budaya, Menginspirasi Nusantara
Gedung Perfilman H. Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22, Setiabudi, Jakarta Selatan

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber

Media Jaringan

favicon Klikternak.com favicon Kabarlagi.id
favicon Visioneernews.com favicon Heyrizki.my.id

Alamat Redaksi

© 2026 Budayantara TV. Theme by Rasmrq

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber