Lewati ke konten
27 September 2026 Dari Budaya Kita, Untuk Dunia.
Budayantara TV Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Kabar Terkini
Kampung Silat Petukangan Kenalkan Sastra Betawi kepada Gen-Z Lewat FPK 2026Palestina dan Media: Siapa yang Bersuara, Siapa yang Didengar?Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat BeksiPENJARA KASTA​-Yang Kaya Ber-AC, Yang MiskinBerdesakan
Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Gedung Perfilman H.Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22 Setiabudi Setiabudi Jakarta Selatan.
Beranda/Perbedaan Penetapan 1 Syawal 1447 H, Gus Syaifuddin Ajak Umat Kedepankan Toleransi
News Tokoh

Perbedaan Penetapan 1 Syawal 1447 H, Gus Syaifuddin Ajak Umat Kedepankan Toleransi

geraijenderal@gmail.comPenulis:geraijenderal@gmail.comUtama19 Maret 20262 menit baca
Perbedaan Penetapan 1 Syawal 1447 H, Gus Syaifuddin Ajak Umat Kedepankan Toleransi - Budayantara TV

Jakarta ,- Budayantara.tv Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, penetapan awal bulan Syawal kembali menjadi perhatian publik. Seperti tahun-tahun sebelumnya, Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag) menggelar sidang isbat untuk menentukan 1 Syawal dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari ulama, ormas Islam, hingga ahli astronomi.

Dalam beberapa dekade terakhir, perbedaan metode penentuan awal bulan antara rukyat (pengamatan hilal) dan hisab (perhitungan astronomi) kerap memunculkan perbedaan waktu pelaksanaan Idul Fitri di Indonesia. Kondisi ini pun tak jarang memicu perdebatan di tengah masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Forum Ulama Santri Indonesia (FUSI), Gus Syaifuddin, menyampaikan pesan yang menyejukkan kepada umat Islam. Dalam keterangannya kepada awak media pada Kamis (19/3/2026), ia mengucapkan:

“Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 H. Mohon maaf lahir dan batin. Taqabbalallahu minna wa minkum, taqabbal ya karim.”

Lebih lanjut, Gus Syaifuddin menekankan pentingnya sikap toleransi dan kedewasaan dalam beragama. Menurutnya, perbedaan metode penetapan awal bulan tidak seharusnya menjadi sumber perpecahan, melainkan bagian dari dinamika ijtihad dalam Islam.

Ia menjelaskan bahwa umat Islam yang mengikuti keputusan pemerintah melalui sidang isbat tetap dapat menjalankan ibadah dengan tenang, sementara warga Muhammadiyah juga berhak berpegang pada maklumat yang telah ditetapkan organisasinya.

“Selama perbedaan tersebut berada dalam koridor ijtihad yang memiliki dasar ilmiah dan syar‘i, maka sikap saling menghormati harus dikedepankan,” ujarnya.

Sebagai tokoh dari kalangan Nahdlatul Ulama, Gus Syaifuddin juga mengajak seluruh elemen umat untuk menjaga persatuan dan memperkuat ukhuwah Islamiyah. Ia menilai bahwa keberagaman pandangan justru menjadi kekayaan intelektual dalam Islam, bukan ancaman.

Dengan demikian, perbedaan penetapan 1 Syawal 1447 H diharapkan dapat menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan, meningkatkan toleransi, serta memperkuat nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat.

“Perbedaan ini bukan untuk diperdebatkan secara berlebihan, tetapi untuk disikapi dengan bijak sebagai bentuk rahmat dan kekayaan dalam Islam,” pungkasnya.**

Gus Syaifuddin
WhatsAppFacebookX
Kolaborasi

Penulis artikel

geraijenderal@gmail.com
Penulis utama

geraijenderal@gmail.com

Etalase Seni Budaya

Baca Juga

Kampung Silat Petukangan Kenalkan Sastra Betawi kepada Gen-Z Lewat FPK 2026 - Budayantara TV
Budaya News

Kampung Silat Petukangan Kenalkan Sastra Betawi kepada Gen-Z Lewat FPK 2026

27 September 20264 menit baca

Jakarta — Budayantara.tv Sastra Betawi terus didorong agar tidak hanya menjadi warisan masa lalu, tetapi juga hadir dan…

Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat Beksi - Budayantara TV
News

Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat Beksi

27 September 20261 menit baca

Jakarta – Budayantara.tv “Observasi dan wawancara hari ini, membuka wawasan baru mengenai keadaan esksisting wisata di Kampung Wisata…

Menolak Padam: Menjaga Mata Rantai Kesejarahan Melalui Dokumentasi Naskah Wayang Orang Karya Maestro - Budayantara TV
News

Menolak Padam: Menjaga Mata Rantai Kesejarahan Melalui Dokumentasi Naskah Wayang Orang Karya Maestro

26 September 20265 menit baca

Solo,– Budayantara.tv Penerbitan naskah wayang orang dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkokoh struktur identitas kultural bangsa Indonesia. Melalui…

Tinggalkan tanggapan Batalkan balasan

Ikut dalam percakapan. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

Logo Budayantara TV
Mengangkat Budaya, Menginspirasi Nusantara
Gedung Perfilman H. Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22, Setiabudi, Jakarta Selatan

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber

Media Jaringan

favicon Klikternak.com favicon Kabarlagi.id
favicon Visioneernews.com favicon Heyrizki.my.id

Alamat Redaksi

© 2026 Budayantara TV. Theme by Rasmrq

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber