Lewati ke konten
13 Agustus 2026 Dari Budaya Kita, Untuk Dunia.
Budayantara TV Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Kabar Terkini
IKB Jabodetabek Audiensi dengan Pemkot Jakarta Barat, Bahas Penguatan Budaya Betawi dan Budayantara Fest 2026Renee Partina : Budayantara Fest 2026: Rayakan 25 Tahun IKB Jabodetabek, Gaungkan Persaudaraan dan Solidaritas untuk PalestinaIndonesia Melangkah, Generasi Bersuara: GBN 2026 Gaungkan Semangat KemerdekaanMuktamar ke-27 NU di Sukorejo: Ketika Pesantren Menjadi Panggung Sejarah
Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Gedung Perfilman H.Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22 Setiabudi Setiabudi Jakarta Selatan.
Beranda/Film“Cinta Penari Sintren” Karya Ageng Kiwi Ingatkan Bahaya Kanker Serviks dan Pentingnya Menjaga Virginitas
News

Film“Cinta Penari Sintren” Karya Ageng Kiwi Ingatkan Bahaya Kanker Serviks dan Pentingnya Menjaga Virginitas

geraijenderal@gmail.comPenulis:geraijenderal@gmail.comUtama13 November 20254 menit baca📍 Jakarta
Film“Cinta Penari Sintren” Karya Ageng Kiwi Ingatkan Bahaya Kanker Serviks dan Pentingnya Menjaga Virginitas - Budayantara TV

Jakarta – Budayantara.tv Cinta terlarang kerap menjadi kisah epic (mengagumkan) dan menjelma sebagai subjek tragedi sejarah. Dan tema sedih ini pula yang acap kali menuai kesuksesan, karena penonton seolah dibuat sengaja ikut larut dan terharu.

Inilah salah satu kekuatan gagasan film pertama karya Ageng Kiwi bertajuk “Cinta Penari Sintren” yang baru rampung proses pengambilan gambarnya.

Syuting film berdurasi pendek tersebut dilakukan di wilayah Kecamatan Kawungaten, Kecamatan Jeruklegi, Kabupetan Cilacap dan sekitarnya.

Film “Cinta Penari Sintren” dibintangi Ageng Kiwi, Valdi Mulya, Yuliana Kristiani, Kolonel Seno Hadi, Mamock Cekakak, Darsono, Alfyan, dan puluhan pemain lokal lainnya.

“Sebagian besar aktor dan aktris film ini diperankan para pemain Sintren asli Cilacap, di bawah naungan mbah Limin. Didukung juga para tokoh masyarakat, para budayawan dari Cilacap dan Purwokerto, seperti Mamock Cekakak, juga pak Darsono seorang tokoh yang loyal terhadap seni tradisi,” terang Ageng Kiwi.

Penggarapan film berbasis budaya tersebut sekaligus menisbatkan Ageng Kiwi, tak sekedar disebut sebagai seniman serba bisa. Dia juga berperan sebagai aktor, sutradara, dan juga penulis cerita pada film ini.

Posisi ini semakin melengkapi karirnya di industri hiburan, baik sebagai penyanyi, musisi, maupun pembawa acara, serta presenter berbagai konten acara di televisi.

Film ini diproduksi AK Pro dan Igma Studio, dengan dukungan dari Ngalembana, Humaniora Rumah Film, Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan, dan Perusahaan Listrik Negara (Persero).

Mengapa memilih cerita Sintren? Ageng mengaku, cerita ini secara kultural sangat dekat dengan kehidupannya sebagai orang asli Cilacap – dimana kesenian ini tumbuh kembang di kawasan pesisir. Ageng memiliki kedekatan personal dan pemahaman yang mendalam terhadap kesenian ini.

Drama Romantis Menyentuh Hati
Natural. Alur cerita yang emosional. Menampilkan tema dan dilema yang relevan, dengan berbagai unsur sinematik yang kuat, film “Cinta Penari Sintren” dipastikan akan menjadi drama romantis menyentuh hati dan penuh air mata.

“Sintren ini tidak hanya mengangkat kesenian tradisional. Cerita yang kompleks, full of color. Legenda cinta, mistis, religius, dan sosial, tarian hiburan, hingga adaptasi ekonomi modern,” terang Ageng Kiwi mengenai konten cerita film pendek yang disutradarainya.

Kesenian Sintren, lanjut Ageng, banyak mengandung simbol. Seorang gadis yang diikat, kata dia lagi, sebagai simbol perlunya setiap orang mengekang hawa nafsu. Penari Sintren harus virgin. Keperawanan syarat mutlak karena dianggap sebagai media kesucian.

“Cerita ini sebenarnya edukasi tentang pergaulan, agar perempuan dapat menjaga kesucian karena itu penting. Ada juga edukasi tentang dua jenis kanker paling umum menyerang perempuan di Indonesia, yaitu serviks dan payudara,” tegas Ageng.

Tentang Ageng Kiwi
Ageng Kiwi sebelumnya banyak membintangi tayangan sinetron, film layar lebar, acara reality show, music concernt, dan berbagai acara lainnya.

Film bioskop terbaru yang dibintanginya “Menjelang Magrib 2”, “Banyak Anak Banyak Rejeki” dan film “Jin Khanis” yang tayang platform Bioskop Online.

Bermain dalam film ‘Hantu Gudang Cibubur’, memproduseri film ‘Santet Goyang Dangdut’ serta memerankan banyak tokoh di sejumlah tayangan sinetron, diantaranya sinetron “Seleb” yang tayang di SCTV. Tampil disejumlah acara reality show serta menjadi host tamu di tayangan infotainment Silet RCTI.

Beberapa karya musiknya antara lain dikemas dalam album; Dangdut Jera (2002), Irama Cinta (2003), Cintaku Dag Dig Dug Pret (2004), Gamang (2005), Religi Campursari (2008), single song Hati Adalah Hati” (2011), dan Kompilasi Album Dangdut Fenomenal (2012).

Kepiawaiannya merangkul banyak pihak juga membuat seniman serba bisa ini dekat dengan siapapun. Simpatisannya tidak hanya artis, tapi ada juga masyarakat biasa, pejabat, birokrat, politisi, pengusaha, produser, ulama, wartawan, dan lain-lain.

Ringkasan Cerita
Siapa pun tak mampu menyalahkan kekuatan cinta. Terkadang manusia tidak memiliki kendali atau memilih dengan siapa jatuh cinta. Termasuk hubungan cinta antara Asri (Yuliana Kristiani) sang penari Sintren dengan Satria (Valdi Mulya), mahasiswa kedokteran, yang terhalang hanya karena perbedaan strata sosial.

Untuk “nguri uri” (merawat, menjaga dan melestarikan) budaya, pak Nawi (Ageng Kiwi) meminta anaknya Asri menjadi penari Sintren. Sebuah tarian tradisional yang diwariskan dari keluarganya secara turun-temurun selama puluhan tahun. Pak Nawi menilai tradisi kesenian Sintren bukan sekadar tarian, tetapi juga mengandung nilai-nilai religi, sosial, budaya, dan tradisi yang perlu dijaga dan dilestarikan.

Berawal dari perjumpaan Satria dengan Asri saat ada penyuluhan kesehatan di desa mereka, terkait meningkatkan kesadaran masyarakat tentang penyebab, gejala, pencegahan, dan deteksi dini kanker. Perjumpaan pertama tersebut melahirkan bulir-bulir cinta keduanya. Namun sayang cinta keduanya tersandung aral.

Namun Asri ternyata sudah dijodohkan dengan salah seorang Tuan Tanah di kampung sebelah oleh pak Nawi ayahnya. Sementara Romo Satro (Kolonel Seno Hadi), ayah Satria juga tak menyetujui hubungan mereka hanya karena ketidak-setaraan dalam status sosial.

Pak Nawi merupakan keluarga petani sangat sederhana, sementara Asri gadis putus sekolah dan hanya menjadi Penari Sintren di desanya. Selain itu, Romo Satro menilai kesenian Sintren tidak rasional dan berpotensi musyrik karena menggunakan kekuatan mistik; perdukunan.

Sebagai keluarga ningrat dan kaya di desanya, Romo Satro mengharapkan anaknya mendapat jodoh yang setara. Dia juga mengharapkan Satria dapat lebih dulu menyelesaikan studinya di Fakultas Kedokteran sebuah perguruan tinggi. Menjadi dokter yang sukses secara intelektual maupun secara ekonomi, serta menjadi kebanggaan bagi keluarga.

Haruskah hubungan cinta Asri dan Satria kandas, atau berlanjut. Apakah Asri dan Satria terus belajar bertumbuh dengan segala liku-liku perjuangan cintanya. Menginspirasi dan memberi makna abadi tentang cinta yang suci. Jawabnya hanya ada di “Cinta Sang Penari Sintren”./***

karya Ageng Kiwi bertajuk “Cinta Penari Sintren”
📍 Jakarta
WhatsAppFacebookX
Kolaborasi

Penulis artikel

geraijenderal@gmail.com
Penulis utama

geraijenderal@gmail.com

Etalase Seni Budaya

Baca Juga

IKB Jabodetabek Audiensi dengan Pemkot Jakarta Barat, Bahas Penguatan Budaya Betawi dan Budayantara Fest 2026 - Budayantara TV
Budaya News

IKB Jabodetabek Audiensi dengan Pemkot Jakarta Barat, Bahas Penguatan Budaya Betawi dan Budayantara Fest 2026

13 Agustus 20263 menit baca

Jakarta, — Budayantara.id Upaya memperkuat pelestarian dan pengembangan budaya Betawi terus mendapat ruang melalui kolaborasi antara masyarakat, organisasi…

Renee Partina : Budayantara Fest 2026: Rayakan 25 Tahun IKB Jabodetabek, Gaungkan Persaudaraan dan Solidaritas untuk Palestina - Budayantara TV
Budaya News

Renee Partina : Budayantara Fest 2026: Rayakan 25 Tahun IKB Jabodetabek, Gaungkan Persaudaraan dan Solidaritas untuk Palestina

13 Agustus 20262 menit baca

Jakarta,– Budayantara.tv Semangat melestarikan budaya, memperkuat persaudaraan, sekaligus menumbuhkan kepedulian kemanusiaan akan mewarnai Budayantara Fest 2026, rangkaian perayaan…

Indonesia Melangkah, Generasi Bersuara: GBN 2026 Gaungkan Semangat Kemerdekaan - Budayantara TV
Event Musik News

Indonesia Melangkah, Generasi Bersuara: GBN 2026 Gaungkan Semangat Kemerdekaan

13 Agustus 20262 menit baca

Bogor, – Budayantanra.tv Semangat kemerdekaan bergema melalui alunan musik dan paduan suara generasi muda Indonesia dalam Konser Kemerdekaan…

Tinggalkan tanggapan Batalkan balasan

Ikut dalam percakapan. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

Lagi Hangat

  1. Dialog NU & Civil SocietyTema: “Meneguhkan Peran Nahdlatul Ulama sebagai Pilar Civil Society Menjelang Muktamar NU ke-35”26 Juli 2026
  2. Kehidupan Suku Papua Pegunungan di Lembah Baliem – PAPUA4 Agustus 2025
  3. HUT KNPI Ke-53: Saad Budiman Lubis Ajak Pemuda Menjadi Cahaya Perubahan dan Pelopor26 Juli 2026
  4. Renee Partina : Budayantara Fest 2026: Rayakan 25 Tahun IKB Jabodetabek, Gaungkan Persaudaraan dan Solidaritas untuk Palestina13 Agustus 2026
  5. Indonesia Melangkah, Generasi Bersuara: GBN 2026 Gaungkan Semangat Kemerdekaan13 Agustus 2026

Rekomendasi untuk Anda

Film“Cinta Penari Sintren” Karya Ageng Kiwi Ingatkan Bahaya Kanker Serviks dan Pentingnya Menjaga Virginitas - Budayantara TVIKB Jabodetabek Audiensi dengan Pemkot Jakarta Barat, Bahas Penguatan Budaya Betawi dan Budayantara Fest 2026
Film“Cinta Penari Sintren” Karya Ageng Kiwi Ingatkan Bahaya Kanker Serviks dan Pentingnya Menjaga Virginitas - Budayantara TVRenee Partina : Budayantara Fest 2026: Rayakan 25 Tahun IKB Jabodetabek, Gaungkan Persaudaraan dan Solidaritas untuk Palestina
Film“Cinta Penari Sintren” Karya Ageng Kiwi Ingatkan Bahaya Kanker Serviks dan Pentingnya Menjaga Virginitas - Budayantara TVIndonesia Melangkah, Generasi Bersuara: GBN 2026 Gaungkan Semangat Kemerdekaan
Film“Cinta Penari Sintren” Karya Ageng Kiwi Ingatkan Bahaya Kanker Serviks dan Pentingnya Menjaga Virginitas - Budayantara TVMuktamar ke-27 NU di Sukorejo: Ketika Pesantren Menjadi Panggung Sejarah
Film“Cinta Penari Sintren” Karya Ageng Kiwi Ingatkan Bahaya Kanker Serviks dan Pentingnya Menjaga Virginitas - Budayantara TVSekolah Percontohan dan Penuh Prestasi, Agustus 2026 Menjadi Album Kenangan di Gedung Lama SDN Kebayoran Lama Selatan 11

Lokasi

📍 Jakarta 251📍 Bogor 17📍 Bekasi 13📍 Purwokerto 11📍 Pasuruan 11

Tetap Terhubung

Isi URL media sosial di Customizer atau tetapkan Menu Sosial.

Logo Budayantara TV
Mengangkat Budaya, Menginspirasi Nusantara
Gedung Perfilman H. Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22, Setiabudi, Jakarta Selatan

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber

Media Jaringan

favicon Klikternak.com favicon Kabarlagi.id
favicon Visioneernews.com favicon Heyrizki.my.id

Alamat Redaksi

© 2026 Budayantara TV. Theme by Rasmrq

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber