Lewati ke konten
27 September 2026 Dari Budaya Kita, Untuk Dunia.
Budayantara TV Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Kabar Terkini
Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat BeksiPENJARA KASTA​-Yang Kaya Ber-AC, Yang MiskinBerdesakanMenolak Padam: Menjaga Mata Rantai Kesejarahan Melalui Dokumentasi Naskah Wayang Orang Karya MaestroIn-Memoriam
Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Gedung Perfilman H.Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22 Setiabudi Setiabudi Jakarta Selatan.
Beranda/Film Pendek “Dad Decides to Die” Angkat Luka Sunyi Relasi Ayah dan Anak
Event News

Film Pendek “Dad Decides to Die” Angkat Luka Sunyi Relasi Ayah dan Anak

geraijenderal@gmail.comPenulis:geraijenderal@gmail.comUtama17 Januari 20262 menit baca📍 Jakarta
Film Pendek “Dad Decides to Die” Angkat Luka Sunyi Relasi Ayah dan Anak - Budayantara TV

Jakarta — Budayantara.tv Pemutaran perdana Film pendek drama berjudul Dad Decides to Die menghadirkan potret intim relasi ayah dan anak laki-laki yang kerap terperangkap dalam ego, tuntutan maskulinitas, serta minimnya komunikasi emosional. Film berdurasi 16 menit 51 detik ini diputar perdana di Gripastudio, Jakarta Selatan, Sabtu (17/1/2026), dan langsung menyita perhatian penonton lewat kisah yang terasa dekat dengan realitas banyak keluarga Indonesia.

Diproduseri oleh Diah Hayu R, film ini lahir dari kegelisahan personal akan hubungan ayah dan anak yang hidup berdampingan, namun kerap gagal saling memahami. Dengan latar pertemuan sederhana di dalam sebuah mobil, Dad Decides to Die memperlihatkan bagaimana keputusan sepihak yang diambil atas nama cinta justru dapat menimbulkan luka mendalam dan jarak emosional yang sulit dijembatani.

Pengurus PATFI bersama teman-teman Mondiblanc Studio.

“Keberanian terbesar dalam keluarga bukanlah menanggung semuanya sendiri, melainkan berani berbicara dan saling mendengarkan,” ujar Diah Hayu R dalam sesi diskusi usai pemutaran film.

Film ini ditulis sekaligus disutradarai oleh Geovanno Mozes. Melalui karakter Putra, seorang anak laki-laki yang memendam amarah dan kebingungan terhadap ayahnya, Geovanno mengajak penonton menyelami benturan dua generasi dengan nilai dan ideologi yang berbeda. Penonton diajak merasakan emosi yang berlapis, mulai dari marah, bingung, hingga tersenyum getir melihat konflik yang begitu manusiawi. Film ini menjadi refleksi tentang warisan emosional yang kerap diwariskan ayah kepada anak tanpa pernah disadari.

Dad Decides to Die dibintangi Albaransyah Yusuf sebagai Agung Sopandi, yang sebelumnya dikenal lewat film Jurnal Risa (2022) dan Tanggal Selamat Tinggal (2023). Sementara itu, Doan Fickri menilai film ini berhasil menggali kerinduan terdalam dalam keluarga, kerinduan yang sering tersembunyi di balik kata-kata yang tak pernah terucap.

Pemutaran film ini juga dihadiri oleh pengurus Perkumpulan Tenaga Ahli Televisi dan Film Indonesia (PATFI) yang mewakili Ketua Umum Adisurya Abdy, di antaranya Ibrahim L. Kadir, Masdjo Arifin, dan Yoyok Abidin.

“Kami cukup mengapresiasi pemutaran film pendek ini. Secara kualitas, film yang dihasilkan cukup baik, dan kegiatan seperti ini semakin menumbuhkan minat para sineas muda untuk terus berkarya,” ujar Ibrahim L. Kadir atau yang akrab disapa Ibam, dengan penuh antusias.

Sinopsis
Putra (25) hidup sebagai tulang punggung keluarga setelah ayahnya dinyatakan meninggal di laut. Bekerja sebagai pengemudi transportasi online, ia berusaha melunasi utang-utang peninggalan sang ayah. Suatu hari, Putra menerima seorang penumpang yang sangat mirip dengan ayahnya. Pertemuan tak terduga ini mengguncang keyakinannya tentang masa lalu dan memaksanya kembali berhadapan dengan sosok ayah yang selama ini hanya hidup dalam ingatannya.

Dengan pendekatan yang jujur dan emosional, Dad Decides to Die mengajak penonton merenungkan makna komunikasi, penerimaan, serta keberanian untuk membuka diri di dalam lingkup keluarga.

Mondiblanc Studio. PATFI
📍 Jakarta
WhatsAppFacebookX
Kolaborasi

Penulis artikel

geraijenderal@gmail.com
Penulis utama

geraijenderal@gmail.com

Etalase Seni Budaya

Baca Juga

Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat Beksi - Budayantara TV
News

Mahasiswa UGM Penelitian di Kampung Wisata Budaya Pencak Silat Beksi

27 September 20261 menit baca

Jakarta – Budayantara.tv “Observasi dan wawancara hari ini, membuka wawasan baru mengenai keadaan esksisting wisata di Kampung Wisata…

Menolak Padam: Menjaga Mata Rantai Kesejarahan Melalui Dokumentasi Naskah Wayang Orang Karya Maestro - Budayantara TV
News

Menolak Padam: Menjaga Mata Rantai Kesejarahan Melalui Dokumentasi Naskah Wayang Orang Karya Maestro

26 September 20265 menit baca

Solo,– Budayantara.tv Penerbitan naskah wayang orang dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkokoh struktur identitas kultural bangsa Indonesia. Melalui…

Selamat Jalan Mas Guruh, Putra Bung Karno yang Mengabdikan Hidupnya untuk Seni dan Kebudayaan - Budayantara TV
News

Selamat Jalan Mas Guruh, Putra Bung Karno yang Mengabdikan Hidupnya untuk Seni dan Kebudayaan

26 September 20263 menit baca

Jakarta — Budayantara.tv Indonesia kembali kehilangan salah satu tokoh yang perjalanan hidupnya lekat dengan seni, musik dan kebudayaan.…

Tinggalkan tanggapan Batalkan balasan

Ikut dalam percakapan. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

Logo Budayantara TV
Mengangkat Budaya, Menginspirasi Nusantara
Gedung Perfilman H. Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22, Setiabudi, Jakarta Selatan

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber

Media Jaringan

favicon Klikternak.com favicon Kabarlagi.id
favicon Visioneernews.com favicon Heyrizki.my.id

Alamat Redaksi

© 2026 Budayantara TV. Theme by Rasmrq

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber