Jakarta – Budayantara.tv Suasana Lapangan Blok S, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (15/11/2025), tampak berbeda dari biasanya. Malam itu, kawasan yang identik dengan ruang publik anak muda Jakarta disulap menjadi panggung budaya ketika Wayang Kulit Banyumas tampil memukau di hadapan ratusan pengunjung, termasuk banyak di antaranya kaum Gen Z.
Malam ini, Lapangan Blok S berubah jadi panggung super kece yang memadukan seni, budaya, musik tradisional, dan storytelling epik ala Nusantara. Dan yang bikin makin menarik banyak banget Gen Z yang nonton!wayang memang bukan lagi tontonan “jaman dulu”seni ini makin hidup, relevan, dan bisa dinikmati segala usia.Mirip banget sama semangat generasi muda yang terus berjuang mengejar mimpi!

Pagelaran wayang kulit ini diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan DKI Jakarta melalui Museum Wayang, bekerja sama dengan Yayasan PEPADI Jakarta Raya Indonesia,sebagai rangkaian peringatan Hari Wayang Nasional 2025.Pentas menghadirkan lakon “Bimo Garu”,dibawakan oleh dalang Ki Sigit Adji Sabdoprijono dari Purbalingga.
Lakon “Bimo Garu” mengangkat kisah perjuangan Bima salah satu tokoh Pandawa Lima yang dikenal sebagai sosok tangguh dan pantang menyerah. Cerita ini menyoroti masa ketika Bima mengikuti sayembara membangun sungai yang bermuara ke Laut Selatan, atas perintah Resi Durna. Dari perjuangan itu lahirlah dua sungai yang melegenda Kali Serayu dan Kali Cingcing Goling (Klawing).
Menurut penyelenggara, pentas ini bukan hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga sarat nilai moral dan kearifan lokal, terutama mengenai kegigihan, kerja keras, dan ketulusan dalam mengabdi.
“Wayang ini bukan hanya tontonan, tetapi tuntunan. Kami ingin generasi muda merasakan langsung keindahan dan nilai luhur budaya Indonesia,” ujar Ki Sigit
Menariknya, seluruh pertunjukan digelar secara gratis sehingga masyarakat dapat menikmati sajian budaya berkualitas tanpa dipungut biaya. Antusiasme pengunjung terlihat dari banyaknya anak muda yang bertahan hingga akhir pertunjukan, merekam momen dengan ponsel, dan berdiskusi tentang karakter Bima serta pesan moral kisahnya.
Pagelaran Wayang Kulit Banyumas ini diharapkan dapat menjadi jembatan antara tradisi dan generasi masa kini, serta menjaga seni warisan leluhur tetap relevan dalam kehidupan modern.
Pernah kebayang nonton hiburan yang bukan cuma seru, tapi juga bikin kamu makin bangga jadi orang Indonesia?
Kalau belum, berarti kamu harus banget merapat ke Blok S dan nonton Wayang Kulit Banyumas yang lagi happening! acara ini dibuat khusus biar kita semua termasuk anak muda bisa menikmati hiburan berkualitas tanpa keluar biaya.

Nonton wayang bukan berarti kamu harus jadi “jadul”.Justru, dengan ikut menikmati pertunjukan seperti ini, kamu ikut menjaga salah satu karya seni paling keren yang Indonesia punya. Kita bisa bergaya modern, update tren, aktif di medsos, tapi tetap bangga sama budaya sendiri.Itu baru namanya keren paripurna.
Wayang itu bukan sekadar cerita tentang para ksatria.
Wayang adalah cermin kehidupan.
Dan lewat pentas “Bimo Garu”, kamu bakal tahu bahwa budaya kita punya banyak sekali nilai yang bisa menguatkan karakter generasi muda.**




