Lewati ke konten
20 September 2026 Dari Budaya Kita, Untuk Dunia.
Budayantara TV Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Kabar Terkini
KOPI, GAGASAN, DAN MASA DEPAN PERSKopdar DPW SWI Jaya, Perkuat Soliditas Pengurus dan Siapkan Program Kerja StrategisDari Krakatau 1883, Lahir Anak Krakatau: Erupsi 2026 Kembali Menggetarkan Jawa dan SumateraMengenal Ilmu Kehidupan Bersama Sekolah Ridho Allah, Menjernihkan Hati untuk Menata Kehidupan
Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Gedung Perfilman H.Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22 Setiabudi Setiabudi Jakarta Selatan.
Beranda/KOPI, GAGASAN, DAN MASA DEPAN PERS
Artikel

KOPI, GAGASAN, DAN MASA DEPAN PERS

geraijenderal@gmail.comPenulis:geraijenderal@gmail.comUtama20 September 20263 menit baca📍 Guntur Alting Dewan Pembina Dpw Swi Jaya Jakarta
KOPI, GAGASAN, DAN MASA DEPAN PERS - Budayantara TV

-Menakar Urgensi “Kopdar Sehat” Ala SWI Jaya

Oleh: M.Guntur Alting

Dewan Pembina DPW SWI JAYA

Jakarta – Budayantara.tv ​​ADA sebuah hukum besi dalam dunia komunikasi modern “Organisasi yang gagal beradaptasi dengan zaman, maka ia sedang mengantor menuju kepunahan.”

Di era ketika disrupsi teknologi menghantam lantai bursa media tradisional, sebagian besar dari kita hanya sibuk meratap.

Kita menyalahkan algoritma, meratapi matinya oplah, dan membiarkan para jurnalis terombang-ambing dalam ketidakpastian kesejahteraan.

​Namun, di tengah narasi suram industri media hari ini, sebuah peristiwa menarik terjadi di pinggiran selatan Jakarta—tepatnya di Graha Etnikom, Jagakarsa.

Dewan Pimpinan Wilayah Sekretariat Bersama Wartawan Indonesia DKI Jakarta (DPW SWI Jaya) tidak sedang meratapi nasib.

Melalui acara Kopdar dan Silaturahmi bertema “Satu Hati, Satu Visi, Satu Solidaritas”, mereka sedang melakukan apa yang bisa kita sebut sebagai rekayasa kebangkitan dari tingkat akar rumput.

​Jika kita melihat gerakan ini melalui kacamata strategi dan sosiologi organisasi, apa yang dilakukan oleh Sang Ketua Syamsul Arifin (Masdjo) bersama para tokoh senior seperti Eddie Karsito bukanlah sekadar ‘coffee gathering’ biasa.

Ini adalah sebuah manuver taktis untuk membangun infrastruktur sosial baru bagi profesi jurnalis.

​Mari kita bedah mengapa langkah kecil di Jagakarsa ini memiliki resonansi yang jauh lebih besar dari kelihatannya

​1. Mengakhiri Kutukan “Idealis Tanpa Logistik”

​Selama puluhan tahun, dunia pers Indonesia terjebak dalam romantisisme usang: bahwa jurnalis yang baik harus hidup menderita, dan idealisme diukur dari seberapa tipis dompet seorang wartawan.

Ini adalah mitos berbahaya.
​SWI Jaya secara terang-terangan membalikkan logika usang tersebut.

Ketika Dewan Pembina dan Dewan Etik mendorong penataan arus kas organisasi dan pembentukan unit usaha mandiri (mulai dari event, komunikasi, hingga konsultasi bisnis dan politik), mereka sedang meletakkan fondasi kedaulatan ekonomi.

Dalam ilmu organisasi, kemandirian finansial adalah bahan bakar utama otonomi.

Wartawan yang dapurnya mengepul dan organisasinya mapan secara finansial adalah wartawan yang sulit dibeli oleh kepentingan pragmatis. Ekonomi mandiri adalah perisai paling tangguh bagi independensi pers.

​2. Disiplin Data sebagai Bentuk “State of Mind”

​Poin menarik lain dari pertemuan tersebut adalah penekanan pada pendataan pengurus yang sistematis.

Mengapa data penting?

Karena di era big data, organisasi yang tidak memiliki basis data anggotanya sendiri adalah organisasi yang buta peta.

Dengan pendataan yang tertib, setiap anggota tidak lagi menjadi angka statistik yang anonim, melainkan memiliki identitas, peran, dan akuntabilitas yang jelas.

Ini adalah transformasi budaya dari organisasi seremonial menuju organisasi berbasis kinerja (performance-based organization).

​3. Merawat Kohesi Sosial Melalui “Program Jangka Panjang”

​Sebuah organisasi yang hebat tidak hanya diukur dari seberapa banyak berita yang mereka terbitkan, tetapi dari bagaimana mereka memperlakukan manusia di dalamnya.

Gagasan jangka panjang seperti tabungan umrah bersama bagi pengurus adalah contoh cemerlang dari social engineering yang menyentuh dimensi paling manusiawi.

Ketika para pengurus diajak merencanakan masa depan bersama—bukan sekadar memikirkan berita hari ini—maka ‘sense of belonging’ (rasa memiliki) akan berakar kuat.

Solidaritas berubah dari sekadar slogan di atas spanduk menjadi ikatan batin yang kokoh.

​Menuju Panggung Kompetisi yang Baru

​Kopdar SWI Jaya di Jagakarsa adalah sebuah pengingat bahwa perubahan besar tidak selalu lahir dari ruang rapat megah di gedung pencakar langit Sudirman.

Terkadang, ia justru bermula dari meja-meja sederhana, diiringi kepulan asap rokok, aroma kopi, dan kejernihan pikiran para pengurus yang gelisah dengan masa depan profesinya.

​Langkah berikutnya tentu saja adalah Rapat Kerja (Raker). Di sinilah ujian sesungguhnya dimulai: apakah gagasan-gagasan besar ini mampu diterjemahkan menjadi eksekusi yang presisi?

​Jika SWI Jaya konsisten mengeksekusi cetak biru ini, mereka tidak hanya sedang memperkuat internal organisasi mereka sendiri.

Mereka sedang memberikan cetak biru (blueprint) bagi ekosistem pers nasional tentang bagaimana sebuah komunitas wartawan harus bertransformasi: dari korban disrupsi, menjadi arsitek masa depan mereka sendiri.

​Karena pada akhirnya, masa depan pers tidak ditentukan oleh seberapa canggih ‘algoritma Google’ atau Meta, melainkan oleh seberapa kuat solidaritas dan disiplin orang-orang di dalam ruang redaksi itu sendiri (***)

DPW SWI Jaya M.Guntur
📍 Guntur Alting Dewan Pembina Dpw Swi Jaya Jakarta
WhatsAppFacebookX
Kolaborasi

Penulis artikel

geraijenderal@gmail.com
Penulis utama

geraijenderal@gmail.com

Etalase Seni Budaya

Baca Juga

JEJAK YANG BELUM SELESAI: MENGENANG SYAMSIR SIREGAR - Budayantara TV
Artikel Tokoh

JEJAK YANG BELUM SELESAI: MENGENANG SYAMSIR SIREGAR

27 Agustus 20264 menit baca

Oleh: M.Guntur AltingDewan Pembina DPW SWI JAYA Sekber Wartawan Indonesia “Pahlawan yang sebenarnya adalah yang berjuang dalam diam,…

WARTAWAN PROFETIK - Budayantara TV
Artikel

WARTAWAN PROFETIK

25 Agustus 20263 menit baca

Refleksi untuk Khidmat DPW SWI JAYA Sekber Wartawan Indoensia Oleh: M.Guntur Alting Pembina DPW SWI JAYA, Sekber Wartawan…

​KETIKA KANVAS LEBIH TAJAM DARI PELURU - Budayantara TV
Artikel Kebangsaan

​KETIKA KANVAS LEBIH TAJAM DARI PELURU

25 Agustus 20262 menit baca

-Catatan dari Pameran Seni Ukraina Oleh: M.Guntur Alting Pembina DPW SWI JAYA (Sekber Wartawan Indonesia) ​Jakarta,- Budayantara.tv SIAPA…

Tinggalkan tanggapan Batalkan balasan

Ikut dalam percakapan. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

Logo Budayantara TV
Mengangkat Budaya, Menginspirasi Nusantara
Gedung Perfilman H. Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22, Setiabudi, Jakarta Selatan

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber

Media Jaringan

favicon Klikternak.com favicon Kabarlagi.id
favicon Visioneernews.com favicon Heyrizki.my.id

Alamat Redaksi

© 2026 Budayantara TV. Theme by Rasmrq

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber