Jakarta,- Budayantara.tv Menteri Kebudayaan Fadli Zon menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Smithsonian National Museum of Natural History dan The Metropolitan Museum of Art (MoMA) untuk memperkuat pengembangan permuseuman dan diplomasi budaya Indonesia. Kerja sama ini melibatkan Museum dan Cagar Budaya (MCB) di bawah Kementerian Kebudayaan, serta sejumlah museum di Amerika Serikat.
Fadli Zon menjelaskan, kolaborasi dengan Smithsonian, salah satu museum terbesar di Amerika Serikat, difokuskan pada pengembangan dan pelestarian benda cagar budaya. Dalam dialog dengan Charge d’Affaires Kedutaan Besar AS untuk Indonesia, Peter M. Haymond, Fadli juga menyoroti keberhasilan Indonesia memulangkan koleksi penting Eugene Dubois, termasuk fosil Homo erectus.
Selain itu, pemerintah telah merevitalisasi sejumlah museum nasional agar mampu menjadi etalase budaya Indonesia yang lebih representatif. Sementara kerja sama dengan MoMA diarahkan untuk memperkuat diplomasi budaya melalui sektor budaya populer, khususnya film dan seni pertunjukan.
Menurut Fadli, seni pertunjukan Indonesia tengah berkembang pesat, ditandai dengan keterlibatan pelaku seni Tanah Air di panggung internasional seperti West End. Ekosistem film nasional juga menunjukkan tren positif dan membuka peluang kerja sama produksi film internasional di Indonesia, sebagaimana pernah terjadi pada film Eat, Pray, Love di Bali.Selasa (13/1/2025).
Peter M. Haymond menyambut baik kerja sama tersebut. Ia menyebutkan bahwa Amerika Serikat memiliki program untuk menghormati dan melestarikan budaya lokal, termasuk dokumentasi serta digitalisasi bahasa daerah Indonesia dalam sistem katalog digital.
Di sisi lain, minat masyarakat terhadap museum dan cagar budaya terus meningkat. Sepanjang 2025, jumlah pengunjung ke 18 museum dan 34 cagar budaya yang dikelola MCB mencapai 4.322.507 orang, naik sekitar 9–10 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Museum Nasional Indonesia menjadi penyumbang terbesar dengan 700 ribu pengunjung, melonjak hingga 400 persen dari tahun 2024.
Peningkatan ini, menurut Fadli Zon, turut didorong oleh semakin banyaknya kegiatan dan acara budaya yang digelar di museum, khususnya di Museum Nasional Indonesia.




