Home / News / Penguatan Pelestarian Budaya, Bupati Sumedang Tinjau Kesiapan Revitalisasi Museum dan Kawasan Cagar Budaya

Penguatan Pelestarian Budaya, Bupati Sumedang Tinjau Kesiapan Revitalisasi Museum dan Kawasan Cagar Budaya

Sumedang – Budayantara.tv Pemerintah Kabupaten Sumedang terus memperkuat komitmennya dalam pelestarian budaya dan sejarah daerah. Hal tersebut diwujudkan melalui peninjauan langsung sejumlah situs bersejarah dan kawasan cagar budaya guna memastikan kesiapan revitalisasi museum serta kawasan heritage di Sumedang.

Beberapa lokasi yang dikunjungi di antaranya Situs Cagar Budaya Benteng Kolonial Belanda peninggalan Perang Dunia II di Gunung Palasari dan Gunung Kunci, Museum Prabu Geusan Ulun, serta Makam Pahlawan Nasional Cut Nyak Dien yang berada di Gunung Puyuh, Sumedang.

Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, melakukan pengecekan langsung ke lokasi-lokasi tersebut pada Jumat (16/1/2026). Dalam kunjungannya, Bupati menekankan pentingnya penataan kawasan cagar budaya agar lebih representatif, nyaman, dan memiliki daya tarik bagi masyarakat maupun wisatawan.

“Pemkab Sumedang berkomitmen menjadikan kawasan cagar budaya ini lebih representatif, tidak hanya sebagai tempat bersejarah, tetapi juga sebagai destinasi wisata edukatif yang membanggakan,” ujar Bupati Dony.

Ia berharap, revitalisasi yang dilakukan mampu memberikan dampak positif terhadap peningkatan citra dan branding kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Gunung Kunci dan Palasari sebagai ikon wisata sejarah di Kabupaten Sumedang.

“Bagaimana cagar budaya sekaligus tempat wisata ini bisa lestari kalau tidak ada yang datang. Salah satu caranya adalah dengan menata dan membuat kawasan ini menarik untuk dikunjungi,” ungkapnya.

Bupati Dony juga optimistis bahwa rencana kunjungan Menteri Kebudayaan ke kawasan tersebut akan semakin mengangkat nilai strategis Gunung Kunci dan Palasari di tingkat nasional.

“Mudah-mudahan dengan kunjungan Menteri Kebudayaan, citra Gunung Kunci dan Palasari semakin meningkat sebagai ikon wisata sejarah Sumedang,” pungkasnya.

Melalui langkah ini, Pemkab Sumedang berharap pelestarian sejarah dapat berjalan seiring dengan pengembangan pariwisata, sekaligus menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga warisan budaya leluhur.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *