Lewati ke konten
17 Oktober 2026 Dari Budaya Kita, Untuk Dunia.
Budayantara TV Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Kabar Terkini
BETSLOW Gelar Jumat Berkah dan Santunan Anak Yatim, Perkuat Kepedulian Sosial di PetukanganMenebar Kebaikan di Tanjung Barat Jaksel, PJBW & GPIB Berbagi Ratusan Paket Nasi Siap Saji ke Para Penerima ManfaatREPUBLIK STRESStaf Khusus Menteri Agama Terima Budayantara di Masjid Istiqlal, Dorong Diplomasi Budaya Indonesia–Palestina
Budayantara TV
  • News
  • Budaya
  • Event
  • Lifestyle
  • Icon
  • Program
  • Tokoh
  • Video
Gedung Perfilman H.Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22 Setiabudi Setiabudi Jakarta Selatan.
Beranda/​KETIKA KANVAS LEBIH TAJAM DARI PELURU
Artikel Kebangsaan

​KETIKA KANVAS LEBIH TAJAM DARI PELURU

geraijenderal@gmail.comPenulis:geraijenderal@gmail.comUtama25 Agustus 20262 menit baca
​KETIKA KANVAS LEBIH TAJAM DARI PELURU - Budayantara TV
Oplus_131072

-Catatan dari Pameran Seni Ukraina

Oleh: M.Guntur Alting

Pembina DPW SWI JAYA (Sekber Wartawan Indonesia)

​Jakarta,- Budayantara.tv SIAPA sangka? Di tengah hiruk-pikuk Jakarta yang sibuk mengurus aksi masa dan politik, ada ‘event’ yang sama sekali berbeda: “pameran seni Ukraina.”

​Namanya juga Jakarta. Apa saja bisa jadi topik pembicaraan.

Tapi yang satu ini menarik. Yang dipamerkan bukan mobil listrik, bukan pula teknologi canggih.

Ini pameran karya seni dari negeri yang sedang babak belur karena perang: Ukraina.

Pegiat budaya Syamsul Arifin (Masdjo) dari BMDN yang juga Ketua DPW SWI JAYA DKI Jakarta termasuk yang ikut hadir, diundang di sana.

Menengok dari dekat bagaimana seniman-seniman di Kiev-Ukraina sana mengekspresikan hidup di tengah desing peluru.

​Saya tiba-tiba membayangkan, bagaimana rasanya jadi pelukis di tengah kota yang dibombardir roket itu?

Tiap pagi bangun tidur bukan mencium aroma kopi, tapi mendengar sirene bahaya.

Tapi manusia memang makhluk yang tangguh. Lewat kelompok seni seperti Pictoric, mereka tidak menyerah.

Mereka ambil kuas. Mereka coretkan warna di atas kanvas. Bukan untuk pamer kemarahan, tapi untuk bilang ke dunia:

“Kami masih ada, kami masih manusia!”

​Dan di sinilah letak menariknya diplomasi budaya.

Kalau para menteri luar negeri berunding di meja bundar, biasanya isinya alot. Penuh hitung-hitungan untung-rugi. Saling ngotot soal wilayah dan sanksi ekonomi.

Oplus_131104

Tapi kalau seniman yang bicara?

Langsung menghujam ke hati.

​”Perang itu urusan para jenderal dan politisi. Tapi penderitaan itu urusan kemanusiaan dan empati.

​Ketika para pengunjung berdiri di depan kanvas-kanvas itu, jarak ribuan kilometer itu seakan lenyap.

Ukraina yang tadinya cuma nama asing di berita televisi, tiba-tiba menjelma jadi tetangga sebelah.

Kita melihat air mata yang sama, ketakutan yang sama, dan harapan yang sama pada anak-anak kecil yang kehilangan sekolahnya.

​Indonesia punya modal besar untuk urusan ini. Politik luar negeri kita bebas-aktif.

Kita tidak ikut-ikutan menembak, tapi kita selalu hadir di garis depan urusan kemanusiaan.

Kehadiran para pegiat budaya di pameran itu membuktikan satu hal: bangsa kita tidak kehilangan kepekaan rasanya.

​Pada akhirnya, senjata sehebat apapun pasti akan berkarat. Perang pasti ada ujungnya.

Dan ketika semua meriam itu sudah diam terkunci, yang tersisa di bumi bukan selongsong peluru, melainkan cerita, karya seni, dan ingatan tentang bagaimana kita saling mengulurkan tangan di saat paling gelap.(***)

Pejaten Barat, 25 Agustus 2026
Pukul : 06:28

Guntur SWI Jaya
WhatsAppFacebookX
Kolaborasi

Penulis artikel

geraijenderal@gmail.com
Penulis utama

geraijenderal@gmail.com

Etalase Seni Budaya

Baca Juga

REPUBLIK STRES - Budayantara TV
Artikel

REPUBLIK STRES

15 Oktober 20262 menit baca

-Ketika 75 Persen Rakyat Kehilangan Ruang Bernapas Oleh: M.Guntur Alting Dewan Pembina SWI Jaya (DPW SWI DKI Jakarta)…

FFI Hanya Jadi Barometer Atau Penggerak Sinema Nasional - Budayantara TV
Artikel Film

FFI Hanya Jadi Barometer Atau Penggerak Sinema Nasional

15 Oktober 20265 menit baca

Oleh : Karsono Hadi-Persatuan Karyawan Film dan Televisi Indonesia-(KFT Indonesia) KFT Dorong Festival Film Indonesia Memiliki Visi Jangka…

PJLP: Penjaga Jakarta yang Terancam Rentan di Hari Tua, Pemprov DKI Didorong Segera Evaluasi Perlindungan Sosial - Budayantara TV
Artikel

PJLP: Penjaga Jakarta yang Terancam Rentan di Hari Tua, Pemprov DKI Didorong Segera Evaluasi Perlindungan Sosial

12 Oktober 20262 menit baca

Oleh: Syahrudin AkbarWakil Ketua Sekretariat Bersama Wartawan Indonesia (SWI JAYA) Jakarta — Budayantara.tv Di balik jalan yang bersih,…

Tinggalkan tanggapan Batalkan balasan

Ikut dalam percakapan. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

Logo Budayantara TV
Mengangkat Budaya, Menginspirasi Nusantara
Gedung Perfilman H. Usmar Ismail
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22, Setiabudi, Jakarta Selatan

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber

Media Jaringan

favicon Klikternak.com favicon Kabarlagi.id
favicon Visioneernews.com favicon Heyrizki.my.id

Alamat Redaksi

© 2026 Budayantara TV. Theme by Rasmrq

  • Tentang Kami
  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber